
#PART 8
Suara deheman tersebut membuat kakak beradik itu nenoleh ke arah suara. Di sana tampaklah seorang wanita cantik dengan rambut yang tergerai berwarna ombre abu - abu tengah berdiri melipat tangannya di depan dada serta menatap tajam ke arah kedua insan tersebut.
"Ehh Deby" Ucap Sean cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
Wanita yang bernama Deby itu hanya mengangkat satu alisnya, lalu memutar bola matanya malas. Dia membalikkan badannya berniat untuk kembali ke dalam kamar kost nya.
"ehh tunggu - tunggu!" Sean menarik tangan Deby dan membawanya ke hadapan Jean
"kenalin by, kakakku Jean. Dan kak ini Deby" Mata Deby terbelalak ketika mendengar kata "kakak" dia merasa malu karena telah kesal terhadap Sean.
"Pacar?" Sean hanya mengangguk sanbil tersenyum malu
"Jean" ucapnya sambil mengulurkan tangan yang di balas oleh Deby
"Deby"
"ya udah kalian lanjut aja, kakak mau njemput Sherly"
"oke" jawab Sean
"Ehh kak tunggu dulu! Nanti kak Jean pulang kan?"
"lihat aja nanti" jawab Jean santai sambil melenggang pergi
Sampainya di depan kamar kost Sherly, Jean mengetuk - ketuk pintu sambil memanggil nama Sherly. Tak berapa lamapun Sherly keluar dari kamarnya.
"yuk berangkat" ajak Sherly
__ADS_1
"lama banget"
"hehehe sorry"
Sherly mengekori Jean berjalan menuju mobilnya
"mau ke mana Jean?"
"kantor"
"yahh masa ke kantor mulu sihh, belanja yuk"
Jean terdiam sejenak memikirkan ajakan Sherly untuk belanja, lalu akhirnya dia memtusukan untuk mampir ke mall lalu ke kantor.
Malam harinya...
Jean telah bersiap - siap untuk berangkat ke kediaman utama Keluara Derosse, begitu juga dengan Sherly yang di ajak oleh Jean agar ikut dengannya. Kini mereka hanya tinggal menunggu jemputan dari Pak Ali, sopir pribadinya.
*
*
*
Rumah yang terlihat sepi kini menjadi ramai dengan banyaknya orang yang berlalu lalang serta alunan musik yang bisa terdengar dari luar. Jean melangkahkan kakinya memasuki pintu utama diikuti dengan Sherly. Semua mata tertuju ke arahnya. Tokoh utama dalam pesta ini hanya bisa mengeratkan giginya melihat Jean yang terlihat lebih bersinar dibandingkannya.
J*lang ini! Awas kau!* Batin Helena
"yoo bukankah ini putri tertua Keluarga Derosse?" ucapnya sambil melangkah mendekati Jean
__ADS_1
Jean mrenatap datar ke arah adik tirinya. Matanya tertuju pada segelas wine yang dipegang oleh Helena. Dan benar saja, sesuai dugaannya Helena berpura" tersandung dan menumpahkan wine tersebut ke arah Jean.
Hmph! Trik murahan!* Batin Jean
"kau!"
"maafkan aku Jean, aku benar - benar tak sengaja. Ampuni aku" Helena bersujud di depan Jean. Para tamu mulai berbisik menebak apa yang akan terjadi jika mereka tidak melihat kejadian tersebut.
"sepertinya putri tertua Keluarga Derosse sering menyiksa adiknya"
"ya benar, lihatlah wajah Helena yang ketakutan seperti itu"
Begitulah omongan yang terdengar di telinga mereka berdua.
Rasakan itu j*lang*Batin Helena
Jeanpun tersenyum licik, dia membantu Helena berdiri lalu menyiramnya dengan sebotol wine yang terletak di meja samping tubuhnya.
"astaga! Kau-"
"ada apa ini?" suara yang terdengar berat menghentikan perdebatan Helena dan Jean
"ayah lihat apa yang Jean lakukan, dia merusak pestaku hiks hiks"
"(membuang napas panjang) cepat ganti gaunmu. Pestanya akan segera di mulai"
Pesta berlangsung seperti semestinya, mereka tidak menghiraukan lagi tentang perdebatan antara kedua putri Keluarga Derosse.
Keesokan harinya...
__ADS_1
Keluarga Derosse melakukan sarapan tanpa berbicara, hanya dentingan sendok dan garpu yang menghiasi ruang makan tersebut. Dengan cepat, Jean segera menghabiskan sarapannya dan ingin kembali ke kamar. Sherly? Dia memutuskan untuk kembali ke rumah Jean setelah pesta berakhir.
jangan lupa vote yaa😊