
#PART 13
Kriett
Pintu terbuka dan menampilkan sosok wanita yang terduduk tak berdaya di dalam kamar tersebut. Perlahan seorang pelayan mendekatinya, dan menyodorkan makanan yang di bawanya.
"bawa kembali makanan itu" lirih sang wanita
Tak menggubris perkataan wanita di hadapannya, pria itu malah menyendokan makanan serta menyuapi wanita tersebut.
Bukankah dia terlalu baik untuk seorang pelayan? Untuk apa dia menyuapiku?
Batin wanita itu*
Diapun mendongakkan wajahnya untuk menatap sang pelayan
"Kenny! Kenap-" ucapannya terhenti ketika pria yang bernama Kenny itu mengangkat jari telunjuknya di sela - sela bibirnya.
"Ssst diamlah"
Dengan berhati - hati Kenny membuka rantai yang mengikat di tubuh wanita itu
"Apa kau gila? Jika ketahuan oleh anak buah Mawar Biru kita akan mati di sini!" bisik Wanita itu
"tenanglah"
Kenny pun membawa wanita itu keluar dari kamar, dan sontak membuat para pengawal di sana menghentikkannya. Jantungnya berdegup kencang, buliran keringat dingin membasahi dahinya.
Jika tahu akan seperti ini, harusnya dia memilih memakan makanannya agar mendapatkan energi untuk menghabisi para pengawal itu. Bagaimana jika mereka berdua tertangkap.
Kenny mengeluarkan secarik kertas dan memperlihatkannya kepada pengawal - pengawal di hadapannya, di detik berikutnya pengawal tersebut langsung membiarkan Kenny membawa wanita itu pergi.
"surat apa tadi?"
"perintah untuk memindahkanmu ke ruang lainnya" jawab Kenny yang di angguki oleh wanita itu
Tapi kenapa rasanya terlalu mudah?
__ADS_1
Batin wanita itu*
Prok! Prok! Prok!
Mata mereka terbelalak melihat banyaknya pengawal yang berdiri berjejer - jejer di depannya. Bagaimana mungkin? Apakah mereka telah menduga jika Kenny akan menyelamatkan wanita itu? Siall! Kenny masuk ke dalam jebakan mereka.
"wahh sepertinya kita kedatangan tamu yang tak di undang bos" celetuk salah satu dari mereka
"heii itu adalah bagianku!"
"m-maaf bos"
Lotus hitam! Mereka telah mulai bergerak rupanya
Batin pria tua yang dijuluki bos tersebut
"tangkap mereka"
Para pria berbaju hitam tersebut langsung maju untuk menangkap Kenny.
"jangan biarkan satupun lolos!" seru bos
Jade melangkahkan kakinya memasuki rumah tersebut diikuti dengan Jean menuju ke sebuah kamar di lantai satu. Para pelayan yang melihatnya langsung memanggilnya dengan sopan.
"Nenek, i'm coming" kata Jade sambil memeluk wanita paruh baya yang tengah terduduk di ranjangnya.
"Masih ingat pulang, hah?! Dasar cucu durhaka" jawab wanita paruh baya itu dengan kesal
"hehe, nenek sakit apa nek? Makanya nek jangan terlalu kecapekan. Lagian ya nek,nenek itu sudah tua masih aja nggak mau istirahat" sindir Jade
"ehh kamu ini yahh, meskipun nenek udah tua tapi nenek ini masih kuat!" elak Miya
"cukup! Kalian ini, setiap bertemu pasti bertengkar!" Diana menjadi penengah antara kedua manusia tersebut
"anakmu ini loh Di, nggak pernah pulang ke rumah"
"Jade kan lagi sibuk nek"
__ADS_1
"halahh alasan kamu, loh loh siapa ini?" tanya nenek Miya setelah melihat sosok Jean yang berdiri di belakang Jade
"dia Jean nek, istri Jade" jawab Jade sambil memperkenalkan Jean
"Cantiknya, dasar cucu durhaka kamu! Nikah nggak bilang - bilang nenek"
"hehehe maap ya nek" celetuk Jade sambil memperlihatkan puppy eyesnya.
Setelah berbincang - bincang agak lama, mereka keluar dari kamar tersebut. Jade yang kelelahan dalam perjalanan memutuskan untuk istirahat di dalam kamarnya bersama dengan Jean.
Jean yang merasakan perutnya terasa berat akhirnya membuka matanya dan mendapati Jade tertidur lelap sambil memeluknya. Astaga ingin sekali rasanya Jean memotong tangan itu, berani sekali dia memeluk - meluk tubuh Jean ketika tidur.
Dia mengambil handphone nya yang terletak di atas nakas, dan menunjukkan pukul 07.00 pm. Di detik berikutnya, dia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.
Suara gemericik air membuat Jade terbangun dari tidurnya, dia melihat ke samping untuk mencari Jean. Sedang mandikah? Pikirnya. Dia mendudukkan badannya sambil memainkan ponselnya.
25 menit kemudian...
Klek! Suara knop pintu terbuka, menampilkan sosok wanita cantik dari balik pintu kamar mandi
"loh? Jean di mana thor? Bukannya Jean yang lagi mandi?" tanya Jade penuh keheranan
"sembarangan kamu! Oh iya. Gue numpang mandi yahh, gue belom bayar tagihan air soalnya, hehe"
"lah terus Jean di mana?"
"nggak-"
"apa sih? Berisik banget" ucap seseorang dari bawah ranjang
"nah itu Jean"
"ya ampun Jean, kok-"
"berisik! Daripada kalian ngoceh nggak jelas, mendingan bilangin deh ke pembaca jangan lupa like, dan vote cerita ini. Udah - udah gue mau tidur lagi. Awas lu" perintah Jean sambil mendorong Jade agar turun dari ranjang dan tidur.
(oh iya kalau kalian lupa dengan cerita yang di atas, kalian bisa buka kembali kok di episode 5😅)
__ADS_1