LOVE PSYCHOPATH

LOVE PSYCHOPATH
#PART 14


__ADS_3

#PART 14


Tak beberapa lama kemudian


Pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan sosok Jean dengan rambut basahnya yang tergerai membuat pandangan Jade tak bisa berpaling darinya. Hingga suara ketokan pintu membuat lamunannya menjadi buyar.


"masuk"


"permisi tuan muda, makan malam telah siap" ucap pelayan muda dengan senyuman di bibirnya


"baiklah" jawab Jade dengan singkat


Pelayan itu masih tetap berdiri di tempatnya sambil memandangi wajah Jade yang menurutnya sangat mempesona.


"apa ada lagi? dingin Jade kepada pelayan muda yang bernama Siska itu


"ahh ti-tidak tuan muda, permisi"


Pelayan muda itu memutar langkahnya menjauhi kamar Jade, namun tiba tiba suara tuan mudanya membuat langkahnya terhenti.


"tunggu. Tutup kembali pintunya"


"baik tuan muda"

__ADS_1


Arghhh sial! Sial! Sial! Dasar ******! Jika bukan karena Jade, gue nggak akan bersedia menjadi seorang pelayan. Berani beraninya dia merebut posisiku sebagai Nyonya Regar Jaden Louise.


Batin Siska*


Di Ruang Makan....


Semua orang berkumpul di meja makan dengan posisi Nenek Miya di kursi paling ujung, Teddy dan Diana di sebelah kiri, serta dua kursi kosong di sebelah kanan. Sambil menunggu pemilik kedua kursi itu datang, Teddy menelepon sekretarisnya yang bernama Alex untuk mewakilkannya rapat dengan perusahaan Antony.


"mereka ngapain aja sih? Lama banget. Nggak tahu apa kalau kita sudah lapar" keluh Miya


“sabar Ma, kayak nggak pernah muda saja goda Diana


Dan tak lama kemudian, pasangan pengantin baru itu akhirnya turun dan bergabung bersama anggota keluarga yang lain.


"makasih ma" jawab Jean tersipu malu


Memang perasaanku atau ...., tapi aku yakin tadi muncul sekelebat warna abu – abu di sekitar nenek. Apa dia menyembunyikan sesuatu?


Tanya Jean dalam hati*


Mereka pun melangsungkan acara makan malam bersama dengan tenang, hingga akhirnya Miya membuka percakapan untuk memecah keheningan.


"kalian kapan mau ngasih nenek cicit?" tanyanya membuat Jean tersedak, dengan sigap Jade menuangkan air ke dalam gelas dan memberikannya kepada Jean.

__ADS_1


"iya Jean, Mama sudah nggak sabar lohh buat nggendong cucu"


Jade memperhatikan wanita yang telah menjadi istrinya itu dari ujung matanya. Dia hanya bisa menghembuskan napasnya panjang mengingat hubungannya dengan Jean yang tidak sedekat itu sampai sampai meminta haknya sebagai suami.


“ehh anu... itu, Jean belum bisa janji Nek" jawab Jean membuat ketiga orang di sana mengernyitkan dahinya.


"kalau Jean hamil, nanti kasihan Jade yang jadi super sibuk. Jean takut jade akan kelelahan karena membagi waktunya antara pekerjaan dan calon anaknya. Apalagi sekarang banyak kasus orang hilang, pasti dia akan sibuk Ma" jelas Jean yang diangguki oleh Diana


"ya sudah kalau itu keputusan kalian, mama juga memaklumi kok"


Selesai makan malam, jade mengajak Jean untuk berkeliling rumah yang pada akhirnya dia berhenti di sebuah taman yang terletak di belakang halaman rumah. Matanya menyapu bersih seisi taman itu, terdapat ayunan serta kolam ikan yang berisikan beberapa ikan mas serta koi di dalamnya.


Jean mendekat ke arah ayunan dan langsung mendudukinya, kakinya mendorong dari atas tanah agar ayunan tersebut dapat berayun. Dia memjamkan matanya serta menghirup segarnya angin malam.


"Jean" panggil Jade membuat Jean menoleh ke arahnya


"emmm sebenarnya dari dulu aku itu penasaran, kenapa kamu menerima perjodohan ini?"


"entahlah, mungkin karena aku telah dan mencoba untuk terlepas dari dia" jawab Jean sambil terus mendorong ayunan itu menggunakan kakinya


Siapa? Mungkinkah mantan tunangannya?


Batin Jade*

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote nya yaaa


__ADS_2