LOVE PSYCHOPATH

LOVE PSYCHOPATH
#PART 2


__ADS_3

Tingtong! Tingtong! Tingtong! Tingtong! Tingtong! Tingtong! Tingtong! Tingtong! Tingtong!


Suara bel pintu membangunkan gadis cantik yang tengah terlelap akan tidurnya.


"Ck. Berisik!"


Dengan mata yang masih setengah terpejam dia melangkahkan kakinya menuju pintu utama. Pintu terbuka dengan perlahan dan memperlihatkan sosok wanita cantik dengan tahi lalat di bawah bibirnya serta rambut yang dikuncir kuda tengah berdiri memandangi jam tangannya.


"Ya ampun, Jean! Kenapa belum siap juga?! Ja-" suaranya yang begitu melengking langsung menusuk telinga dan membuat wanita itu tersadar sepenuhnya.


"Ck. Berisik!"


"Cepat bersiap, ku buatkan sarapan. Cepat Jean, kita udah mau terlambat" perintah wanita yang bernama Sherly sambil mendorong paksa punggung Jean masuk ke dalam kamar.


Tak membutuhkan waktu lama, Jean telah menyelesaikan mandinya. Dia segera menyusul temannya untuk sarapan. Tak ada percakapan yang terlontar dari mulut mereka berdua, sarapan tersebut berlalu dengan keheningan.


Sherly melirik ke arah Jean lalu menghela napasnya panjang.


Anak ini, selalu saja diam. Kenapa dia betah banget sih?


Batin Sherly


"Eh Jean. Lo tau nggak?-"


"Nggak" jawab Jean dengan wajah datar


"Dengerin dulu sampai habis ih!"


Sherly menggaruk tengkuknya yang tidak gatal lalu melanjutkan lagi perkataannya. Yah, itu memang kebiasaannya. Hampir setiap pagi dia datang ke rumah Jean untuk numpang sarapan dan bergosip pagi, lalu berangkat kerja bersama.


"Nggak ada waktu. Ayo berangkat" jelas Jean sambil mengambil kunci mobil dari tasnya.


"Gue ikut lo ya, hehe" Jean hanya menatapnya jengah lalu membiarkan Sherly mengikutinya dan masuk ke mobil belakang.

__ADS_1


"Lo kira gue supir lo hah? Pindah depan" perintah Jean, yang diperintah hanya cengengesan sambil membuka pintu mobil.


Jean mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kantornya. Dia bekerja di salah satu kantor perusahaan milik ayahnya dan bekerja di bagian desain bersama dengan Sherly.


Walaupun bekerja di bagian desain, dulu dia kuliah di fakultas kesehatan. Dia juga pernah menjabat menjadi dokter selama satu setengah tahun. Namun, entah apa yang merasukinya sehingga dia lebih memilih keluar dari rumah sakit itu dan berpindah profesi menjadi desainer.


30 menit kemudian...


Orang - orang berlalu lalang di dalam kantor, mereka tersenyum dan menyapa Sherly dan Jean yang baru datang. Berbeda dengan Sherly yang menyapa balik, Jean hanya menatap mereka jengah, bagaimana tidak? Dia dapat melihat kebohongan dari warna abu - abu yang muncul ketika orang - orang menyapanya.


Warna abu - abu itu terlihat semakin jelas menutupi ruangan, hal ini menunjukkan adanya rasa marah, iri, dan kesal dari orang - orang yang mendiami ruangan tersebut.


"Jean, lo nggak bareng Manager Ertan?" tanya salah satu karyawan di sana yang bernama Bella.


"Nggak, kenapa?" jawab Jean dingin


"Belum datang dia, kan biasanya bareng lo"


*


*


*


Jam menunjukkan pukul 4 sore, menandakan telah selesai nya jam kerja. Terlihat semua orang keluar masuk dari pintu ruangan mereka masing - masing menuju tempat parkir.


Jean memutuskan untuk mampir ke sebuah cafe di dekat kantornya untuk makan malam. Tentu saja Sherly tak akan menolak tawaran tersebut.


Cafe yang bernuansa klasik tersebut menjadi tempat favorite Jean untuk menenangkan pikirannya. Kring! Bel berbunyi ketika seseorang membuka pintu cafe.


Mata semua orang tertuju pada kedua sejoli cantik yang masih melangkah masuk ke dalam cafe.


"Wihh gila cantik bener"

__ADS_1


"Boleh kenalan nggak mbak?"


"Ciee cantiknya"


Begitulah orang - orang menggoda Sherly dan Jean. Dua sejoli itu hanya mengabaikan mereka semua, dan berlanjut mencari meja yang kosong.


"Pelayan" panggil Sherly


Pelayanpun segera datang dan mencatat semua pesanan yang dilontarkan oleh Sherly. Tak perlu menunggu lama, makanan pun tiba.


"Huahhh kenyangnya" celetuk Sherly mendapatkan tatapan tajam dari Jean.


"Lo kan tajir, masa segini perhitungan banget sih" gerutunya. Jean mengambil tasnya lalu beranjak dari kursi.


"Eh mau ke mana?" tanya Sherly gelagapan, dia kira Jean akan pulang meninggalkannya sendirian di cafe.


"WC"


Sherly mengambil Hp dari dalam tasnya dan membuka - buka akun medsosnya untuk mengurangi rasa bosan.


Bruk!!


*


*


*


*


*


Jangan lupa like dan komennya ya🤗

__ADS_1


__ADS_2