LOVE RAIN

LOVE RAIN
Awan Kelabu


__ADS_3

"Bella kunci kedai bapak serahkan ke kamu ya, bapak harus buru-buru pulang kerumah sekarang, soalnya anak bapak tiba-tiba demam" ucap pak Henri pemilik kedai kopi pada bella yang memecahkan lamunan bella pada saat memikirkan Rain. "Oke, siap bos!! semoga anak bos cepat sembuh" jawab bella sambil merhatikan bos nya yang terburu-buru pergi keluar dari kedai kopi.

__ADS_1


Tepat pukul 21:00 PM telah usai jam kerja bella pada hari itu dan hujan masih belum reda dari sore hari, ketika bella hendak mengunci pintu kedai kopi dimana ia bekerja, tiba-tiba Rain dari seberang jalan menggunakan payung berwarna merah datang menghampirinya, "Bella" seru Rain memanggil nama bella dan seketika itu pun bella langsung menoleh ke belakang, "Rain, sejak kapan kau ada disini?" tanya bella pada rain dengan bicaranya yang sedikit gugup karena terkejut dengan kehadiran Rain yang tiba-tiba. "Baru saja, aku kesini untuk mengembalikan hoodie milikmu" ucap rain padanya. "Kenapa dikembalikan!! aku kan sudah memberikannya kepadamu, lagian hujan-hujan begini kau nekat kesini, seperti besok tidak akan bertemu dengan matahari pagi saja" ujar bella dengan nada tegasnya. "Besok aku tidak akan ada disini" jawab rain. "Hah kenapa? emangnya kau mau kemana?" tanya bella dengan penuh penasaran. "Aku besok harus kembali ke Jepang, ayahku menyuruh pulang segera karena Ibuku baru saja datang dari Texas dan mereka ingin membicarakan suatu hal penting padaku" ujar rain pada bella. "Kapan kau akan kembali kesini?" tanya Bella padanya dan Rain terdiam seketika sambil menatap wajah bella dengan mata bella yang mulai berkaca-kaca menahan tangisnya. "Tidak tau" jawaban singkat dari rain. "Ah begitu ya" ucap bella dengan nada yang lesu sambil menundukkan wajahnya ke bawah melihat tetesan air hujan yang mengalir dari payung yang dipegang rain. Seketika itu bella memeluk rain dengan erat, bella tidak dapat mengontrol diri dan perasaannya, tanpa sadar ia menangis dipelukannya rain. "Kenapa kau menangis, tidak baik seperti ini" ucap rain padanya yang masih menangis dan enggan melepaskan pelukannya pada rain, "sepertinya aku suka padamu" ucap bella mengutarakan perasaannya pada rain, mendengar perkataan yang keluar dari mulut bella sontak membuat rain terkejut dan terdiam.

__ADS_1


Pada pagi harinya dengan cuaca yang cerah setelah semalam turun hujan, sinar matahari pagi masuk melewati ventilasi jendela kamar bella yang masih tertutup. Bella masih berbaring dikasurnya setelah tidak bisa tidur sepanjang malam, ia hanya terdiam dengan tatapan kosong tanpa seorangpun yang dapat menemani dan menghiburnya dikala sedih. "Betapa bodohnya aku, kenapa aku membuat malu diriku sendiri, kemana pikiranku semalam, bisa-bisanya aku mengungkapkan perasaan pada seseorang yang bahkan aku tidak mengenal jati dirinya secara keseluruhan, tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku bahwa aku benar-benar suka padanya, perasaan ini kenapa membuatku menjadi orang yang seperti tidak memiliki akal sehat, apa yang dipikirkan Rain tentang aku sekarang pasti sangatlah buruk, bagaimana mungkin perempuan tidak tau diri ini bisa menangis sambil menyatakan cinta, ya Tuhan betapa anehnya aku." Ucap bella dalam hati sambil merenungkan sesalnya atas perbuatannya semalam terhadap Rain. Sedangkan Rain yang sudah di pesawat dalam perjalanan menuju Jepang tiba-tiba terlintas bayangan Bella dalam pikirannya, ia merasa bersalah terhadap Bella, "Maafkan aku bella, aku saat ini tidak ingin membuatmu berharap padaku, semoga kau tidak membenciku" ucap rain dengan suara yang pelan sembari memejamkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2