
Siang itu, Rain masih belum sadar kaniri nya, Karen terpaksa meenghubungi Dokter yg dulu sering memeriksa nya untuk datang ke apartemen nya, dia benar-benar khawatir pada Rain..
Tidak lama kemudia Dokter itu datang ke tempat mereka, Dokter itu langsung saja memeriksa keadaan Rain.. "Sebenar nya ada apa dengan Rain..? seperti nya tubuh nya tidak kuat, di beri suatu zat g mungkin di suntikan pada diri nya, hingga membuat nya seperti ini, saya tidak bisa bilang itu apa, tapi kita arus memeriksa nya ke rumah sakit, Saya akan mengambil sampel darah nya, untuk saya bawa ke Lab..!! nanti jika hasil nya sudah keluar, saya akan memberi tahu mu.." ucap Dokter itu..
Karen terlihat Shok setelah mendengar jawabn dokter yg memeriksa Rain.. "Bunga.. kau apa kan Rain..!! kau membuat nya seperti ini..!!" batin nya, Rain membuka mata nya perlahan, ketika Karen sedang berbicara pada Dokter itu..
"Karen, apa kau sering memeriksa kan diri mu ke rumah sakit..? ngat kaau harus rutin memeriksa kan diri mu, jangan biarkan kondisi mu, kami tim dokter masih memperhatikan kesehatan kau dan pak Rendra.." ucap Dokter itu,.
__ADS_1
Karen hanya mengangguk.. "Baik dok, aku akan ke rumah sakit besok, sekalian mengambil hasil tes darah milik Rain.." jawab nya, sambil mengantar Dokter itu,..
setelah memastikn dokter itu pulang, Karen kembali ke dalam kamar nya..
"Rain, kau sudah bangun..? agh syukur lah..!!" ucap nya ketika melihat Rain membuka mata nya, Rain hanya terdiam.. tiak menjawab, Karren memeluk nya.. "aku khawatir pada mu..? kau tidak apa-apa..?" tanya nya,
Karen menggeleng, "nanti saja membahas itu, kau harus makn dulu.. aku akan mengamil nya untuk mu..!!" ucap Karen, yg berlalu meninggal kan Rain,.. "aku tau dia pasti kecewa, tapi dia mencoba untuk menutupi nya" batin nya..
__ADS_1
"Aku akan pastikan duuu, apa yg Bunga lakukan pada Rain..!! jika terbukti Rain sengaja melakukan nya, aku akan meninggal kan nya, tapi jika hasil tes Lab besok keluar, ternyata Bunga mencelakai Rain, aku akan menghancur kan nya.." batin Karen, dia tidak mengatakan apa-apa pada Rain..
Karen datang dengan membawa makanan, terlihat Rain yg termenung sendiri.. "memikir kan apa..?" ucap nya, ia menghampiri Rain, menyuapi nya makan.. "aku bahkan tidak ingat apa yg aku lakukan semalam..!! aku tidak percaya aku melakukan nya.." jawab nya
"Tidak usah difikir kan..!! aku mengerti, jika kau sengaja melakukan nya pun tidak apa-apa dia memang istri mu, aku tidak melarang nya, walau pun aku tau,, aku pasti kecewa, tapi aku harus merelakan nya, kau memang suami nya..itu hal wajar.." jawab Karen..
"tapi itu aneh, aku tidak ingat apa-apa sama sekali.. jika aku mencoba mengnat nya, kepala ku sangat sakit.." jawab Rain, Karen menatap nya, "Rain sudah, jika Bunga memang menccurangi mu, kita pasti akan tau, sekarang kau harus pulih dulu, baru kitaa mencari tau nya, Dia istri mu, dia berhak atas diri mu.." jawab Karen tegas..
__ADS_1
BERSAMBUNG