
Bunga berjalan dengan santai nya di depan ruag persidangan perceraian nya, terlihat Rain yg napak geram melihat tingkah laku Bunga, hari ini sidang mediasi di antara kedua nya di gelar, satu minggu setelah Bunga mengirim Karen dan Vikar pergi..
"Saya tidak ingin bercerai dengan mu Rain,.. Sekarang saya sedag hamil anak mu.. mungkin bapak hakim yg terhormat juga tau bahwa wanita yg tengah hamil tidak bisa bercerai, atau di cerai kan.." ucap Bunga..
Rain tertawa sinis.. "permainan apa lagi yg kaau main kkan Bunga, kau hamil..? aku tidak mempercayai nya..!!" jawab Rain.. Bunga hanya menatap nya, dia berdiri dan mengeluarkan secarik kertas, dan memberikan nya pada hakim ketua...
"itu hasil pemeriksaan saa dari rumah sakit Harapan.. di situ tertulis jelas ahwa saya tengah hamil empat minggu.." ucap Bunga, "Rain, aku hamil anak mu, kau tidak ingat apaa yg kita lakukan malam itu..!!" ucap nya,
"Aku tidak ingat apa pun, bagamana bisa aku mengakui anak yg ukan darahh daging ku..!! Bunga, kau memberiku obat Per**ang.. agar aku mau berhubungan dengann mu.. dengan kata lain kau menjebak aku untuk melakukan itu.." jawab Rain..
__ADS_1
Bunga tertawa.. "apa kau bisa membuktikan itu, jika memang aku memberikan obat seperti itu pada mu..!!" jawab nya. Rain berdiri, dia juga memberikan hasil tea darah yg beberapa waktu lalu Karen lakukan..
"Pada saat itu, saya melakukan tes darah pada diri saya sendiri, dan hasil nya menunjukan jika di dalam darah saya, terdapat zat Afrodisiak.. semacam zat perang*ang.. sementara saya tidak pernah memakai hal seperti itu seummur hidup saya, yg saya ingat, malam itu, saya meminum minuman yg dia bawa, setelah itu saya mandi setelah selesai mandi, saya tidak ingat apa-apa lagi.." jawab Rain..
Bunga tertunduk.. dia tidak menyangka jika Rain memiliki itu, dan mengetahui rencana nya,.. dia berfikir bagaimana cara membuat para hakim, menjadi iba pada nya, dia pura-pura menangis di depan para hakim dan juga Rain..
"Sayaa terpaksa melakukan nya, satu tahun pernikahan kami, dia tidak pernah menyentuh saya sekali pun, bhkan beberapa hari sebelum melakukan nya, dia membawa selingkuhan nya datang menemui saya di rumah,.. secara terang-terangan dia mencium wanita itu di depan saya istri nya.." jelas bunga..
Rain menghembus kan nafas kasar nya, "Wanita itu licik.. aku harus menjatuh kan nya juga." batin Rain..
__ADS_1
"Bukan aku yg selingkuh lebih dulu..!! tapi kau..!!" ucap Rain
dia memberikan flashdish pada petugas persidangan yg ada di depan nya,
"Silah kan di putar.." ucap Rain.. petugas di beri izin untuk memutar apa yg ada di dalam flashdish itu.. semua hakim yg melihat itu terkejut melihat vido yg Rain putar di sana..
"pak hakim, saya bahkan punya vidio dia tidur dan behubungan dengan pria lain, kejadian ini, adalah pagi di mana dia memberi saya obat itu.. dia berhubungan dengan pria yg ada di vidio itu, saya mengira anak yg yg di kandung nya, bukan lah anak saya, tapi anak dari laki-laki itu.." jelas Rain..
Para hakim terdiam, mereka terlihat berfikir.. "BAIKLAH, DARI KESIMPULAN YG KAMI TERIMA, DAN MENGINGAT NORMA AGAMA, PERCERAIAN INI DI TUNA, HINGGA ANAK YG DI KANDUNG IBU BUNGA VALENTINA LAHIR.. DAN MELAKUKAN TES DNA.. UNTUK MEMBUKTIKAN ANAK BIOLOGIS DARI BAPA RAIN ALVIAN ATAU BUKAN.. SETELAH ITU BARU KAMI MISA MEMBERI PUTUSAN.." ucap hakim tersebut.. setelah itu palu pun di ketuk.. menandakan keputusan yg mereka buat, sudah sah..
__ADS_1
Dengan kecewa Rain kelluar dari ruang persidangan itu.. dia menunduk lesu.. berbeda dengan Bunga, ia tersenyum sumringah karena tidak jadi bercerai..
BERSAMBUNG