LOVE PSYCHOPATH

LOVE PSYCHOPATH
#PART 4


__ADS_3

Keesokan harinya...


Seperti biasanya, Sherly ke rumah Jean untuk sarapan lalu berangkat ke kantor bersama - sama.


"Jeany" panggilnya sambil menggoyangkan lengan Jean yang sedang menyetir.


"Hm?"


"Udah lihat grup kantor belum?"


"Belum, kenapa?"


"Anu...itu, Ertan. Ertan tewas"


"Terus?"


"Terus katanya mayatnya gosong gitu" Sherly bergidik ngeri membayangkan mayat Ertan.


"Oh" Sherly menatap tajam wajah Jean. Bagaimana bisa Jean setenang ini?


"Jangan bilang kalau-"


"Iya" potong Jean, Sherly langsung menghentikan pembicaraannya. Dia tahu betul bagaimana sifat dari sahabatnya itu.


Gila lo Jean. Sampai - sampai Ertan juga nggak dilolosin.


"Kenapa? Takut?" Jean melirik Sherly sambil menarik sudut bibirnya ke atas.


"Gila" gerutu Sherly


*


*


*


Setelah memarkirkan mobilnya, Jean langsung memasuki kantor diikuti dengan Sherly. Suasana di dalam kantor begitu suram.


Plaak!


Sebuah tamparan mendarat di pipi Jean, membuat semua orang memperhatikannya.

__ADS_1


"Dasar j**alang!" teriak seseorang yang tak lain adalah Bella


"Maksud lo apa hah? Plaak!" Sherly membalas tamparan Bella


"Lo pembunuh! Ertan meninggal gara - gara lo!"


"Security" panggil Jean sambil merapikan pakaiannya yang tertarik oleh Bella.


"Lo harus tanggung jawab Jean! Dasar j**alang!"


"Semuanya kembali bekerja!" perintah Jean.


Semua orang kembali duduk dan pandangan yang semula fokus pada monitor kini teralihkan pada sosok pria tampan yang memasuki kantor.


"Permisi, maaf menganggu" mendengar suara itu, langkah Jean terhenti dan membalikkan tubuhnya menghadap pria yang telah menjadi pusat perhatian.


Betapa terkejutnya mereka ketika kedua mata saling bertatap satu sama lain, senyuman terukir jelas di wajah pria itu.


"Jade?!" seru Sherly


"Hahaha, gue nggak nyangka bisa ketemu lo lagi, oh ya ngapain lo ke sini?" imbuhnya


Namun berbeda dengan Sherly, Jean malah menyunggingkan sebuah senyuman misterius yang membuat semua orang merinding ketika melihatnya.


Kumat


Batin Sherly*


"Ada yang bisa saya bantu?"


"Kami mempunyai surat izin untuk menggeledah tempat kerja Tn. Ertan Sanjaya selama seminggu" jawab Jade sambil menunjukkan kartu identitas kepolisisannya dan juga surat izin penggeledahan.


"Saya mohon kerja sama Anda" imbuhnya.


Jean membalikkan tubuhnya membelakangi Jade dan rekannya. Salah satu sudut bibir gadis itu terangkat membentuk sebuah senyuman mengejek, lalu ekor matanya menatap sahabat di sampingnya


"Semuanya kosongkan ruangan ini dalam 10 detik!" perintahnya. Semua orang yang berada di dalam kantor tersebut langsung keluar dengan terburu - buru.


"Silahkan" imbuhnya sambil melenggang pergi.


Hmph menarik. Kita lihat sejauh mana mereka dapat bertindak

__ADS_1


Mata Jade memperhatikan punggung Jean yang semakin menjauh. Pluk! Tepukan di bahunya membuat Jade kembali tersadar.


"Kesampingkan urusan pribadi dengan kerjaan" ledek rekan Jade yang bernama Reyhan.


"Berisik! Cepat kerja" perintah Jade dengan telinga yang mulai memerah menahan malu.


"Hahahaha. Jadi dia Jean yang lo ceritain kemarin?" goda Reyhan sambil merangkul dan menoel pipi Jade, membuatnya salah tingkah.


"Jijik woy" Jade bergidik ngeri melepaskan tangan Reyhan dari bahunya.


"Cepat kerja!" imbuhnya sambil berlari ke arah rekan - rekannya yang lain.


Sementara itu di tempat lain


"Ketua! Mereka sudah tertangkap"


"Ikat dia. Aku akan memberitahu hali ini kepada Bos"


"Baik" lima tawanan dengan mata yang ditutupi kain hitam tersebut di tarik paksa untuk memasuki ruang bawah tanah oleh sekelompok orang berbadan besar, lalu mengikatnya satu persatu di dinding.


Kring... Kring... Kring...


"Kenapa?" jawab seseorang dari seberang


"Bos, beritahu para pembaca untuk tidak meninggalkan jejak mereka setelah membaca"


"Kau berani memerintahku? Kau lakukan saja sendiri tut... tut... tut..."


"Aishhh. Kau dengar kan pembaca? Jangan lupa like dan beri komentar. Atau aku akan mengikat kalian di pohon cabai!"


*


*


*


*


*


Hayooo ditinggal pas lagi ngegantung - gantungnya😋😂

__ADS_1


__ADS_2