
"Oh tidak, ini tidak baik buatku, kenapa tiba-tiba perutku sakit, jangan sampai aku kentut di dalam mobil terlebih lagi di samping rain" ujar bella dalam hati, "Bella, masuklah" ucap rain menyuruh bella masuk ke dalam mobilnya. "Hmm aku pikir aku harus cepat-cepat pulang, bagaimana kalau kau antarkan aku pulang kerumah saja" ucap bella yang mulai cemas akan dirinya sendiri. "Apa ada sesuatu atau kau menyuruh kita berbicara dirumahmu?" ujar rain padanya. "Ah bukan apa-apa, hanya aku rasa ini bukan waktu yang tepat untuk kita bicara, bagaimana kalau besok saja" ucap bella yang menahan agar ia tidak buang angin sembarangan, "bella, aku sudah menunggumu selama beberapa jam, tidak kah kau ada waktu sedikit saja untuk mendengarkan penjelasanku?" ujar rain yang menahan bella untuk tidak segera pulang kerumahnya. "Ini sangat tidak baik, perutku semakin sakit, untuk kembali ke kedai kopi kurasa tidak memungkinkan dan ini sudah diperjalanan dan aku tidak tau dia akan membawaku kemana, jangan sampai aku kelepasan dan mempermalukan diriku sendiri di depan rain, aku sadar bau kentut sakit perutku itu bahkan bisa membunuh tikus, sebaiknya aku jujur saja" ucap bella dalam hati sambil menahan sakit perutnya.
"Rain, aku ingin jujur padamu, sebenarnya aku sakit perut dan aku harus secepatnya pulang kerumah" ucap bella pada rain. "Haruskah kita kerumah sakit" jawab rain padanya, "Ah tidak perlu, ini hanya sakit perut biasa saja, mungkin karena aku belum makan" ucap bella.
__ADS_1
"Baiklah sebaiknya kita beli obat dulu, habis itu kita makan malam" ujar rain yang tidak ingin meninggalkan bella sendirian di saat sakit, "bagaimana ini, aku rasa rain salah paham atas sakit perutku, aku hanya ingin buang air besar" keluh bella dalam hatinya, "Rain, ku mohon sebaiknya kau antarkan aku pulang kerumah dulu, besok baru kita lanjutkan pembicaraan kita yang tertunda ini" ucapnya meyakinkan rain sembari memegang lengan rain, sementara itu rain dengan cemas menatap wajah bella yang gelisah menahan sakit perutnya. "Baiklah, aku mengerti, sekarang aku antarkan kau pulang kerumah" ucap rain, "terima kasih rain, sudah mengerti keadaanku, rumahku tidak jauh dari sini" ujar bella sembari menunjukkan arah jalan menuju rumahnya.
Sesampainya mereka di depan rumah kontrakan bella, "aku permisi dulu rain, maaf sudah membuatmu menungguku tadi dan juga maaf sudah menyatakan perasaanku waktu itu, aku hanya terbawa perasaan saja, jadi mohon dilupakan" ucap bella sambil bergegas keluar dari mobil rain. "Bella tunggu, aku minta nomor teleponmu, nanti akan ku hubungi" ujar rain, "baiklah, ini nomor teleponku" ucap bella dengan tergesa-gesa memberikan nomornya pada rain, kemudian bella secepat mungkin meninggalkan rain yang masih berdiri di depan kontrakannya.
__ADS_1
Sedangkan rain kembali ke apartemennya setelah gagal ingin menjelaskan sesuatu kepada bella, sesampainya rain diapartemennya, ia berbaring sejenak ditempat tidurnya menghilangkan lelahnya, kemudian ia mengambil handphone disaku celananya, dilihatnya begitu banyak pesan masuk dan panggilan tak terjawab dari ayah dan ibunya yang mencari keberadaan rain.
Rain langsung menghapus pesan itu tanpa membacanya dan hanya mengirim pesan ke bella, "Bella, ini aku Ryota Rain" pesan singkat yang dikirimnya ke bella, kemudian setelah beberapa saat tidak ada balasan apa pun dari bella. "Bella, apa kau baik-baik saja?" ucap rain hendak mengirim pesan lagi ke bella, kemudian dihapusnya, "apa-apaan aku ini, sejak kapan aku sepeduli ini, bukankah aku nanti mengganggu istirahatnya, hubungi besok saja" ucap rain sambil meletakkan handphonenya di atas meja dan berpikir apa yang akan dia lakukan selanjutnya untuk menghadapi kedua orang tuanya, bahkan rain saja belum siap untuk bertunangan, ia masih muda dan ingin mengerjakan apa yang bisa ia lakukan sesuai kehendak dirinya sendiri.
__ADS_1