
#PART 11
Pagi berganti siang, siang berganti malam, hari demi hari pun berlalu tak terasa kini tibalah hari yang dinantikan oleh semua orang, yakni hari di mana bersatunya dua keluarga antara Keuarga Derrose dan Keluarga Louise.
Dua insan berdiri saling berhadapan di depan sang penghulu dengan menggunakan gaun putih serta toksedo berwarna hitam. Digenggamnya seikat bunga oleh pengantin wanita yang menambahkan kesan elegan baginya.
Mereka berdua saling mengucapkan janji suci satu sama lain dan dilanjutkan dengan aksi pertukaran cincin serta pelemparan bunga. Setelah semuanya selesai dilakukan, mereka pun menyapa para tamu yang datang.
Ucapan selamat serta do'a tak pernah dilewatkan oleh para tamu kepada mereka berdua. Sherly, sahabat Jean menangis terharu karena tak percaya jika sahabat satu - satunya itu menikah.
"Jeany jangan tinggalin gue hiks hiks" rengek Sherly sambil memeluk Jean erat
"gue belum mati" Jean menggetok kepala Sherly. Sedangkan Reyhan serta rekan - rekan kerjanya yang lain tengah menggoda Jade.
"akhirnya lu nikah juga bro" celetuk Reyhan
"gue kira lu hom- aww" pekik Marvin ketika mendapat getokkan oleh Jade
"ciee samaan nihh suka nggetokin kepala orang" goda Reyhan membuat Jade salah tingkah. Semua kawan - kawannya saling bertukar pandang memikirkan sesuatu.
"Jangan lupa yahh persiapin diri buat malam pertama" bisik Reyhan kepada Jade. Jade yang tengah minumpun tersedak mendengarnya. Mukanya memerah membayangkan apa yang akan terjadi malam nanti.
__ADS_1
"semangat bro" goda Mavin dan Reyhan bersamaan
"berisik!" seru Jade membuat teman - temannya tertawa
Setelah selesai menyapa para tamu, pengantin baru itu memasuki kamar hotel untuk mandi dan beristirahat. Malam harinya, dua keluarga itu mengadakan makan malam bersama. Tidak seperti biasanya, kini makan malam itu terasa hidup dengan adanya canda tawa yang diselingi dengan godaan kepada pengantin baru.
"Jade ikut papa!" perintah Teddy
Melihat raut muka Teddy yang serius, Jade pun mengikuti ayahnya menuju ke kamarnya.
"loh papa mau kemana?" tanyanya ketika melihat Diana, ibunya mengeluarkan koper.
"papa harus ke Amsterdam sekarang bersama Tuan Derosse, tolong jaga Jean baik - baik. Dia tanggung jawab kamu sekarang"
"dan satu hal lagi..." Teddy menggantungkan perkataannya lalu mendekat ke telinga Jade
"Papa udah siapin di nakas sebelah kiri tempat tidur" bisiknya
"haa?? Maksud papa?" Teddy hanya mengangkat bahunya sambil mengedipkan sebelah matanya membuat Jade bergidik ngeri.
"nanti juga tahu. Udah ke kamar aja sana" celetuk Diana membuat Teddy menahan tawanya
__ADS_1
"Jade anterin ya pa"
"nggak usah, nanti juga ada yang jemput kok"
Jadepun akhirnya memasuki lift menuju kamarnya di lantai 3, karena penasaran dengan perkataan Joshua akhirnya dia membuka isi dari nakas. Matanya terbelalak melihat isi dari nakas itu.
"ngapain?" tanya Jean dari belakang membuat Jade tersentak kaget. Dengan tergesa - gesa dia menutup kembali nakas tersebut.
"ng-nggak" jawab Jade terbata
Dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal serta mengarahkan pandangannya menuju ke seluruh ruangan.
"hmm a-aku mau mandi" imbuhnya yang didapati anggukan oleh Jean
"Jean, sekarang aku tuh suami kamu"
"ya emang, siapa yang bilang bukan?" Jade menghembuskan napas panjang
"siapin air yaa" Jean terdiam sejenak, lalu di detik berikutnya dia masuk ke dalam kamar mandi
Jade menatap punggung Jean yang perlahan menjauh darinya, setelah Jean masuk kamar mandi dengan cepat Jade langsung membuka nakas kembali dan menaruh isinya ke dalam laci paling bawah dari nakas tersebut.
__ADS_1
20 menit berlalu, akhirnya Jade selesai dengan mandinya. Langkahnya terhenti ketika melihat sosok wanita cantik yang tengah terlelap di atas ranjang. Dia menatapnya dengan lekat, dan tanpa sadar senyuman manis terukir di bibirnya.
Jangan lupa di like yaa😊