
PART 21
Jean keluar dari ruangan Brian dan menuju ruang bawah tanah.
Dia mempercepat langkahnya ketika sampai di sebuah lorong yang minim
pencahayaan, lalu memberhentikkan langkahnya tepat di depan sebuah pintu yang
terbuat dari baja.
Diapun memasukkan kunci dan mendorong pintu tersebut, nampak
seorang pria yang terduduk lemas di atas jerami dengan kedua tangannya yang
dipasung menggunakan besi.
Jean tersenyum melihat pria di hadapannya, diapun mulai
mendekat sambil mengarahkan obor pada wajah pria tersebut.
“Sudah lama sekali sayang, apa kau merindukanku?” Jean
menyeringai sambil berjongkok di hadapan pria tadi. Suara Jean sontak membuat
pria itu menengadahkan kepalanya untuk menatap Jean.
Pria itu memberikan tatapan bengis kepada Jean, bukan takut
namun malah Jean tertawa melihatnya.
“hahaha baguslah, kau masih mempunyai tenaga untuk memberikanku
tatapan bengismu itu Rei”
Ya pria di hadapan Jean adalah Reyhan Thompson Richard dan
tak lain adalah mantan tunangan Jean yang dikabarkan meninggal akibat kecelakaan
mobil satu tahun yang lalu.
#Flashback ON#
Rei yang baru pulang dari perjalanan bisnisnya merasa sangat
senang karena akhirnya dia bisa melepas rindu kepada tunangannya, Jean. Di
tengah perjalanan, dia diikuti oleh beberapa mbil dan mengharuskannya untuk mengebut.
Namun, siapa sangka jika rem mobil yang dikendarainya malah
blong dan mengakibatkan mobilnya masuk ke dalam jurang. Dia sempat keluar
sebelum mobil yang dikendarainya itu meledak, namun naas kakinya terbentur batu
cukup kuat dan membuatnya mati rasa serta mengalirkan darah segar yang cukup
deras.
__ADS_1
Dengan napas yang terengah – engah akibat menahan sakit di
kakinya, dia pun berhasil menjauhkan diri dari mobilnya. Dia menyandarkan
punggungnya pada salah satu pohon dan mengikat kayu di kedua sisi kakinya
menggunakan sapu tangan.
Aku harus segera
keluar dari hutan ini. Ya Tuhan, tolong berikan aku sedikit kekuatan. Aku ingin
segera bertemu dengan orang – orang yang ku sayangi.
Pinta Rei dalam hati*
Perlahan dia mulai bangkit dengan berpegangan erat pada
batang pohon, dia mencari – cari ranting pohon untuk menjadikannya sebuah
tongkat yang membantunya berjalan.
Matanya terperangah tak percaya menatap wanita yang amat
dirindukannya kini berada di hadapannya, seulas senyum ditampilkan di wajahnya
sebelum akhirnya badannya ambruk ke depan ke arah Jean.
“Angkat dia” perintah Jean kepada kedua pria berbadan besar
“Baik Bos” jawab mereka serentak
Rei mulai membuka kedua matanya dengan sesekali mengerjap
karena merasa silau dengan sorotan lampu yang tergantung di langit – langit
kamar.
Di mana ini?
Batinnya bertanya – tanya
Ketika dia akan mengambil posisi duduk, matanya terbelalak
mendapati kedua tangannya yang telah di pasung serta badannya yang terikat di
ranjang. Dia pun berteriak meminta tolong, hingga akhirnya datanglah seorang
dokter dengan kedua suster yang mengikutinya dari belakang.
Selain itu, yang paling membuat Rei semakin bertanya – tanya
adalah mengapa kedua orangtuanya menangis seperti itu? Bukankah harusnya mereka
bahagia karena Rei masih selamat? Dan-
Matanya menangkap sosok wanita yang amat dicintainya itu
__ADS_1
menatapnya dengan tatapan iba. Apa – apaan ini, mereka semua kenapa? Harusnya mereka
bahagia bukan karena Rei selamat dan hanya mengalami cidera pada kakinya.
Lalu, kenapa tangan dan tubuhnya harus di pasung seperti
ini? Seperti pasien rumah sakit jiwa saj- tunggu! Ekor mata Rei melirik pada
name tag dokter yang memeriksanya. Arnon Hardi K, matanya membulat sempurna.
Pasalnya, Arnon adalah salah satu dokter rumah sakit jiwa
yang sangat terkenal. Jadi benar, jika dia berada di rumah sakit jiwa sekarang?
Dia pun mulai memberontak agar tali yang
mengikatnya itu bisa terputus.
Pandangan matanya meredup setelah Dokter Arnon menyuntikkan
obat penenang di lengannya, dan sayup – sayup dia mendengar perkataan yang
dilorntarkan oleh ibunya.
“maafkan Mommy nak, Keluarga kita tak boleh menanggung malu
karenamu yang telah menjadi gila”
Berhari – hari dia habiskan di dalam rumah sakit itu dengan
tenang, hingga akhirnya sebuah peristiwa besar membuat Rei menjadi seperti
sekarang.
Malam itu, dia dikagetkan dengan tangan yang tiba – tiba membekapnya dari belakang.
“Ssst diamlah, aku akan membawamu keluar dari sini” ucapnya
Rei di bawa keluar menuju Basement oleh pria berbadan kekar
itu. Dia memasuki mobil dan keluar dari area Rumah Sakit san pada saat itu juga
dia menyaksikan Rumah Sakit besar itu terlahap habis oleh sang jago merah.
Rei mulai membuka mulutnya untuk menanyakan apa saja yang
bisa ditanyakan, namun pria itu tetap diam tak bergeming menanggapinya mobil
itu melesat memasuki sebuah vila di dalam hutan, dan tiba – tiba dia merasakan
lehernya dipukul dari arah belakang hingga akhirnya Rei jatuh pingsan.
#Flashback OFF#
TBC
__ADS_1