LOVE PSYCHOPATH

LOVE PSYCHOPATH
#PART 28


__ADS_3

#PART 28


Jean yang terbangun menggeliatkan tubuhnya agar tidak kaku, dipandanginya wajah Jade yang nampak serius dengan laptop di pangkuannya.


Deg! Mendadak jantung Jean berdegup lebih cepat dari biasanya, diapun segera menggelengkan kepalanya membuang jauh – jauh pemikirannya tentang Jade.


Sedangkan Jade yang masih berkutat dengan laptopnya belum menyadari akan Jean yang sudah terbangun dan berjalan ke arah kamar mandi. Suara gemericik air shower membuat Jade menengadahkan kepalanya mencari wanita yang telah menjadi istrinya.


Cklek! Suara knop pintu yang berputar, pintu kamar mandi terbuka perlahan dan menampilkan Jean dengan bathrobenya. Buliran – buliran air yang masih menempel di sebagian tubuh membuat Jade menelan salivanya dengan kasar.


Astagaa bertahanlah adik kecilku!!


Pinta Jade dalam hati*


Jean yang melihat Jade terbengong ke arahnya langsung melambaikan tangannya di depan wajah Jade.


“Jade, are you ok?” sontak Jade tersadar akan lamunannya dan tersenyum kepada Jean, lalu meletakkan laptopnya di atas meja.


“Sini duduk” ucapnya sambil menepuk – nepuk pahanya


Jean terdiam dan menatap Jade bingung, tangan Jade terulur menarik tangan Jean untuk membantunya duduk di atas pangkuannya. Dipeluknya erat tubuh Jean sambil menciumi bau tubuh Jean yang masih segar itu.


“Jade..” lirih Jean


“Sssst diamlah, biarkan aku memelukmu sebentar” Jawab Jadde sambil menempatkan wajahnya pada dada Jean.


Jean yang merasakan adanya sesuatu yang mengeras di bawah sana hanya terdiam, dia melirik pada laptop yang berada di sampingnya dan mulai membacanya.


“Kau pasti lelah kan? Apa kasus – kasusnya sudah terselesaikan?” tangan Jean mengusap lembut rambut suaminya. Namun jauh di dalam lubuk hatinya dia tersenyum dengan penuh kemenangan.


Jean mendengus kesal dan menggelengkan kepalanya, “Kami benar – benar di buat kacau, Jean”


“Baru saja kami menemukan celah, tiba – tiba muncul kasus lain. Entah ini suatu kebetulan atau bukan” imbuh Jade dengan tatapan sendu.


Jean tersenyum kecil mendengarnya, dengan cepat dia mengubah ekspresinya agar tidak di sadari oleh Jade.


Oke, it’s show time

__ADS_1


Jean membalas pelukan yang diberikan oleh Jade dan juga dia memberi tepukkan kecil pada bahu Jade agar tenang. Jade menengadahkan kepalanya untuk menatap wajah Jean, keduanya saling tersenyum.


Jade memegang pipi Jean dan mengecup bibirnya sekilas, hanya kecupan tidak lebih. Wajah Jean memerah seketika, dia menolehkan wajahnya menghindari tatapan Jade.


Astaga apa – apaan jantungku ini, kenapa malah berdetak kencang sekali


Batin Jean sambil memegang dadanya.


Jade yang melihat wajah merah Jean seperti udang rebus tak menyia – nyiakan kesempatannya, dia kembali mengecup pipi istrinya tersebut lalu memeluknya dengan erat.


“Bolehkah aku?” bisik Jade di telinga Jean membuatnya menggeliat merasakan geli pada telinganya.


“Jean?” tanya Jade dengan tatapan memelas membuat Jean memnganggukkan kepalanya dengaan maluu – malu.


Mendapat lampu hijau dari Jean, Jade langsung mengecup bibirnya pelan. Jean menyentuh dada Jade dan meremas kaos oblongnya dengan erat.


Jade menelusupkan tangannya pada rambut pirang Jean serta menekannya untuk memperdalam ciuman mereka yang telah berubah menjadi sebuah l*m*atan panas.


Lenguhan demi lenguhan lolos begitu saja dari mulut Jean, membuat gairah Jade semakin memuncak.


“Jade” lirihnya di tengah – tengah ciuman panas itu


Napasnya memburu ketika merasakan ciuman Jade yang perlahan mulai turun ke leher Jenjang Jean.


Di kecupnya pelan leher Jean dengan sesekali menghisapnya sehingga meninggalkan bekas berwarna merah di sana.


“Ahh” Jean segera menutup mulutnya menggunakan punggung tangannya setelah sadar mengeluarkan suara tersebut. Matanya mulai sayu ketika tangan kekar Jade merem*as dadanya


“Jangan menahannya Jean, aku suka suaramu itu” lirih Jade sambil menarik tangan yang menutupi mulut Jean.


Diapun melepas kaos oblongnya dan kembali mel*mat bibir ranum milik Jean. Tangan Jade bergerak mengusap lembut bagian perut Jean.


Perlahan dia mulai melepas bathrobe Jean, dan membuangnya ke sembarang arah lalu mengecup semua titik pada dada Jean. Tangannya bergerak mengusap bagian punggung Jean untuk mencari pengait bra yang masih terkunci.


Jade sedikit memundurkan badannya untuk melihat pemandangan indah di hadapannya, lalu tangannya mulai meremas bongkahan kenyal tersebut serta menghisapnya dengan rakus. Sesekali dia menggigit p*ting Jean sehingga membuat si empu nya kembali mendesah.


Tanpa mau berlama – lama, Jade pun melepaskan celana boxernya dan segera melakukan penyatuan pada milik Jean.

__ADS_1


“Aahhh” Jean menggigit bibir bawahnya agar suara aneh tersebut tidak bisa lolos dari mulutnya lagi.


Jade terdiam sesaat, menikmati rasa dari penyatuan tersebut. Lalu, dia mulai menggerakan pinggulnya dengan pelan membuat Jean yang sudah tak tahan akhirnya memintanya agar lebih cepat.


“Lebih cepat Jade” Jade tersenyum dengan penuh kemenangan, dia langsunng menggerakan pinggulnya dengan irama yang lebih cepat.


“Ahh .... Emh Jade Ahh” Desah Jean sambil melingkarkan tangan dan kakinya pada tubuh Jade.


Suara decitan ranjang serta desahan Jean menggema dalam kamar itu, dinginnya AC tak lagi dirasakan oleh kedua insan yang tengah memadu kasih tersebut.


Jean yang sudah berkali – kali melepaskan pelepasannya pun mulai kesal kepada Jade yang sama sekali belum menunjukkan tanda – tanda mencapai puncaknya.


“A-aku, aku lelah Jade”


“Baru 30 menit sayang. Tunggu satu setengah jam lagi” jawab Jade sambil ******* bibir Jean agar berhenti mengelluhh.


Jean yang mendengarnya pun langsung melototkan matanya. What? 2 jam? Dasar S*inting!! Sungguh Jean sangat merasa lelah kali ini. Bagaimana bisa dia menahan kantuknya dalam waktu 1,5 jam?


Dan benar saja setelah satu setengah jam, Jade langsung melepaskan pelepasannya dan ambruk di atas badan Jean. Jean merasakan adanya cairan panas yang tumpah dalam rahimnya.


“Terimakasih sayang” ucap Jade sambil ******* bibir Jean


“Aku mau lagi Jean” Jean melototkan matanya ketika merasakan senjata Jade yang masih tertancap dengan sempurna itu mulai mengeras.


“Aku lelahh” rengek Jean dengan tatapan memelas


“Faster” Jawab Jade sambil memaju mundurkan pinggulnya membuat Jean tersontak kaget.


“Pelan – pelan Jade”


“Kalau pelan namanya bukan cepat sayang. Aku janji 30 menit” Jean pun hanya pasrah kepada lelaki di atasnya itu.


Setelah melepaskan pelepasannya yang kedua kali, Jade membaringkan dirinya di samping Jean yang sudah terlelap dari tadi. Matanya mulai menutup dan memasuki alam mimpi.


TBC


Jangan lupa LIKE, KOMENTAR, dan VOTE yaaa

__ADS_1


__ADS_2