
#PART 15
Siapa yang dia maksud? Apakah mantan tunangannya?
Batin Jade*
Memang dulu Jean pernah bertunangan dengan seorang CEO muda dari keluarga Rhicard yang juga merupakan teman masa kecilnya, namun sayangnya Rei meninggal karena mengalami kecelakaan sehingga mobilnya masuk ke jurang dan meledak.
"Bagaimana perkembangan tentang kasus mengenai Ertan?" tanya Jean yang sedari tadi penasaran mengenai manager kesayangannya itu
"haihhh astaga, kami para polisi di buat bingung oleh kasus ini. Pembunuhnya benar benar rapi dalam menutupi bukti. Selain itu, baru baru ini ada laporan orang hilang lagi" keluh Jade sambil mendudukan bokongnya pada kursi panjang yang terletak di bawah pohon mangga.
"Jadi Jean, jangan keluar sendirian ya selama pembunuhnya belum tertangkap" pintanya yang di balas senyuman oleh Jean
Hahaha! Coba kita lihat, seberapa cepat kau akan menemukan pembunuhnya. Astaga lihat wajahnya itu, membuatku muak saja. Apa-apaan perkataannya yang tulus itu. Arghh perutku sakit
Batin Jean*
"wah wah putra kita sudah besar yah Pa" bisik Diana dari balik jendela yang sedari tadi telah memperhatikan anak dan menantunya bersama Teddy
"nggak nyangka loh, Jade kita sudah sebesar itu. Padahal rasanya baru kemarin dia lahir" imbuhnya
"iya Ma, rasa waktu pertama kali membuat Jade juga masih Papa ingat" goda Teddy membuat Diana memukul dada suaminya
Tanpa basa basi Teddy langsung menggendong Diana ala bridal style menuju kamar untuk menyalurkan hasratnya yang telah sedari tadi dia tahan.
Keesokan harinya....
Jean sengaja bangun pagi untuk menyiapkan sarapan di dapur, wangi harum dari masakan itu membuat Linda, salah satu pelayan yang bertugas di dapur terbangun.
Dia mencoba mendekat ke arah bau yang ternyata bersumber dari dapur, matanya membulat ketika mendapati Nyonya mudanya tengah memasak banyak makanan.
__ADS_1
"nyonya muda, maafkan saya yang terlambat bangun sampai sampai Anda memasak sendiri. Saya akan ambil alih, silahkan istirahat nyonya" ujar Linda
"nggak apa apa kok, kamu bantu aku nyiapin ke meja makan saja" Jawab Jean sambil tersenyum ramah
Cantiknyaa. Apakah dia malaikat yang turun ke bumi?
Kagum Linda dalam hati*
(iyaa malaikat. Malaikat maut maksudnya:v)
"baik nyonya, dan perkenalkan saya Linda"
"salam kenal Linda"
"i-iya nyonya"
Astaga cantiknya*
"aku sudah menyiapkan makanan untuk kalian, nanti di makan yahh" ucap Jean sambil menunjukkan makanan yang masih ada di dapur
"terimakasih nyonya muda, Anda baik sekali"
"wangi sekali" ucap Miya yang keluar dari kamarnya
"selamat pagi nek" sapa Jean
"pagi juga sayang. Wahhh banyak sekali makanannya, tumben Linda" gurau Miya dengan menyenggol sikunya ke lengan Linda
"ini semua nyonya muda yang memasak Nyonya" jawab Linda
"woww benarkah? Harusnya kamu nggak usah repot repot nak, biarkan Linda dan lainnya yang mengerjakan" ujarnya sambil memegang tangan Jean dan mengusapnya pelan.
__ADS_1
Dari kejauhan tampaklah seorang yang tengah menatap iri ke arah dapur, Jean yang merasakannya itu pun hanya bisa tersenyum kecil .
Dari keseluruhan warna yang ada di dalam ruangan tersebut hanya ada satu titik yang memancarkan warna hitam. Yahh, dan siapa lagi jika bukan pelayan rumah itu yang bernama Siska
"nggak apa apa nek, lagian Jean juga senang kok masak sarapan untuk keluarga"
"selamat pagi nyonya" sapa Siska yang tiba tiba datang dan memberi hormat kepada Miya, namun menatap benci kepada Jean.
"Siska, coba kamu panggilkan yang lain untuk sarapan" perintah Miya
"baik nyonya" jawab Siska dengan senang hati melangkahkan kakinya menaiki satu per satu anak tangga
Tak lama kemudian, satu persatu anggota keluarga nampak menuruni anak tangga dan mendudukan dirinya di kursi ruang makan. Mata mereka terlihat berbinar melihat makanan yang tersusun rapi di atas meja.
"kamu memang tidak salah pilih menantu Di, lihat hasil masakan dari cucu menantuku" puji Miya kepada Jean membuat semua orang terkejut
Jean memang istri idaman, tapi sayang gue belum mendapatkan hatinya
Batin Jade*
Ruangan itu terdengar ramai akibat canda tawa dari keluarga itu, mereka mulai merasakan kemabli hangatnya keluarga setelah sekian lama. Setelah sarapan, mereka berkumpul di ruang keluarga karena Jade ingin mengatakan sesuatu yang penting.
"ada apa boy? Kenapa kita semua dikumpulin di sini?" Tanya Teddy
Jade berjalan ke arah para pembantu dan menarik kasar tangan Siska hingga dirinya jatuh tersungkur di lantai, tentu saja hal itu membuat semua orang terkejut.
"mulai besok kau dibebas tugaskan Siska dan jangan pernah lagi kau menginjakkan kakimu ke rumah ini" dingin Jade
NANI?!!!!
Jangan lupa like, komen, dan vote yaa
__ADS_1