LOVE PSYCHOPATH

LOVE PSYCHOPATH
PART 32


__ADS_3

#PART 32


Jade yang terburu – buru berangkat kerja sampai lupa untuk mengganti pakaiannya akhirnya menelepon Pak Ujang, supir Keluarga Louise untuk membawakan seragamnya ke kantor.


“Pagi, Pak” sapa rekan kerjanya yang berpapasan dengannya.


Reyhan yang melihat Jade berangkat agak terlambat serta pakaiannya yang bukan seragam pun mendekatinya.


“Kenapa Jade?, tumben kesiangan. Jangan bilang habis lembur semalam” goda Reyhan


“Diam kamu! Kayak pernah ngelakuin saja” Jade meledek balik Reyhan yang notabenya adalah seorang jomblo dari lahir (kek Author).


“Ya ampun Pak Jaden, jangan membuat saya merasa iri”


“Makanya nikah”


“Bapak kira nyari pasangan itu semudah membalikkan telapak tangan kah?” Kesal Reyhan membuat Jade terkekeh.


Tok tok tok


Pintu di ketuk dari luar, terlihat Bagas memasuki ruangan dengan membawa map berwarna coklat di tangan kirinya.


“Pak,saya sudah membuat janji dengan saksi mata dari kecelakaan tempo hari lalu. Dan ini adalah dokumen tentang kesaksian dari beliau” Memang di dalam kantor mereka memanggil Jade dengan sebutan Pak, karena Jade adalah seorang Kepala Kepolisian di sana.


“Baik, kamu letakkan di sana” Jade menunjuk kepada sebuah meja kecil yang berisikan dengan map – map yang tertumpuk menjadi satu.


Setelah menaruh map di atas meja, Bagas keluar dari ruangan tersebut dan tak lupa menutup pintu.


“Oh iya bagaimana perkembangan dari kasus Tuan Ertan?” tanya Jade kepada rekan kerja yang sekaligus sahabatnya.


“Saksi mata menolak untuk memberitahu semuanya, Pak. Dari raut wajahnya, beliau seperti di ancam untuk tidak membocorkan informasi dari si pelaku”


“Sementara itu dari pihak keluarga korban selalu memaksa untuk memberi hukuman kepada Nona Jean”

__ADS_1


“Ada apa dengan Jean?”


“Berdasarkan perkataan dari orang – orang perusahaan MD Group, Tuan Ertan sangat dekat dengan Nona Jean, jadi keluarga korban berasumsi jika Nona Jean lah yang membunuh Tuan Ertan” Jelasnya membuat Jade menghembuskan napasnya panjang.


“Tapi Pak, bukankah tidak ada salahnya jika kita bertanya kepada Nona Jean? Karena dia salah satu dengan orang terdekat Korban”


Jade terdiam memikirkan perkataan yang dilontarkan oleh pria dihadapannya itu, suara ketukkan pintu membuatnya tersadar akan lamunannya.


Sosok pria paruh baya memasuki ruangan tersebut sambil membawa tote bag yang berisikan seragam kepolisian Jade.


“Terimakasih Pak, oh iya tolong semua pesanan Mama di bawa juga ya pak” ucapnya sambil memberikan kunci mobil kepada Pak Ujang. Setelah beberapa menit Pak Ujang kembali ke dalam ruangan tersebut untuk mengembalikan kunci mobil.


“Baiklah atur janji temu dengan Jean” perintahnya yang di angguki oleh Reyhan.


Karena kondisi Zain yang tidak memungkinkan untuk berangkat ke kantor, akhirnya Jean lah yang menggantikan posisi direktur utama sementara sebelum adanya pengesahan secara resmi dari Pengacara Ziko.


Semua mata memandang terkejut ke arahnya ketika melihat dirinya akan masuk kedalam lift khusus direktur, namun ada beberapa juga yang sudah mengetahui tentang identitas asli Jean sebagai anak dari Zain Maysa Derosse.


“Jean, apa – apaan ini! Kenapa kau mau masuk lift khusus direktur? Jangan bermimpi Jean, tempatmu itu di sana” tegas pegawai yang bernama Zira sambil menunjuk lift pegawai.


Jean berlalu pergi meninggalkan Zira yang masih berceloteh, “”Tunggu Jean, jangan masuk ke sana!”


Brak! Jean terjatuh akibat tarikan tangan Zira yang terlalu kuat, Asisten Jeno yang kebetulan lewat di sana langsung menghampiri Jean.


“Nona, Anda baik – baik saja?” tanyanya sambil membantu Jean berdiri


Sebelum memasuki lift, Jean menatap ke arah Zira dengan tatapan tajam. Suara bising dari orang yang berbisik mulai menggema di dalam ruangan itu.


“Apa aku tidak salah dengar tadi? Asisten direktur memanggil Jean dengan Nona?”


“Mati dia, berani – beraninya mengusik putri seorang direktur” begitulah seterusnya.


Sedangkan Zira, dia masih terdiam dengan wajah pucatnya setelah mendengar perkataan Asisten Jeno yang memanggil Jean dengan sebutan Nona.

__ADS_1


Jean berjalan dengan tergopoh – gopoh ke dalam ruangan direktur dibantu oleh Asisten Jeno. Dia merasakan nyeri dan juga sakit di kaki kanannya.


S**ialan wanita itu. Berani sekali memegang tanganku, bahkan sampai membuatku terjatuh!


“Silahkan duduk Nona, saya akan panggilkan dokter”


“Tunggu! Apa kau lupa jika aku juga dokter?”


“M-maaf Nona, saya lupa” jawab Asisten Jeno sambil menggaruk tenngkuknya yang tidak gatal


“Baiklah, kau boleh pergi”


“Oh iya Nona, 3 jam lagi akan ada rapat para pemegang saham” Jean hanya mengangguk tanda mengerti. Asisten Jeno keluar dari ruangan tersebut menuju ruangannya.


Jean mengambil kotak P3K yang terletak di dalam lemari ruangan tersebut dan mulai memiajt kaki kanannya dengan lembut. Setelah selesai memijat, dia membuka satu persatu berkas yang ada di atas meja dan mempelajarinya.


Sementara itu di tempat lain...


“Apa yang dilakukan oleh mawar biru?” tanya seorang pria berbadan kekar dengan tato naga di lengannya.


“Sepertinya keadaannya telah lebih membaik dari sebelumnya Ayah”


“Benarkah? Apa dia sudah melupakanku?”


“16 tahun lamanya kita tidak bertemu Jean. Aku sungguh merindukan jeritanmu yang manis itu” imbuh pria bertato itu


Pria bertato itu memjamkan matanya mengingat kembali masa ketika Jean berteriak ketakutan terhadapnya.


“Ayah tenang saja, jika dia memang lupa maka kita bisa membuatnya mengingat kembali”


“Kau memang kesayanganku”


TBC

__ADS_1


__ADS_2