
#PART 20
Kedatangan sosok wanita yang secara tiba – tiba itu membuat semua orang terkejut, mereka menunduk hormat ketika wanita itu berjalan melintas di hadapan mereka.
Dia mendorong pintu salah satu ruangan di sana, dan terlihat seorang pria yang tengah bercumbu dengan wanita.
“Ehem”
Deheman tersebut berhasil membuat kedua insan itu tersadar dan menoleh ke arahnya sambil membenarkan pakaian mereka.
“B-Bos”lirih pria itu
“apakah pekerjaan yang ku berikan padamu itu terlalu sedikit? Sampai – sampai kau mempunyai waktu untuk bermain, Brian”
“maaf bos, semua pekerjaan telah di serahkan kepada Juan dan Reyhan” jawab pria itu yang tak lain adalah Brian.
Wanita itu mendudukkan dirinya di kursi kebesaran milik Brian, sorot matanya terlihat tajam dan mengintimidasi membuat siapa saja yang melihatnya akan terdiam ketakutan.
Dia mengamati gadis di sebelah Brian yang masih tertunduk menahan malu, sesekali dia tertangkap basah karena melirik wanita yang dijuluki Bos oleh pria disampingnya.
“Kau sudah selesai berpura – pura?” tanya wanita itu to the point.
Brian mengernyitkan dahinya, tak paham dengan perkataan yang dilontarkan oleh Jean
“Berpura – pura? Apa maksud bos?”
“Cukup Emi, kau takkan bisa mengelabuiku. Katakan informasi apa yang kau dapat dari Lotus Merah” Gadis yang semula tertunduk malu itu pun mengangkat wajahnya yang tertekuk masam.
“Cihh. Kau datang di saat yang tidak tepat Jean, hampir saja aku berhasil mengerjai Brian” ucapnya sambil mencebikkan bibirnya.
Brian membulatkan kedua matanya saat mendengar nama Emi, rasanya kesal sekali dikerjai oleh bocah kecil sepertinya. Astaga! Mau di taruh mana wajahnya jika dia ketahuan telah bercumbu dengan anak kecil.
__ADS_1
Terimakasih Bos, kau lah penyelamat hidupku
Batin Brian*
“Hei bocah, berani sekali kau mengerjaiku!” geram Brian membuat Emi terkekeh dan menjulurkan lidahnya mengejek Brian.
“Hentikan kalian berdua” perintah Jean
Atmosfer di ruangan itu pun kembali mencekam, aura yang terpancar dari tubuh Jean membuat kedua sejoli itu merinding. Mereka saling bertukar pandang dan saling menunjuk untuk memulai pembicaraan.
Ayolahh katakan sesuatu* Emi
Bukankah itu tugasmu mata - mata Lotus Merah?* Brian
Tapi kau adalah tangan kanan Kak Jean* Emi
Brian menghela napas panjang, sepertinya kali ini dia harus mengalah dan mencoba untuk memulai pembicaraan.
Jean membulatkan matanya, perihal yang membuatnya khawatir itu akhirnya terjadi juga. Mengingat bagaimana liciknya sang Lotus Hitam.
“Lalu, bagaimana keadaannya?” tanya Jean
“Syukurlah sejauh ini dia masih bisa bertahan, Bos. Dan kami telah mengirimkan Reyhan ke sana” Jean menganggukkan kepalanya menyiimak perkataan Brian.
“Emi, bagaimana dengan kalian?” tanya Jean yang beralih ke Emi
“Tenang saja Kak, semuanya lancar” jawab Emi sambil mengangkat tangannya sambil menepuk kecil dada dengan bangganya.
“Tining siji Kik, simiinyi lincir” celetuk Brian meniru gaya Emi dan langsung saja Brian mendapatkan tatapan horor darinya.
Emi berjalan mendekati meja yang menjadi pembatas antara Jean dan mereka berdua, dia memberikan sebuah USB kepada Jean. Dengan senang hati, Jean menerimanya.
__ADS_1
“kerja bagus Emi” pujinya
“Kau memperlakukan ‘kesayanganku’ dengan baik kan?” tanya Jean kepada Brian dengan senyum smirk nya
“tentu Bos” Brian yang paham dengan perkataan Bosnya itu pun mulai bergidik ngeri, membayangkan apa yang akkan dilakukannya terhadap ‘kesayangan Jean’
Jean pun keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju ruang bawah tanah. Dia meneluduri lorong gelap yang hanya dicahayai oleh obor.
Bagaimana keadaanmu? Sudah lama sekali kita tidak bertemu
Batin Jean*
Drap drap
Jean merasakan ada seseorang yang berlari di belakangnya, diapun menoleh untuk mengecek siapa orang itu. Tapi nihil, lorong itu kosong. Dia pun mulai melanjutkan perjalanannya.
Langkah Jean terhenti kembali ketika merasakan hembusan angin menerpa punggungnya. Dia membalikkan badannya untuk melihat kondisi ruangan. Dia berdecak kesal, apakah ada hantu di dunia ini? Haha bagus sekali Jean belum pernah merasakan membakar hantu.
“kyaaaaaa!!!!!” teriak Jean terkejut ketika melihat seseorang yang tiba – tiba berada di belakangnya
“astaga thor! Suka banget si bikin gue jantungan! Nggak tahu apa kalo gue itu anti banget sama yang beginian!”
“hehe sorry lahh, jangan marah Jean. Nanti cantiknya ilang lohh. Eyaaaa”
“idihh naj*s”
Jean memeprcepat langkahnya dan meninggalkan Author sendirian di lorong yang minim pencahayaan dan sepi tersebut.
Hiks hiks Jean jahat!! Author marah nihh!!
TBC
__ADS_1