
Kring... Kring... Kring...
"Ada apa?" jawab seorang dari seberang
"Bos, mereka sudah tertangkap"
"Bagus, ku hadiahkan mereka untukmu. Tapi ingat, jangan sampai mati"
"Baik Bos"
Suara langkah kaki dari pria yang di panggil ketua itu semakin menggema di telinga para tawanan.
"Keluar!" perintahnya yang diiyakan oleh anak buahnya. Dia mendudukkan bokongnya pada sebuah kursi yang terletak di depan salah satu tawanan.
"Hahahaha apakah semua bawahan Lotus Hitam selemah ini?"
"Diam! Jangan pernah menyebut Lotus Hitam menggunakan mulut kotormu itu, Br*ngs*k!" gertak salah seorang tawanan.
Ketua terkekeh melihat wanita cantik di depannya tersebut. Dengan kondisi tubuhnya yang telah terikat tergantung selama berhari - hari tanpa makan dan minum, ternyata masih mempunyai tenaga untuk menggertak Ketua.
"Menyerahlah dan beritahu apa tujuan kalian kemari?" Dia mengusap dagu tawanan cantik itu.
"Cuih. Sampai mati pun takkan ku beri tahu!"
"Hmph oke"
Braak! Pintu tertutup
***
"Wanita yang menarik" gumam Jade tanpa sadar ketika matanya menangkap sosok wanita cantik yang tengah memainkan ponselnya, yah siapa lagi kalau bukan Jean Maysa Derosse.
Dia memberanikan diri untuk melangkahkan kakinya mendekati sosok wanita yang telah menarik perhatiannya itu.
"Ehem" Jean menatap jengah ke arah Jade lalu kembali fokus pada layar Hpnya.
Lahh! Kok malah dianggurin
Batin Jade
"Nggak pulang?" tanya Jade
"Memastikan saja. Siapa tahu ada barang yang hilang" celetuk Jean yang masih fokus pada Hp nya.
"Ehhhh, emang kita maling?!"
"Siapa tahu"
Jade menghembuskan napasnya panjang. Suasana kembali menjadi hening ketika Jade berhenti bicara. Astaga Jean kenapa dia sangat santai dengan suasana seperti ini? Pikirnya.
"Emmm makan yuk" Jade mencoba memecahkan keheningan di antara mereka.
__ADS_1
"Wahh makan nggak ngajak - ajak!" seru Reyhan yang tiba - tiba sudah berdiri di belakang Jade.
Jade menatap Reyhan guna mrmberi kode, namun Reyhan salah mengartikannya.
"Ngapain lo melotot gitu ha?" tanyanya
Jika saja Jean tidak ada di hadapan mereka, pasti Jade sudah menggetok kepala Reyhan menggunakan tangannya.
"Eh mau kemana?" tanya Jade yang melihat Jean beranjak dari duduknya.
"Makan" jawabnya singkat lalu melenggang pergi
Jade menatap heran ke arahnya ketika Jean menghentikkan langkahnya sejenak.
"Jadi makan nggak?" tanyanya membuat Jade tersenyum senang. Tanpa pikir dua kali, Jade langsung mempercepat jalannya menyusul wanita di depannya tersebut.
*
*
*
Malam harinya.....
Jean tengah sibuk memainkan ponselnya di atas ranjang.
"Bosan sekali" ucapnya jengah sambil menutup buku dan mengambil kunci mobil di atas nakas samping tempat tidurnya.
Jean mengedarkan pandangannya untuk mencari seseorang, namun nihil.
Ckittt! Brakk!
"Ck. S*ialan!" umpatnya ketika hampir menabrak seseorang yang menyeberang.
Senyuman terukir jelas di wajahnya, diapun segera turun untuk melihat keadaan mangsa baru nya tersebut.
"Ahh maaf, apa kau terluka?" tanya Jean sambil membantu orang itu berdiri.
"Aduhh" rintihnya
Lututnya terluka akibat tergesek aspal.
"Rumahku ada di dekat sini, mari ku antar" orang itu memperhatikan Jean dengan lekat
"Bukankah kau dokter Jean?" tanya orang itu dengan senang
"Kita saling kenal?" Jean mengernyitkan dahinya
"Aku Kyara, kau ingat?"
Kyara? Siapa? Ehh tunggu. Jangan - jangan!
__ADS_1
"Ahh kau yang waktu itu hampir terserempet mobil kan?" Kyara langsung menganggukkan kepalanya
"Ayo ke rumahku dulu" ajak Jean sambil menuntun Kyara masuk ke dalam mobil.
***
"Wahh rumahmu besar sekali" mata Kyara berbinar - binar ketika memasuki ruang tamu.
"Duduk dulu, anggap saja rumah sendiri, aku akan membersihkan lukamu" Jean mengambil kotak obat di dalam lemari.
Dengan perlahan dia mulai membersihkan luka Kyara menggunakan cairan antiseptik dan memberinya obat merah, lalu membalut menggunakan perban.
"Terimakasih" ucap Kyara yang diiyakan oleh Jean.
Jean berjalan menuju dapur untuk membuatkan minuman dan mengambil beberapa makanan ringan di dalam lemari es, lalu kembali lagi ke ruang tamu.
"Minumlah"
Setelah beberapa menit mereka berbincang - bincang, Kyara merasakan jika kepalanya pusing dan pandangannya pun buram.
"Kau baik - baik saja?" tanya Jean
"Iya" jawabnya sambil meminum jus yang tinggal setengah gelas. Bruk! Kyara jatuh pingsan.
Ke dua sudut bibir Jean terangkat melihat Kyara tergeletak di lantai. Dengan cepat, dia langsung membawa Kyara ke ruang bawah tanah.
Deg!
"Siapa di sana?!" tegas Jean menyadari ada seseorang sedang bersembunyi di pojok ruang tamu
Tanpa basa basi Jean langsung menarik seseorang tersebut.
"Author ngapain sih sembunyi di situ? Bikin kaget aja" ucapnya
"Duhh Jean, gue malu nihh. Balik aja yaa" Author menutupi wajahnya menggunakan kertas
"Ya elah thorr. Kasih tahu dulu kek ke pembaca buat ninggalin jejak sehabis baca"
"Lo aja sana. Gue balik, babay" Author langsung lari keluar rumah Jean.
"Udah tahu kan? Jangan lupa vote dan komentarnya. Atau aku akan mendatangimu ketika tidur" ancam Jean
*
*
*
*
*
__ADS_1
Tbc