LOVE PSYCHOPATH

LOVE PSYCHOPATH
#PART 21


__ADS_3

PART 21


Jean keluar dari ruangan Brian dan menuju ruang bawah tanah.


Dia mempercepat langkahnya ketika sampai di sebuah lorong yang minim


pencahayaan, lalu memberhentikkan langkahnya tepat di depan sebuah pintu yang


terbuat dari baja.


Diapun memasukkan kunci dan mendorong pintu tersebut, nampak


seorang pria yang terduduk lemas di atas jerami dengan kedua tangannya yang


dipasung menggunakan besi.


Jean tersenyum melihat pria di hadapannya, diapun mulai


mendekat sambil mengarahkan obor pada wajah pria tersebut.


“Sudah lama sekali sayang, apa kau merindukanku?” Jean


menyeringai sambil berjongkok di hadapan pria tadi. Suara Jean sontak membuat


pria itu menengadahkan kepalanya untuk menatap Jean.


Pria itu memberikan tatapan bengis kepada Jean, bukan takut


namun malah Jean tertawa melihatnya.


“hahaha baguslah, kau masih mempunyai tenaga untuk memberikanku


tatapan bengismu itu Rei”


Ya pria di hadapan Jean adalah Reyhan Thompson Richard dan


tak lain adalah mantan tunangan Jean yang dikabarkan meninggal akibat kecelakaan


mobil satu tahun yang lalu.


#Flashback ON#


Rei yang baru pulang dari perjalanan bisnisnya merasa sangat


senang karena akhirnya dia bisa melepas rindu kepada tunangannya, Jean. Di


tengah perjalanan, dia diikuti oleh beberapa mbil dan mengharuskannya untuk mengebut.


Namun, siapa sangka jika rem mobil yang dikendarainya malah


blong dan mengakibatkan mobilnya masuk ke dalam jurang. Dia sempat keluar


sebelum mobil yang dikendarainya itu meledak, namun naas kakinya terbentur batu


cukup kuat dan membuatnya mati rasa serta mengalirkan darah segar yang cukup


deras.

__ADS_1


Dengan napas yang terengah – engah akibat menahan sakit di


kakinya, dia pun berhasil menjauhkan diri dari mobilnya. Dia menyandarkan


punggungnya pada salah satu pohon dan mengikat kayu di kedua sisi kakinya


menggunakan sapu tangan.


Aku harus segera


keluar dari hutan ini. Ya Tuhan, tolong berikan aku sedikit kekuatan. Aku ingin


segera bertemu dengan orang – orang yang ku sayangi.


Pinta Rei dalam hati*


Perlahan dia mulai bangkit dengan berpegangan erat pada


batang pohon, dia mencari – cari ranting pohon untuk menjadikannya sebuah


tongkat yang membantunya berjalan.


Matanya terperangah tak percaya menatap wanita yang amat


dirindukannya kini berada di hadapannya, seulas senyum ditampilkan di wajahnya


sebelum akhirnya badannya ambruk ke depan ke arah Jean.


“Angkat dia” perintah Jean kepada kedua pria berbadan besar


“Baik Bos” jawab mereka serentak


Rei mulai membuka kedua matanya dengan sesekali mengerjap


karena merasa silau dengan sorotan lampu yang tergantung di langit – langit


kamar.


Di mana ini?


Batinnya bertanya – tanya


Ketika dia akan mengambil posisi duduk, matanya terbelalak


mendapati kedua tangannya yang telah di pasung serta badannya yang terikat di


ranjang. Dia pun berteriak meminta tolong, hingga akhirnya datanglah seorang


dokter dengan kedua suster yang mengikutinya dari belakang.


Selain itu, yang paling membuat Rei semakin bertanya – tanya


adalah mengapa kedua orangtuanya menangis seperti itu? Bukankah harusnya mereka


bahagia karena Rei masih selamat? Dan-


Matanya menangkap sosok wanita yang amat dicintainya itu

__ADS_1


menatapnya dengan tatapan iba. Apa – apaan ini, mereka semua kenapa? Harusnya mereka


bahagia bukan karena Rei selamat dan hanya mengalami cidera pada kakinya.


Lalu, kenapa tangan dan tubuhnya harus di pasung seperti


ini? Seperti pasien rumah sakit jiwa saj- tunggu! Ekor mata Rei melirik pada


name tag dokter yang memeriksanya. Arnon Hardi K, matanya membulat sempurna.


Pasalnya, Arnon adalah salah satu dokter rumah sakit jiwa


yang sangat terkenal. Jadi benar, jika dia berada di rumah sakit jiwa sekarang?


Dia pun mulai memberontak agar tali  yang


mengikatnya itu bisa terputus.


Pandangan matanya meredup setelah Dokter Arnon menyuntikkan


obat penenang di lengannya, dan sayup – sayup dia mendengar perkataan yang


dilorntarkan oleh ibunya.


“maafkan Mommy nak, Keluarga kita tak boleh menanggung malu


karenamu yang telah menjadi gila”


Berhari – hari dia habiskan di dalam rumah sakit itu dengan


tenang, hingga akhirnya sebuah peristiwa besar membuat Rei menjadi seperti


sekarang.


Malam  itu, dia dikagetkan dengan tangan yang tiba – tiba membekapnya dari belakang.


“Ssst diamlah, aku akan membawamu keluar dari sini” ucapnya


Rei di bawa keluar menuju Basement oleh pria berbadan kekar


itu. Dia memasuki mobil dan keluar dari area Rumah Sakit san pada saat itu juga


dia menyaksikan Rumah Sakit besar itu terlahap habis oleh sang jago merah.


Rei mulai membuka mulutnya untuk menanyakan apa saja yang


bisa ditanyakan, namun pria itu tetap diam tak bergeming menanggapinya mobil


itu melesat memasuki sebuah vila di dalam hutan, dan tiba – tiba dia merasakan


lehernya dipukul dari arah belakang hingga akhirnya Rei jatuh pingsan.


#Flashback OFF#


 


TBC

__ADS_1


__ADS_2