
Rain mengepal kan tangan nya, dia terlihatemosi dan marah, Bunga bisa mencelakai siapa pun temasuk Karen, Rain bergegas pergi untuk menemui Bunga, "Rain mau kemana..?" terik Nadya,.. Rain tidak menawab nya, dengan cepat dia membawa mobil nya,
"Halo pak, tolong siapkan perceraian ku dengan Bunga, aku akan menggugat nya.." ucap Rain pada pengacara nya, melalui sambungan telepon, tidak menunggu jawaban, Rain langsung menutup sambungan telepon nya,
Rain berhenti tepat i depan pekarangan rumah nya sendiri, Braak... Rain dengan kasar membuka pintu itu, terlihat Bnga yg tertidur di sofa.. "Bangun,.. Bangun kau..! apa yg kau lakukan pada Karen..?" teriak Rain,.
Bunga terkejut, melihat kedatangan Rain yg tiba-tiba.. "Apa maksud nya, aku tidak mengerti..!!" jawab Bunga pura-pura tidak tau, "jangan pura-pura.. kemarin kau mengikuti nya,.. hingga kau menunggu di depan rumah Nadya..!!" ucap Rain tidak mau kalah,.
Bungaa mengernyitkan dahi nya, "Rain, aku memang mengikuti dia, tapi aku tidak tau lagi dia kemana, aku langsung pulang setelah tau Karen menginap di rumah Nadya.." jawab nya tegas,
__ADS_1
"Aku bahkan baru saja bangun, aku tidak tau dan tidak mengerti apa maksud mu..!" jawab Bunga,.. "Duduk lah dulu, ada apa..? Karen kenapa..?" tanya Bunga setenang mungkin agar Rain tidak mencurigai nya,
Rain terdiam, dia tidak bisa membuat Bunga mengakui kejahatan nya, "Istirahat lah, kau terlihat lelah.. jika tenaga mu sudah kembali, baru ceritakan apa yg terjadi.. aku sungguh - sungguh tidak tau soal Karen.." ucap Bunga..
Rain tidak menjawab nya, dia berlalu pergi ke kamar nya, hati nya benar-benar hancur, Karen masih belum juga di temukan,.. dan hari semakin berganti, Rain terus mengurung diri nya di kamar..
"Untung saja, mobil ku, sudah aku cuci, jadi tidak akan berbekas jika aku lah yg menyebab kan Karen celaka..!! sekang, aku harus berakting, dan ppura-pura tidak tau tentang Karen..!! gue berharap dia sudah mati.." batin Bunga..
Dengan lemas Rain keluar dari kamar nya, sudah hampir tiga hari Karen menghilang, para polisi yg mencari Karen pun, akan menghentikan pencarian nya, mereka menghubungi Rain, untuk meminta persetujuan nya, menghentikan pencarian Karen..
__ADS_1
"Rain, kau mau kemana..?" tanya Bunga, Rain terdiam.. dia menoleh, "sebentar lagi, pengacara ku akan datang, dia akan mengirim surat cerai untuk mu, kau harus mendatangani nya aku suda tau, kau berbohong, bukan kau yg menjadi pendonor, untuk ayah ku. tapi Karen.. kita tidak pernah ada kecocokan, aku juga tidak mencintai mu, aku sudah tidak bisa lagi bertahan" ucap Rain,
Bunga terkejut mendengar ucapan Rain, "Tapi.. tapi Rain, ku tidak mau, aku tidak mau bercerai...." jawab Bunga, rain tidak menghirau kan nya, dia pergi dari rumah itu..
"Tidak.. tidak.. aku tidak bisa bercerai,.. aku tidak mau.." ucap nya sendiri, menangis,. menjerit-jerit sendiri.. sementara rain, dia mengendarai mobil nya ke tempat Karen hilang,
"Kau di mana,.. sudah berhari-hari kau tidak pulang, aku merindukan mu Karen, kembali lah,, ku mohon..!!!" batin nya, dia menatap hampa pada sungai yg mengalir di depan nya,
"Apa kau tidak Rindu aku..? aku ingin melihat lagi wajah mu, senyum mu, mendengar suara mu,.. kembali lah Karen.. " teriak nya.. hati nya benar-benar terluka..
__ADS_1
BERSAMBUNG