LOVE PSYCHOPATH

LOVE PSYCHOPATH
#PART 23


__ADS_3

#PART 23


"Oh iya Jade, kalian berencana mau honeymoon kapan?" Jean terlonjak kaget dan akhirnya tersedak ketika ingin menelan makanannya.


Dengan cepat, Jade memberikan gelasnya untuk diberikan kepada Jean sambil menepuk nepuk kecil punggung istrinya itu. Reyhan masih tetap menatap pasangan pengantin baru itu dengan penuh selidik.


"Jangan bilang-"


BRAKKK!!


Suara seperti hantaman keras itu membuat semua orang yang berada di cafe terlunjak kaget dan menoleh ke arah luar. Terlihat orang orang yang mengerubungi sesuatu, karena penasaran akhirnya Jade dan yang lainnya iktu keluar untuk melihat keadaan.


Nampak seorang wanita yang tergeletak di aspal dengan darah yang mengalir deras di bagian belakang kepalanya, melihat para pria yang memakai seragam polisi mendekat ke sana, semua orang memberikan akses lebih untuk memudahkan para polisi itu berjalan.


Jean yang memang seorang dokter langsung meminta Jade untuk memindahkan gadis itu untuk mengecek keadaannya.


"Sudahkah kalian memanggil ambulan?" Tanya Yoga sambil mengedarkan pandangannya ke semua orang

__ADS_1


"Sudah Pak, tapi mungkin akan sedikit terlambat datang karena macet" Jelas salah satu orang di sana.


Beruntungnya, terdapat mobil polisi yang tengah berpatroli di jalan itu sehingga gadis itu bisa di larikan ke rumah sakit terdekat.


Sampainya di rumah sakit, gadis itu langsung dibawa ke ruang IGD untuk penanganan lebih lanjut. Jean, Sherly, Bagas, dan Jade menunggu di depan ruangan, sedangkan teman temannya yang lain tengah menyelidiki tempat kejadian perkara.


Jade membuka tas korban untuk mencari identitas dari wanita itu, dia mengambil handphone dari tas itu dan beruntungnya handphone itu tidak dikunci sehingga memudahkan Jade untuk menghubungi orang terdekat korban.


Matanya tertuju pada sebuah nama teratas yang bertuliskan Herry👿 tanpa pikir panjang dia langsung menelponnya. Jade masih setia menunggu jawaban dari seberang sampai pada dering ketiga terdengar dari ponsel itu.


"Halo?"


"Maaf Anda siapa? Dan kenapa ponsel teman saya berada di tangan Anda?"


"pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan di depan cafe xx, dan sekarang dia berada di rumah sakit"


"Baiklah, Saya segera ke sana"

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, seorang pria datang dengan langkah yang tergopoh gopoh. Setelah bertanya kepada resepsionis dia segera datang ke ruang IGD. Di sana ada empat orang yang tengah terduduk di depan ruangan.


Jade yang menyadari kedatangan pria itu langsung berdiri menyambutnya. Napas pria itu masih terengah engah, dia menarik napas panjang dan menghembuskannya.


"Dengan saudara Herry?" tanya Jade memastikan, pria itu hanya menganggukan kepalanya dan menatap Jade.


Jade memberikan tas wanita itu kepada pria dihadapannya, tangan pria yang bernama Herry itu terulur menerima tas berwarna merah, tangannya bergetar melihat tas pemberiannya kepada wanita yang kini tengah terbaring di atas ranjang dengan keadaan yang memprihatinkan.


"Terimakasih tuan" ucapnya dengan membungkukan sedikit badannya kepada Jade


Jade tersenyum ramah sambil menepuk pundak Herry dengan tujuan untuk sedikit menenangkannya.


"Baiklah, aku akan pergi untuk menyelidiki lebih lanjut tentang kecelakaan ini" ucapnya sebelum melenggang pergi bersama Yoga.


Mata Herry memperhatikan punggung Jade semakin menghilang dari pandangannya, lalu matanya memperhatikan kedua wanita yang berjalan mendekatinya. Semakin dekat dan dekat, dahinya mengernyit ketika mendapati sosok wanita yang nampak tak asing baginya.


Bukankah dia Jean?

__ADS_1


Batin Herry*


TBC


__ADS_2