LOVE PSYCHOPATH

LOVE PSYCHOPATH
#PART 6


__ADS_3

***PERHATIAN!!***


MENGANDUNG UNSUR KEKERASAN


Ke dua sudut bibir Jean terangkat melihat Kyara tergeletak di lantai. Dengan cepat, dia langsung membawa Kyara ke ruang bawah tanah.


***


Byuurr!


Sontak Kyara langsung tersadar kembali, alangkah terkejutnya dia ketika mendapati dirinya telah terikat di tiang berbentuk salib.


"Astaga apa ini?" serunya dengan terus meronta mencoba melepaskan ikatan tali di tangannya.


"Jangan membuang - buang tenagamu Kyara" ucap seorang wanita dari balik dinding.


"Dokter Jean! Ap-" perkataannya terhenti ketika melihat sosok Jean yang terlihat berbeda dari biasanya.


Tubuhnya gemetar ketakutan merasakan aura yang terpancarkan dari tubuh Jean. Diakah sosok Jean yang Kyara kenal itu? Sorot matanya menggambarkan nafsu membunuh yang sangat kuat.


Di tangannya telah tersedia sebuah cambuk yang siap untuk merobek dan mengoyak kulit Kyara.


"Ada apa denganmu? Apa kau takut?" tanya Jean sambil mencubit dagu Kyara


"Ah-haa ti-tidak"


"Ck! Mungkin banyak orang yang tidak tahu... kalau aku sangat membenci pembohong! Plak"


"ARGH!!!"


Cambukan demi cambukan terus terayun dari tangan Jean, kulit yang semula putih kini menjadi berwarna merah akibat kulit yang robek.


"Hoshh... Hosh... Hosh... Aku mohon lepaskan aku"


"Hmph! Tenang saja, setelah ini aku akan melepaskanmu" Jean meletakkan cambuknya lalu beralih pada sebuah botol berisi air panas.


Tanpa basa - basi, Jean langsung menyiramkan air tersebut ke tubuh Kyara. Dalam sekejap, kulit tubuhnya langsung melepuh dan mengelupas.

__ADS_1


Teriakan kesakitan yang keluar dari mulut Kyara bagaikan melodi yang indah di telinga Jean yang sangat disayangkan untuk dilewatkan.


"Ka-kau gila!" teriak Kyara


"Hm? Apa urusanmu jika aku gila?"


"Lepaskan aku! hosh...hosh.."


"Jangan membuang - buang tenagamu untuk memohon kepadaku. Lebih baik simpan tenagamu itu untuk berteriak kencang. Hahhaha"


"Siapkan api!" perintahnya kepada pelayan setianya


Tak menunggu waktu lama, pelayan tersebut telah menyiapkan wadah besi berisi dengan kobaran api yang menyala.


Jean mengambil sebuah pisau lalu menanamkannya di bawah arang - arang tersebut. Di menit berikutnya, pisau yang semula putih itu terlihat merah menyala.


Kedua bola mata Kyara terkunci pada pisau tersebut. Buliran - buliran keringat membasahi pelipisnya. Semakin dekat dan dekat


Jdeerr!!


Suara teriakan yang dikeluarkan oleh Kyara terkalahkan oleh suara petir yang bergemuruh.


"Bunuh aku sekarang!" perintah Kyara


Jean hanya melirik ke arahnya lalu melanjutkan memanasi besi - besi yang befada di atas nampan.


"Bunuh aku!"


"Hmph. Daripada membunuhmu aku lebih suka melihatmu mati secara perlahan" Tubuh Kyara yang telah melepuh terasa seperti terbakar. Rasa panas itu semakin mejalar ke seluruh tubuhnya, terutama pada perut dan dadanya.


Jean yang melihat pergerakan Kyara langsung tertawa lepas.


"Hahahaa sepertinya obatnya telah bekerja" celetuknya


"K-kau iblis" teriak Kyara


Plaak!

__ADS_1


Cambukan terayunkan kembali dari tangan Jean ke perut Kyara. Hal ini terus dilakukannya guna untuk menjaga kesadaran Kyara.


Setelah puas bermain - main dengan Kyara, Jean memutuskan untuk menghabisinya.


"Sepertinya sudah cukup. Aku akan mengirimu ke neraka sekarang" ucapnya sambil mengambil sebuah pistol dari balik roknya.


"JEAN MAYSHA DEROSSE! SELAMANYA KAU TAK AKAN PERNAH HIDUP TENANG! AKAN KU PASTIKAN JIKA KAU AKAN MASUK KE NERAKA BERSAMAKU!"


Dor! Dor! Dor!


Tembakan tiga kali berturut - turut mendarat di kepala Kyara, seketika raga Kyara tak bernyawa lagi.


*


*


*


"Hahh senangnya" ucapnya setelah membersihkan dirinya di kamar mandi.


Kring... Kring... Kring...


Jean berdecak kesal setelah melihat nama yang tertera di layar Hpnya. Telah berulang kali dia mengabaikan telepon tersebut, namun si penelepon tidak mau berhenti menghubunginya.


"Ada apa? Bukankah aku sudah memberitahumu untuk tidak menghubungiku lagi?!"


"Itu... Jangan lupa vote yaa"


*


*


*


*


*

__ADS_1


Tbc


maaf baru bisa update🙏


__ADS_2