LOVE RAIN

LOVE RAIN
bab 69: Tenanglah Karen..


__ADS_3

Rain menatap Sedih.. "Bagaimana jika Karen mulai tterbangun, dia pasti akan lebih histeris.. dari tadi, dan bagaimana aku menjelas kan kondisi nya pada nya.." batin Rain.. Dia tidak bisa memikir kan hal lain selain Karen..


"Rain.. Rain.." ucap nya,, Karen mengigau kan nama nya, Ia segera menggegam tangan nya.. "Aku di sini Sayang..!!" jawab nya.. Karen mulai terbangun.. Dia berharap semua yg terjadi itu sebuah mimpi.. Dia menangis ketika membuka mata nya, yg dia lihat hanya kegelapan..


"Rain mataku... hik... hiks..." ucap nya menangis,.. Rain memeluk nya, "Aku ada di sini jangan Khawatir.. aku yg akan jadi mata mu.. aku tidak akan meninggalkan mu sayang.!!" ucap nya mencoba menenang kan..


"Kenapa aku tidak mati saja.. kenapa..!!" teriak nya, Rain mendengar ucapan nya,.. "jangan berkata seperti itu, aku tidak bisa hidup tanpa mu, aku mencintai mu, segla yg ada pada diri mu, kekurangan dan kelebihan mu.. aku tidak peduli keadaan mu seperti apa..! asalkan kau ada di sisi ku Karen.. kau tidak boleh bicara seperti itu,.. aku tidak mau mendengar nya,.. kau tahu, betapa takut nya aku, melihat eadaan mu seperti kemarin..? seberapa traum nya aku, melihat lampu itu jatuh dan menimpa mu.. aku tidak akan bisa bernafas, jika hal buruk terjadi pada mu.. kau tidak tahu rasa nya di sini.. sesak Karen.. aku takut kau tinggal kan.. aku di ini selalu ada di sini.. aku tidak akan meninggalkan mu, jika aku bisa, aku akan memberikan mata ku untuk mu, aku tidak akan membiarkan kegelapan menyelimuti mu,.. aku akan berbuat apa pun untuk membuat mu bahagia, jangan kan mata ku, hidup ku aku akan memberikan nya... Karen kau tidak bisa berfikir sesempit itu, kau tidak sendiri, kau punya aku.!!" ucap Rain ikut menangis mendengar ucapan Karen..


"Tenanglah Karen.. kau harus tenang, aku di sini, aku akan berusaha mencari donor kornea itu untuk mu.. agar kau bisa kembali melihat.. aku akan mendapat kan nya,.. aku tidak mau kau seperti ini, kau harus bertahan, untuk ku..!!" ucap nya.. Karen menangis tersedu-sedu..


Rain mengusap Air mata nya,.. mencium kening nya.. "tenanglah Sayang.. aku tidak akan meninggal kan mu.. aku selalu ada di sini bersama mu.." bisik nya.. Karen menggegam erat tangan Rain..


Terlihat sseseorang memperhatikan nya dari luar.. "Oh jadi dia Buta.. Bagus, aku akan memberi tahu kakak ku..!!" ucap nya sendiri.. ia pergi meninggalkan kamar perawatan Karen..


Buuk.. Dia menabrak Kefin yg bru saja datang, ia berada tidak jauh dari kamar perawatan itu.. Wanita itu hanya menatap nya, lalu berlalu.. "Siapa itu..? aku baru melihat nya..!! tapi wajah nya tidak Asing.." batin nya, Kefin segera masuk ke dalam, untuk menemui Rain..

__ADS_1


"Tuan, ini mmakan lah dulu,,.. Tuan belum makan apa pun dari kemarin..!!" ucap nya, Rain menggeleng.. "Aku tidak bisa Kef.. kau saja yg makan.." ucap nya.. "Tapi tuan, jika tuan seperti ini, nanti tuan juga ikut sakit..! jika tuan sakit tidak ada yg menjaga nona Karen..!!" jawab nya..


"Rain.. Kau harus makan..!! jangan mmenyiksa diri mu sendiri.." ucap Karen yg udah terlihat lebih tenang.. Rain menatap nya.. "Dalam keadaan mu yg seperti ini, kau masih memikir kan aku.." batin nya, Rain mengambil makanan yg di bawa Kefin.. ia mulai memakan nya,.. Kefin tersenyum.. "Akhir nya Tuan Rain mau makan juga.." batin nya..


"Tuan, tadi tuan Nugroho menghubungi ku, besok dia dan nyonya Alin akan kembali ke indonesia.. mereka ingin bertemu dengan Tuan..!!" ucap nya., Rain hanya meengangguk.. Kefin kembali berjaga di luar..


#taman dekat rumah sakit


Bunga berdiri menatap sebuah ggedung di depan nya,.. "kenapa Myka lama sekali..?' batin nya terlihat Myka yg berlari menghampiri Bunga, "Kenapa lama sekali..? bagaimana wanita itu..?" tanya nya..


"Tapi rasa nya, aku belum puas, jika hanya melihat wanita itu Buta.. karena pasti Karen, terganggu psikis nya dia tdak bisa menerima keadaan nya sekarang.. jika aku masuk dan memprokatori nya, mungkin dia bisa melakukan hal yg aku ingin kan.. jadi aku tidk akan mengotori tangan ku.." ucap nya..


Myka terlihat Bingung.. "Apa yg akan kakak lakukan..?" tanya nya.. Bunga tersenyum.. "Hanya menabur garam di atas luka nya..!! Myka, kau harus terus awasi mereka, laporkan pada ku jika di kamar itu tidak ada orang yg menjaga nya.." ucap nya..


Myka mengangguk.. "Baiklah kak aku mengerti.." jawab nya, Dia kembali ke rumah sakit itu.. untuk memantau Karen dan Rain..

__ADS_1


Malm hari nya, Myka melihat Karen sendirian, Rain pergi untuk menemui Dokter, sementara Kefin berda di luar, ia melihat jika Karen sedang tertidur.. Myka segera memberi tahu bunga, jika Karen sendirian malam itu..


Bunga tersenyum licik,.. Dia segera menyamar menjadi seorang perawat, dengan menutupi wajah nya dengan masker.. dia berhasil mengelabui Kefin yg menjaga nya di luar ia tidak menaruh curiga pada orang-orang yg masuk ke dalam


Bunga tersenyum picik.. "Hallo Karen..!!!" bisik nya di telinga nya, Karen terbangun.. "Ah, aaku lupa sekarang kau tidak bisa melihat ku..! dengar Karen kau fikir Rain, akan selalu ada di sisi mu.. kau fikir tante Alin akan merestui hubungan Kalian..? apa lagi kau Buta seperti ini..? tidak kan Karen.. jika aku menjadi diri mu, aku lebih baik Mati.. Karena aku tidak berguna.. hidup mu itu sudah hancur.. kau berhrap Rain akan mencintai mu terus..? itu tidak akan terjadi..!! kau perlutau Rain ada di sini bersma mu, Karena dia hanya merasa kasian pada mu..!! bukan karena mencintai mu.. " ucap nya..


Karen menangis mendengar nya.. "Kau gadis Buta tidak bergun.. Aku yakin jika kau sudah keluar dari rumah sakit ini, Rain akan Langsung meninggal kan mu.. dia langsung menceraikan mu..!! jika aku jadi kau, aku lebih baik Mati.. dn mengakhiri hidup ku sendiri..!! untuk apa aku bertahan sudah tidak ada yg bisa aku banggakan jika aku buta.." ucap nya.. tertawa puas..


"Karen,.. aku meninggalkan hadiah untuk mu..!! ini suntikan, untuk menghentikan nyawa mu, dan membuat mu gagal jantung.. ingat yg ku katakan, lebih baik Mati.. dari pada jadi wanita Buta tidak berguna...." ucap nya..


Bunga menyuntikan Cairan itu pada infusan Karen,.. Karen hanya mampu menangis.. "Yang dia ucap kan semua nya benar.. aku lebih baiik Mati..." batin nya..


Bunga tertawa puas.. Dia meninggalkan Karen yg mulai kesulitan bernafas..


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2