
Satu bulan berlalu... Karen berjalan menyusuri lorong rumah sakit.. di temani Nadya di samping nya... "Nad.. aku benar-benar takut..!! bagaimana jika aku tidak hamil? itu pasti akan membuat Rain kecewa...'' ucap nya..
Nadya tersenyum.. ''kau bahkan belum, mengecek nya.. kita berdoa saja, semoga Tuhan meniupkan keajaiban kecil nya untuk mu.. dan ada malaikat kecil di perut mu..!!'' jawab Nadya... Karen tersenyum ... "Semoga saja Nad..'' jawab nya .
Karen pergi ke Dokter kandungan dia ingin memeriksa kehamilan nya, hati nya berdegup dengan kencang, sesaat ketika Dokter itu, membuka hasil pemeriksaan nya.. Dokter itu tersenyum.. "Selamat ibu Karen, anda positiv hamil.. kandungan ibu sudah memasuki, usia empat bulan.." ucap nya..
Karen terkejut tidak percaya, dia benar-benar sangat senang.. dia memeluk Nadya yg ada di samping nya, "selamat ya Ren.. akhir nya yg kau tunggu selama ini..!! kita harus cepat. beri. tahu Rain.." ucap nya Karen mengangguk..
"Bu Karen, kandungan mu, masih muda.. kau. harus menjaga nya dengan baik.. dan harus banyak istirahat.." ucap dokter itu.. Karen mengangguk.. "baik dok, terima kasih.." jawab nya "Nad, aku benar-benar bahagia.." ucap nya..
__ADS_1
Nadya terenyum mendengar nya..
"Nad, apa hubunganmu dengan kakak ku, sungguh benar-benar berakhir..? apa kayu pernah memulai nya..?" tanya nya.. Nadya hanya tertawa.. "berakhir, tanpa aada yg memulai nya Ren,.. aku tidak memyulai, dan tidak juga mengakhiri nya.." jawab nya..
"aku tahu, Cinta ku hanya sepihak, dan aku sudah menyerah.. aku tidak mau memaksakan perasaan Vikar.. aku tahu hati nya untuk siapa.. aku tidak ingin hidup dengan orang yg tidak mencintai ku..!! aku tidak mau, seperti Bunga.. itu hanya menyiksa ku sendiri.. aku ingin hidup dengan orang yg juga mencintai ku.." jawab nya..
Karen. tersenyum.. "Aku berharap kau menemukan orang yg tulus pada mu Nad.." ucap nya, Nadya tersenyum.
"Aku berharap Vikar mendapat kebahagian nya, dan bisa bersatu dengan wanita yg di cintai nya... aku tidak berharap apa pun pada nya, aku yakin di luar sana masih ada yg mencintai ku tulus.." batin Nadya...
__ADS_1
Mereka keluar meninggal kan rumah sakit.. terlihat Kefin yg menungggu nya di depan Lobi. "Naad..." panggil nya Nadya tersenyum melihat nya.. Kefin berlari menghampiri mereka.. "Bagaimana non..?" tanya nya pada Karen.. Karen mengangguk.. Kefin terlihat senang.. "selamat Nona Karen.." ucap nya.. "rahasiakan ini dari Rain, aku akan memberi nya kejutan.." ucap Karen.. Kefin mengangguk.. "baik non... Ayo masuk non, saya akan antar kalian pulang.." ucap nya Mereka pulang bersama..
Kefin menatap Nadya.. "Aku bersyukur mereka kini, benar-benar bahagia..!!" ucap nya, Nadya mengangguk.. "iya perjalanan mereka terlalu, sulit, untuk sampai pada titik ini.." jawab nya,
tiba- tiba saja Kefin menggegam tangan nya.. Nadya terkejut melihat nya.. "Apa aku juga bisa bahagia seperti mereka bersama mu..? apa kau masih menyimpan perasaan mu, untuk Vikar..? bisa kah aku masuk ke dalam nya dan mengambil rasa itu,,..? aku akan berusaha menghilangkan sakit mu.. dan selalu membuat mu bahagia..!! aku sudah terlalu lama memendam ini, dan sekarang, aku baru berani untuk mengatakan nya pada mu.." ucap nya..
Nadya melihat ketulusan di mata nya.. dia tersenyum.. Nadya kembali menggegam tangan Kefin.. "Ayo kita coba.. kita bisa memulai nya, aku akan berusaha, walau pun kau harus perlahan masuk untuk memenangkan hati ku.. tapi aku, kan membuka hati ku untuk mu.." jawab nya..
Kefin tersenyum.. "Kalau begitu, boleh aku memeluk mu..?" tanya nya.. Nadya mengangguk... Kefin memeluk Nadya... Rain dan Karen melihat nya,.. mereka tersenyum.. "seperti nya mereka menemukan, di ana hati merek tertaut.." ucap Rain..
__ADS_1
Karen mengangguk.. "Kau benar,, semoga saja mereka bisa bahagia seperti kita.." jawab nya...
bersambung