
Seorang gadis bernama Zanna Bella yang biasa disapa bella merupakan remaja biasa yang putus sekolah karena tidak mampu dalam hal ekonomi, tidak ada yang istimewa dalam hidupnya, dia menjalani hidup dengan cara yang monoton dan membosankan yang selalu dipenuhi dengan keadaan serba kekurangan dan kesepian sejak kedua orang tuanya bercerai dan memilih jalani hidup masing-masing, bella gadis yang malang hidup mandiri tanpa meminta bantuan keluarganya dan memilih menjalani kehidupannya seorang sendiri.
Sehari-hari bella bekerja di kedai kopi tidak jauh dari kontrakan tempat tinggalnya.
__ADS_1
"Ah sore ini sudah mendung saja, kali ini aku harus membawa payung." Ucap bella sebelum berangkat kerja. Terasa hembusan angin ditubuh bella dan rintik-rintik air hujan mulai membasahi jalanan yang ia lalui, sore itu perjalanan menuju kedai kopi terasa lama. "Uh kenapa anginnya kencang sekali, aku seperti akan melayang, aku harus lari sebelum pakaianku menjadi lebih basah." gumam bella dalam hati.
Bella berlari sebisa mungkin dibawah payung kecilnya menuju tempat kerja, dipertengahan jalan bella bertemu seorang laki-laki seusianya sedang bersandar duduk dikursi pinggir jalan, ia terhenti dan menghampiri laki-laki itu, "hei apa kau tidak kedinginan, kenapa kau tidak berteduh dan memilih basah kuyup begini." Ucap bella sambil memayunginya. Laki-laki itu hanya menatap bella tanpa mengucapkan sepatah katapun, tanpa basa-basi lagi bella memegang tangannya dan menarik laki-laki itu menuju kedai kopi tempat ia bekerja.
__ADS_1
Kemudian bella mempersilahkan laki-laki itu duduk sembari memberikannya handuk dan sebuah hoodie miliknya. "Hei pakai ini, nanti kau bisa kena flu kalau memakai pakaian basah lebih lama dan pakailah hoodie milikku, aku pikir ini akan muat dibadanmu" ucap bella. Laki-laki itu menatap bella dengan serius sambil berkata "namaku Rain jangan panggil aku hei" tegasnya pada bella. "Ah maafkan aku, aku lupa bertanya namamu dan dengan lancang membawamu kesini, perkenalkan namaku Zanna Bella, panggil saja bella." Penuh dengan rasa canggung bella memperkenalkan dirinya sembari memberikan senyuman pada rain seorang laki-laki yang barusan ditemuinya itu.
"Terima kasih, aku akan menggunakannya" ucap rain sambil mengambil handuk dan hoodie ditangan bella. "Ah iya, ruang gantinya sebelah sana." ujar bella sambil menunjuk salah satu ruangan dikedai kopi sambil melangkah meninggalkan rain dan melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1
Tidak lama Rain keluar dari ruang ganti selesai mengganti bajunya yang basah kemudian duduk disamping dinding kaca sembari menatap hujan yang belum berhenti. "ya Tuhan kenapa dia terlihat tampan sekali, Astaga! apa yang kupikirkan" celoteh bella dalam hati, kemudian bella menghampiri rain sambil membawa segelas minuman lemon tea hangat. "Minumlah, lemon tea hangat akan membantumu menghangatkan badan, anggap saja ini sebagai balasan permintaan maafku karena tanpa pikir panjang langsung membawamu kemari, kau pasti kaget ya ada orang yang tidak dikenal tiba-tiba mengajakmu berlari dan memulai obrolan denganmu tapi jangan salah paham, aku tidak bermaksud apapun padamu, aku hanya tidak bisa membiarkan seseorang berada ditengah-tengah hujan deras tanpa perlindungan seperti itu" ucap bella panjang lebar berkata sambil tertawa pelan menahan rasa malunya, sedangkan Rain laki-laki dengan sosok seperti pangeran tampan dicerita dongeng Kerajaan maupun seperti seorang idol dengan sikapnya yang cuek dan dingin tidak mengatakan apapun dan tetap menatap hujan dibalik dinding kaca, kemudian tiba-tiba Rain memegang tangan Bella.