
#PART 9
Tok Tok Tok
"Masuk" jawab Jennie sambil membalikkan badannya menghadap ke pintu.
"Ada apa?" tanyanya malas
"Nanti malam ikutlah bersamaku ke restoran X" jawab Zain
"Ele?"
"Dia menginap di apartemen bersama teman - temannya. Lagipula dia tidak memiliki urusan untuk ini"
"Cih"
"Jean!" bentak Zain
"iya"
Zain dapat bernapas lega setelah mendengar jawaban dari putri sulungnya tersebut. Dia pun keluar dari kamar Jean dan kembali ke ruang kerjanya.
Apalagi yang diinginkan oleh Pak tua itu?* Batin Jean
Jean mengangkat kedua bahunya dan melanjutkan melihat - lihat isi dari medsosnya.
Malam harinya...
Jean dan Zain telah tiba di restoran X, mereka duduk di temlat yang telah Zain pesan sebelumnya. Lima kursi? Apakah Zain akan bertemu dengan klien di sini? Jean tidak terlalu memikirkan hal tersebut.
Tak lama kemudian datanglah dua orang yang terlihat seperti suami istri duduk di samping Zain, mereka tampak begitu serasi satu sama lain membuat Jean merasa agak kesal melihatnya. Pasalnya, sejak kecil dia belum pernah melihat dan merasakan kasih sayang seorang ibu.
"maaf kami telat Tuan Derosse"
"Tenang saja Tuan, lagipula kami juga baru sampai. hmm hanya kalian berdua?"
__ADS_1
"ahh putraku akan menyusul, dia itu sangat gila kerja sampai lupa waktu" jawab Nyonya Louise
"perkenalkan ini putriku Jean, dan ini adalah tuan dan nyonya Louise"
"Halo paman, tante"
"Cantik. Mirip seperti Mira waktu masih remaja dulu" Nyonya Louise mengingat kembali masa - masa sekolahnya dulu bersama dengan Mira, ibu kandung Jean.
Mereka pun mengobrol sambil menunggu putra keluarga Louise datang. Jean yang merasa bosan pun akhirnya meminta izin untuk ke toilet.
15 menit kemudian...
Seorang pria tampan terlihat celingukan mencari - cari keberadaan orang tuanya, dia pun menanyakan meja atas nama Tuan Derosse kepada salah satu pelayan yang berada di sana.
"aihh akhirnya sampai juga. Darimana saja kau?!"
"maaf Ibunda ratu, jalanan macet" jawab pria itu sambil memeluk Nyonya Louise membuat mereka yang berada di sana terkekeh melihat tingkahnya.
"silahkan duduk"
"terimakasih tuan"
Zain memanggil pelayan dan memesan makanan, di dalam hatinya dia sangat berharap agar Jean segera kembali. Yang dia takutkan adalah, Jean kabur dan membuatnya malu di depan rekan kerjanya seperti kejadian di masa lalu.
Di detik berikutnya, Jean akhirnya kembali dan duduk di sebelah Zain. Matanya terbelalak melihat pria di samping Tuan Louise. Merasa ada yang memperhatikan, pria itu pun mendongakan kepalanya. Mata mereka bertemu.
"Jean?" seru pria itu membuat para orang tua mengernyitkan dahi mereka dan saling beradu pandang.
"Kalian saling kenal?" tanya Nyonya Louise yang diangguki oleh anaknya yang tak lain adalah Jade. Regar Jaden Louise
"Syukurlah kalau kalian sudah saling kenal. Ada yang mau Papa bicarakan ke kalian" ucap Tuan Louise sambil menatap Zain. Zain yang mengerti pun mengangguk dan mulai bicara.
"Minggu depan kalian akan menikah"
"Apa?!" seru Jean dan Jade bersamaan
__ADS_1
"Apa maksudmu Pak- Yah?!" tanya Jean
"Kalian telah dijodohkan sedari kecil nak. Tante dan Mira dulu itu sahabat, sebelum Mira meninggal dia pernah membuat permintaan agar menjodohkan kalian berdua" jelas Nyonya Louise
"Kenapa terlalu mendadak?" tanya Jade
Nyonya Louise dan Zain saling beradu pandang, ada sebuah keraguan di matanya untuk menjawab pertanyaan dari anaknya.
"I-itu.."
"Ayah sakit dan tak punya banyak waktu lagi" potong Zain
Jean pun membelalakan matanya lalu menoleh ke arah Zain. Sakit? Yang benar saja itu bukanlah sebuah lelucon.
"Maaf selama ini Ayah selalu merahasiakannya darimu Jean" ucap Zain sambil memeluk anak yang sangat di sayanginya tersebut.
"Maaf Ayah selalu mengabaikanmu, maafkan ayah yang telat untuk menolongmu-"
"Cukup!" seru Jean
Sudah cukup kau bersandiwara Zain! Kau tak tahu bagaimana menderitanya aku ketika di King. Kau menggunakanku sebagai alat tukar dengan Helena. Dan sekarang kau malah minta maaf kepadaku? Kau membuatku ingin tertawa Pak Tua* Batin Jean
"untuk perjodohan, aku akan menerimanya. Permisi" Jean meninggalkan semua orang di meja makan
Nyonya Louise yang melihatnya pun panik dan menyuruh Jade untuk mengejar Jean. Tanpa basa basi Jade langsung berlari mencari keberadaan Jean.
Di mana dia? *Batin Jean
Matanya mencari - cari sosok Jean ke seluruh penjuru, hingga akhirnya dia menemukannya di tepi jalan raya dan akan memasuki taksi.
"Tunggu hosh hosh"
"Lepasin gue"
"Maaf, taksinya batal ya pak" kata Jade kepada supir taksi.
__ADS_1
"Jadi ingat masa muda" celetuk supir taksi sambil menjalankan mobilnya
Jangan lupa vote nya yaa 😊😊