
#PART 26
Setelah sarapan, Jean bergegas ke garasi untuk berangkat ke kantor. Sialnya, dia kembali lupa jika mobilnya masih berada di rumahnya. Jade yang sedari tadi memperhatikan Jean langsung menghampirinya.
“Ayo aku antar” tawar Jade
“Nggak usah, aku pesan taksi saja”
“Sudah nggak apa – apa ayo”
“Tunggu! Dengan itu?” Jade melihat ke arah yang ditunjuk oleh jari Jean. Senyum kecil terukir di wajahnya.
“Kenapa? Nggak rela badan aku dilihat orang lain?” goda Jade, karena saat ini dia masih menggunakan kaos putih polos dan juga celana boxer.
Jean melototkan matanya kepada Jade, lalu tanpa pikir panjang dia langsung masuk ke dalam mobil.
“Nanti turunin aku di deket cafe saja” Pinta Jean sambil menatap sekilas Jade yang terfokus ke depan
Tak beberapa lama kemudian, mobil Jean berhenti di depan kantor milik Jean. Dia sengaja tidak memberhentikkan mobilnya sesuai dengan permintaan Jean.
Jean membuka pintu mobil, namun tangannya dicegat oleh Jade sehingga membuatnya terpaksa untuk mengurungkan niatnya.
“Ada yang ketinggalan Jean” Jean mengernyitkan dahinya dan mencoba mengingat – ingat sesuatu yang ketinggalan. Cup! Kecupan lembut mendarat di puncak kepala Jean.
“Ini yang ketinggalan” Ucap Jade tersenyum penuh kemenangan
Jean langsung membuka mobil dan mempercepat langkahnya memasuki kantor, sedangkan Jade masih senyum – senyum sendiri di dalam mobil.
“Wahh makin lengket saja nich” goda Sherly yang tidak sengaja melihat kemesraan dari pengantin baru tersebut
__ADS_1
“Hmm kayaknya sebentar lagi gue bakalan di panggil Aunty deh—Buk!” Jean melemparkan buku tepat pada wajah Sherly.
“Sepertinya pekerjaan yang diberikan untukmu masih kurang banyak” Dingin Jean membuat Sherly meringis membayangkan banyaknya dokumen yang akan tertumpuk di mejanya.
Tanpa mereka sadari, berjam – jam telah mereka lewati dan kini waktunya untuk istirahat makan siang. Suara ketukkan pintu membuat pandangan semua orang teralihkan.
“Nona Jean, mohon untuk ke ruang direktur sekarang” Perintah seorang pemuda tinngi yang bernama Beny, Sekretaris direktur.
"Apalagi yang diinginkan oleh orang tua itu?"
Pikir Jean dalam hati*
Di tempat lain, seorang pria dengan masker dan juga kacamata hitam tengah sibuk memandangi layar handphonenya. Sesekali dia juga melihat ke arah sekelilingnya.
“Semuanya sudah siap?” tanya Pria itu kepada dua laki – laki di belakangnya
“Siap Bos”
“Tenang saja Bos, asalkan ada ini kita pasti tutup mulut kok” Jawab salah satu dari kedua pria itu sambil mengangkat ibu jari dan telunjukknya guna memberi kode.
Sebuah amplop coklat tebal dilemparkan oleh pria bermasker itu, dengan wajah penuh kepuasan kedua pria itu langsung pergi dari tempat itu.
“Terimakasih Bos, senang berkerja sama denganmu”
“Jade, lihat ini!” seru Reyhan sambil menunjukkan laptopnya kepada Jade
Beberapa saat kemudian, mata Jade langsung berbinar setelah melihat layar monitor itu.
“Cepat cari informasi lebih lanjut tentang ini” perintahnya yang diangguki oleh Reyhan.
__ADS_1
Dengan kasus yang terus bertambah, mereka saling berbagi tugas. Jade dan Reyhan menyelidiki tentang kasus kematian Ertan, Yoga dan Bagas menyelidiki tentang orang hilang, sedangkan Reza menyelidiki tentang kasus kecelakaan yang terjadi hari lalu.
*
*
*
Menjelang berakhirnya jam kerja kantor, Jean mendapatkan pesan di Handphone nya.
Jade
Pulang jam berapa? Biar aku jemput
Jean
Nggak usah, aku pesan taxi saja. Sekalian mau ambil mobil di rumah
Jade
Tidak ada penolakan Jean
Jean hanya mendengus kesal akibat sifat dari suaminya yang keras kepala itu. Haruskah dia menjawab Jade? Padahal dia berencana untuk datang ke markasnya.
Jean
30 menit lagi selesai
TBC
__ADS_1
Jangan lupa LIKE, KOMENTAR, dan VOTE yaaa