LOVE PSYCHOPATH

LOVE PSYCHOPATH
#PART 24


__ADS_3

#PART 24


Kenapa wanita ini terasa tak asing? Tunggu! Bukankah dia Jean?


Batin Herry*


"Jean? Kau di sini?" tanya Herry


Jean merasa terkejut, namun dia segera membenarkan ekspresinya agar tak ada satupun yang curiga dengannya.


"Ya, apa kau sudah menghubungi keluarganya?" Jean bertanya balik dengan muka datar


Herry menggelengkan kepalanya, dia terdiam sejenak lalu menjawab pertanyaan Jeaan


"Kami dibesarkan di panti asuhan yang sama, dia sudah ku anggap adik" jelasnya dengan wajah sendu


"Baiklah, aku harus pergi sekarang. Kepalanya terbentur cukup keras tadi, jaga dia baik baik" Jean melenggang pergi diikuti dengan Sherly yang masih penasaran dengan hubungan diantara Herry dan Jean.


Kau tak berubah Jean, apa kau sangat membenciku?


Batin Herry*


Di dalam perjalanan, Sherly masih menatap Jean dengan penuh tanya, namun dia tidak berani untuk mengutarakan pertanyaan yang berkecamuk di dalam pikirannya.


"Apa kau sudah puas memandangiku?" tanya Jean yang merasa risih dengan sherly


“Lo kenal pria tadi Jean?" Jean terdiam sejenak lalu menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu.


"Dia kakak tiriku" Sherly terkejut mendengarnya


"Ja-jadi dia yang sering Lo ceritain?" Jean menggangguk


Sebenarnya Sherly masih ingin bertanya lebih, namun dia mengurungkan niatnya ketika melihat ekspresi Jean yang sudah menunjukkan tatapan kesal.


Seorang pria tengah menatap serius ke arah layar monitor komputer di hadapannya, dia menatap lekat setiap sudut dari tempat itu.

__ADS_1


"Apakah ada saksi mata atas kejadian tadi?" tanya pria itu kepada semua orang


"Lalu lintas memang ramai, tapi anehnya tidak ada saksi mata Jade" jawab Bagas


Yahh, para polisi yang berada di sana tengah mengecek kronologi kejadian yang terjadi di depan cafe tadi, Jade merasakan adanya kejanggalan dalam video yang terekam di CCTV terus mengulang pada bagian yang sama.


Astaga sebenarnya apa yang terjadi? Apa yang kami lewatkan tadi


Setelah Jean mengantarkan Sherly, dia memilih untuk mampir ke rumahnya untuk sekedar menenangkan diri sejenak. Dia menyandarkan kepalanya di tepi bath up sambil memandangi langit langit kamar mandi. Dengan segelas wine di tangan kanannya, dia meneguknya sedikit demi sedikit.


Sekilas tentang kejadian yang dilakukannya dengan Jade tadi malam muncul kembali di dalam kepalanya, prang! Suara gelas yang pecah akibat terbentur dinding menggema dalam ruangan tersebut.


Jean mengepalkan kedua tangannya, rahangya mengeras ketika wajah Jade selalu membayanginya.


"Baiklah Jade, aku mengikuti permainanmu. Aku akan membuatmu terbang tinggi lalu menjatuhkanmu ketika sampai di titik tertinggi" ujar Jean


Sebuah mobil berwarna putih terlihat memasuki halaman depan rumah besar Keluarga Louise, beberapa detik kemudian seorang pria melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah itu.


Diana yang melihat anaknya berada di pintu masuk langsung menghampirinya, dia menatap sendu wajah Jade yang terlihat lelah dan juga kesal.


Jade segera memasuki kamarnya dan mengedarkan pandangannya menyapu bersih setiap sisi. Kosong, lalu dimana Jean? Pikirnya


Tanpa pikir panjang dia langsung mengambil pakaian ganti di dalam lemari dan membersihkan dirinya di dalam kamar mandi.


"Haihh" Jade menghela napas panjang, dia memilih untuk berendam air hangat sebentar untuk merelaksasikan tubuhnya yang terasa lelah.


"Apakah ini sebuah kebetulan atau memang sudah direncanakan? Di saat kasus yang lain baru akan terpecahkan, malah muncul kasus baru. Aihh astaga, pusing sekali. Sepertinya setelah ini aku harus meminta Jean untuk memijat kepala-“


Bagaimana bisa lupa Dia merutuki dirinya sendiri, merasa menyesal dengan perbuatannya yang meminta haknya secara paksa terhadap Jean.


Argghhh seharusnya dia dapat menahannya, bagaimana jika Jean malah semakin menjauhinya? Bodoh! Sungguh bodoh kau Jade!!


"Tenanglah Jade, kau pasti bisa menghadapinya" ucap Jade meyakinkan diri dengan semangat yang berkobar .... dalam hanya beberapa detik.


"Tapi... tapi bukankah kau sudah mellihat reaksinya ketika di cafe tadi Jade. Arghhh kau sudah membuat kesalahan fatal Jade mengusap wajahnya kasar"

__ADS_1


Tok tok tok


Suara ketukkan pintu itu membuat Jade terkejut, dia mengusap dadanya agar detak jantungnya kembali normal.


"Jade, jangan lama lama nanti sakit!" teriak Diana


"I-Iya ma" sahut Jade sambil bergegas menyelesaikan acara membersihkan dirinya


Beberapa menit kemudian, Jade membuka pintu kamar mandi dengan menggunakan kaos oblong berwarna putih dan celana pendek. Matanya terbelalak ketika mendapati seorang wanita yang tadi menguasai pikirannya telah berada di hadapannya.


Dia mengepalkan tangannya erat untuk mengumpulkan tenaga dan juga keberanian untuk menghadapi wanita di hadapannya itu.


"A-anu"


Glutak!


Bruk!


Ting!


Mereka berdua menoleh ke arah sumber suara yang tak lain adalah dari lemari. Nampak Author yang tengah tengkurap dan tertimpa kotak kotak kecil.


"Aw" rintihnya


"Bwahahahaha Lo ngapain thor? Nangkep tikus?" tanya Jean


"Ehhh. Tolongin gue laa" Dengan masih tertawa terbahak bahak, Jean membantu author untuk berdiri. Sedangkan Jade, dia masih terdiam seperti patung penghuni kamar itu.


"Cihh dasar perusak suasana" Umpat Jade


TBC


Jangan lupa LIKE, KOMENTAR, SARAN, dan VOTE yaaa


Maaf baru bisa update, soalnya Hp Author lagi agak eror, hehe

__ADS_1


__ADS_2