
Vikar menatap Karen sedih.. Ia tidak mau bicara sama sekali.. "Karen bicara lah..!! kau yakin dengan ucapan mu tadi..? jangan karena emosi kau mengatakan nya, dan mengambil keputusan gegabah..!! aku tahu, kau sangat mencintai Rain.. kau baru saja menikah.. kau benar-benar akan mengahkhiri nya..!!" ucap Vikar..
Karen terdiam.. dia menangis.. "Semua yg aku lakukan untuk Rain dan keluarga nya, tidak akan berarti, di tabah aku seperti ini, Tante Alin tidak akan menerima ku.. dia memang benar, masa depan Rain hancur karena aku, untuk apa menyia-nyiakan hidup nya dengan perempuan buta seperti aku..!!" Batin nya.. Namun dia tidak menjawab nya, Karen lebih memilh diam..
Sementara Rain, dia pergi meninggal kan rumah sakit, amarah dan kecewa bercampur aduk menjadi satu.. "Bercerai apa..? aku tidak akan mencerai kan mu..!! aku tidak bisa hidup tanpa mu..!! aku tidak mau.." teriak nya,
Rain membawa mobil nya kencang,, dia tidak perduli lagi, suara klakson mobil di belakang nya, dan teriakan orang-orang ygmemaaki nya, karena dia seenak nya membawa mobil itu.. bahkan jika dia mati pun dia tidak peduli..
__ADS_1
"Lebih baik, aku mati.. jika harus kehilangan nya untuk ke dua kali nya..!!" fikir nya,.. "Karen, kau tidak memikirkan aku..!! aku tidak bisa bila hidup tanpa mu.. Kau mengambil kepuusan, hanya untukk ddiri mu sendiri.. bukann dengan perasaan mu.. kau mengikuti ego mu.." ucap nya hati nya benar-benar terluka..
Rain kehilangan kendali pada mobil nya.. Braaak... dia menabrak pohon di depan nya, kepala nnya terbentur stir mobil nya, dan berdarah.. dia merasakan denyutan di kepala nya.
Ia memundurkan kembali mobil nya, dan pergi dari tempat itu, tidak peduli, jika orang-orang melihat nya, dia demngan cepat kembali untuk menemui Karen..
Sesampai nya di sana.. Ia berjalan terhuyung, menuju kamar Karen..
__ADS_1
Karen menangis mendengar nya.. "Tapi Rain.. kau tidak akan bahagia hidup dengan ku, aku buta..!! aku tidak pantas, semua perkataaan ibu mu itu benar.. aku harus meninggal kann mu, agar kau bisa mencintai wanita yg sempura, dan itu bukan aku..!!" jawab nya..
Rain mengelus pipi Karen, menghapus air mata nya. "Aku tidak peduli itu.. yg aku ingin kan hanya diri mu.. aku sudah pernah kehilangan mu.. aku tidak mau kehilangan mu lagi..!!" ucap nya.. Karen mengelus wajah Rain..
Da merasa ada yg aneh yg tidak sengaja dia pegang.. "Rain.. kau berdarah..? Kau kenapa..? ini.. ini darah kan...? ahiks.. hiks.. kenapa aku tidak bisa melihat mu... kau kenapa Rain... Kak Vikar... kak Vikar... tolong Rain..." teriaak nya, namun tidak ada yg mendengar..
Rain menggenggam tangan nya.. "Aku tidak apa-apa..!! iya aku berdarah.. tapi ini tidak seberapa.. yg lebih sakit itu di sini..." ucap nya, Rain menuntun tangan Kaen untuk menyentuh dada nya..
__ADS_1
tiba-tiba saja pandangan nya menjadi gelap.. rain pingsan di pelukan Karen... "Rain... Rain.. kau kenapa? Rain...!!!" ucap nya panik dia menangis memeluk Rain... "Kak Vikar... di mana kau.. tolong Rain.." ucap nya sambil menangis
bersambung