
#PART 27
Beberapa menit kemudian, Jean keluar dari lift dan berjalan keluar kantor. Dia mengeluarkan ponselnya untuk mengecek jam pada saat itu.
Disaat yang bersamaan, tanpa sengaja Jean menabrak seseorang yang membuat tubuhnya terhuyung ke belakang. Dengan cepat sebuah tangan melingkar di pinggangnya, menahan agar Jean tidak terjatuh.
“Are you ok, Lady?” tanya pria berkacamat hitam tersebut.
“Yeah, I’m ok and sorry” Jawab Jean sambil melepaskan diri dari pelukan pria itu.
Pria itu hanya tersenyum dan melanjutkan berjalan ke dalam, pikirannya masih dipenuhi dengan wanita yang baru saja menabraknya itu.
Jean mengedarkan pandangannya ke arah jalan yang terlihat lumayan ramai, lalu matanya tertuju pada mobil yang sudah tak asing baginya. Dia berjalan mendekat lalu mengetuk pintu kaca tersebut agar terbuka.
“Ayo masuk” ucap seseorang dari dalam yang tak lain adalah Jade
Jean melirik ke arah kursi belakang, dahinya mengernyit melihat ada beberapa tumpukan plastik di sana.
Jade yang paham dengan apa yang dipikirkan oleh istrinya itu langsung menjawabnya dan membantu Jean untuk membuka pintu.
“Tadi mama telepon titip beberapa barang” Jean hanya menggangguk tanda mengerti dan lansung duduk di samping Jade.
Mobil Jade melintas membelah jalan yang lumayan padat menuju ke rumah Jean, yang memerlukan waktu kuran lebih 25 menit perjalanan.
__ADS_1
Setelah sampai, Jade membunyikan klakson mobilnya agar sang satpam dapat membukakan gerbang. Satpam yang nampak bingung pun memilih untuk mendekati mobil CR-V putih tersebut.
“Permisi, ada yang bisa saya bantu tuan? Pemilik rumah ini sedang pergi” tanya satpam tersebut yang belum menyadari adanya Jean di samping Jade.
“Buka gerbangnya, Pak Jang” perintah Jean dengan wajah datarnya
Satpam yang dipanggil Pak Jang itu tersontak kaget, lalu langsung berlari ke arah gerbang dan membukanya.
“Terimakasih, Pak” ujar Jade sambil yang dibalas dengan anggukan oleh Pak Jang.
Setelah mobil terparkir dengan sempurna, Jean langsung keluar dan masuk ke dalam rumah. Seperti Pak Jang sebelumnya, para pelayan di sana juga ikut terkejut melihat kedatangan Nona nya secara tiba – tiba setelah menghilang beberapa hari.
“Selamat datang, Nona” sapa para pelayan tersebut sambil membungkukkan badannya memberi hormat. Pandangan yang semula menatap Nona nya kini tertuju pada seorang pria yang baru saja melangkahkan kakinya di pintu utama rumah itu.
“Dengar! Mulai sekarang dia adalah tuan kalian, mengerti?” Tanya Jean dengan memandangi para pelayan satu persatu.
“Mengerti Nona”
“Kalian masakkan beberapa makanan, dan kamu Ly tolong perintahkan Pak Jang untuk membeli satu set pakaian pria”
“Baik” Jawab pelayan yang bernama Lya
Jean menaiki satu persatu anak tangga menuju kamarnya yang berada di lantai 2 diikuti oleh Jade di belakangnya. Dia membuka pintu kamarnya dan langsung mendudukkan dirinya di atas sofa.
__ADS_1
“Jean” panggil Jade sambil memandangi wajah Jean yang tampak lelah
“Hm?”
“Sini” Jade menepuk – nepuk pahanya agar Jean mau berbaring dengan berbantalkan pahanya
“Sudah ayo sini berbaring saja” mau tidak mau Jean akhirnya menuruti permintaan dari suaminya iu untuk berbaring. Sudut bibir Jade tertarik ke atas, lalu dengan lihai jari – jari tangannya mulai memijat lembut kepala Jean membuat si empu nya ikut terbuai dengan pijatan Jade.
Lambat laun mata Jean tertutup dan terlelap menuju alam mimpi, Jade yang menyadari hal itu langsung menggendongnya ala Bridal style menuju tempat tidur.
Dibaringkannya Jean secara perlahan agar tidak terbangun, lalu berjalan ke arah balkon untuk menghubungi Diana bahwa dirinya akan menginap di rumah Jean.
Matanya terpejam merasakan hembusan angin menerpa wajahnya, hingga suara ketokkan pintu membuatnya tersadar. Dibukanya pintu kamar itu, dan nampak seorang pelayan yang bernama Lya menenteng tote bag berisikan beberapa setel pakaian pria.
“Ini Tu-“ ucap Lya terpotong ketika melihat Jade yang mengangkat jari telunjuknya di mulut, mengisyaratkan agar Lya diam.
“Terimakasih” lirih Jade yang diangguki oleh Lya.
Jade menutup pintu dan tak lupa menguncinya, lalu dia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang terasa lengket.
Setelah mandi, Jade membuka laptopnya untuk mengetahui perkembangan dari kasus – kasus yang tengah di selidikinya. Jari – jari tangannya sibuk mengetik di atas keyboard, sedangkan pandangan matanya terfokus pada layar monitor di hadapannya sehingga membuatnya tak sadar jika Jean sudah terbangun.
TBC
__ADS_1
Jangan lupa LIKE, KOMEN, dan VOTE yaaa