LOVE PSYCHOPATH

LOVE PSYCHOPATH
PART 36


__ADS_3

NOTE :


Sebelum baca pastikan sudah meng klik tombol LIKE dan FOLLOW. Thank u❤️🤩





"Ya udah, kamu siap - siap dulu gih. Kita cari es krim nya."


...****************...


Raut wajah Jean kembali masam karena merasa kesal dengan pria di sampingnya ini. Pasalnya sudah hampir 30 menit berlalu mereka masih belum menemukan es krim yang dimaksud.


"Ck! Jadi beli es krim gak sih?"


"Iya sayang sebentar ini juga lagi nyari" jelas Jade berusaha sabar menyembunyikan pikirannya yang kalut.


Apa memang ada varian rasa terbaru es krim? Tapi di mana itu? Kenapa dirinya tak pernah mendengarnya.


Merasa lelah menyetir, akhirnya Jade memutuskan untuk menepikan mobilnya di samping pedagang es krim keliling. Tanpa babibu, Jean langsung keluar menghampiri penjual es krim yang terlihat sedikit kewalahan melayani pembeli yang kebanyakan adalah anak kecil.


"Es krimnya dua ya, Pak" Ujar Jean


"Iya Mbak sebentar"


Sambil menunggu antreannya, Jean duduk di tepi trotoar melihat pemandangan jalan raya di sore hari yang sudah kembali tak ramai seperti siang hari.


"Udah pesan?" Lamunannya terbuyar mendengar suara Jade.


"Udah. Tapi gak tahu masih inget apa enggak, soalnya lagi ngelayanin anak - anak dulu,"

__ADS_1


"Ooo"


Di dalam hati Jade berdoa agar es krim yang istrinya inginkan memang tersedia di sini.


Melihat satu persatu anak pergi, Jean kembali mendekati penjual es krim itu diikuti oleh Jade.


"Pak, mau es krimnya dua ya,"


"Oke Si-"


"Eh Aku gak usah. Satu aja Pak,"


"Siapa yang beli buat kamu?"


"Itu tadi pesen dua. Buat siapa lagi emang? Masa iya mau kamu makan semuanya?"


"Emang buat aku semua,"


Jade hanya ternganga tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Benarkah orang yang di hadapannya ini istrinya? Jean yang dia kira adalah orang yang cool ternyata punya sisi imut juga.


"Du-"


"Lima, Pak" Kini Jean lah yang ternganga, dasar Jade tadi bilangnya gak usah, eh ternyata mau juga.


"Jade"


"Udah, ke mobil aja sana" Jean menyetujui Jade dan memilih untuk menunggu di dalam mobil. Karena angin pada sore hari itu terasa sedikit lebih besar dari biasanya.


"Mau yang rasa apa?"


"Emmm rasa kentang ada pak?" Tanya Jade sedikit ragu.


"Hah? Rasa kentang? Hahaha mas ih ada - ada aja. Mana ada es krim rasa kentang"

__ADS_1


"Tuh kaann bener. Saya juga udah nyari dari tadi gak ketemu, Pak. Tapi istri saya ngambek kalau gak di beliin," Curhat Jade


"Oalahh lagi hamil kah mas?"


"Hamil?"


"Iya, istri saya juga dulu waktu hamil suka minta yang aneh - aneh, wahh kalau gitu selamat ya mas. Nih ambil aja buat istri dan calon anaknya" Jawab penjual es krim itu sambil memberikan dagangannya secara gratis


"Eh gak usah, Pak."


"Nggak pa pa mas, ambil aja. Nggak baik loh nolak rezeki," Jade pun menerimanya dengan senang hati (lumayan kan, mana tanggal tua belum gajian awokwok)


"Nanti mas beli kentangnya aja, trs dikukus. Campur ke es krim, kalo mau tambahin susu juga bisa. Kasihan kalo nggak diturutin nanti calon anak mas ileran lho,"


"Iya pak. Makasih banyak ya pak, saya pamit dulu." Rasa senang Jade benar - benar tinggi saat ini, bibirnya tak lupa untuk tersenyum dalam perjalanan menuju mobilnya.


Benarkah Jean hamil? jika benar maka sebentar lagi ia akan menjadi ayah dong. Wahh hebat sekali dirinya.


"Nih" Ucapnya sambil menyodorkan kantung plastik pada Jean.


Dengan mata berbinar, Jean membuka isi kantong plastik tersebut.


"Kok vanilla? Aku kan mau nya rasa kentang" Jade tersenyum melihat raut kekecewaan di wajah istrinya itu.


"Kata bapaknya, lebih enak kalo bikin sendiri. Jadi aku beli yang rasa vanila deh, biar nanti kita tambahin kentangnya aja yaa" Jean tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Mobil Jade kembali melesat membelah jalan menuju ke supermarket terdekat untuk membeli kentang dan beberapa kebutuhan lainnya.


...****************...


To Be Continued


Pastikan kalian sudah mengklik LIKE dan FOLLOW

__ADS_1


#Author_Ter_Bohay


__ADS_2