
Karen membuka mata nya perlahan.. sesekali dia mengedip kan mata nya.. "Kenapa semua nya gelap.." batin nya, dia tidak bisa melihat apa pun di sana.. Sementara Rain, dia baru aja terbangun..
Rain menghampiri Karen.. Dia terkejut melihat istri nya sudah siuman.. "Ka.. karen kau sudah bangun sayang.." ucap terbata senang dan sedih bercampur menjadi satu.. "Rain... Rain.. di mana kau..? kenapa gelap sekali..? Rain nyalakan Lampu nya.." ucap Karen lemah..
Rain tidak percaya dengan yg di ucap kan Karen.. "Gelap...?"Batin nya, Rain memberikan tangan nya, untuk di genggam oleh Karen.. "Aku di sini Karen.. aku di sini.." ucap nya, Rai menangis tidak percaya dengan yg ia lihat..
"Kefin kau dimana..?" ucap nya menghubungi Kefin..
"Saya di luar Tuan.. Ada yg tuan butuh kan..?" tanya nya,.
"Tolong panggil kan dokter, ke sini.. Karen sudah sadar, tapi aku tidak bisa meinggal kan nya.." ucap nya,.. "Baiklah tuan, saya akan encari Dokter.." jawab nya, ia mematikan telepon nya..
Karen menangis histeris, dia terus menggegam tangan Rain.. "tenang lah Sayang.. Kefin akan datang ersam dokter, untuk memeriksa mu..!!" ucap nya mencoba untuk menenang kan istri nya..
aren terus menangis.. "Rain aku tidak bisa melihat..!! semua nya gelap..!! Rain... Rain.." ucap nya terbata.. Rain menatap ssedih pada nya, "tenannglah, aku mohon tenang, Karen kau baru saja siuman.." ucap nya, tapi Karen terus menangis..
beberapa saat kemudian, Kefin datang bersama Dokter ke sana.. Dokter itu memberikan obat penenang pada Karen agar lebih tenang, Dokter itu mmulai memeriksa.. Dia menghela nafas..
"Seperti yg Saya, takut kan, jika ini terjai, Ada serpihan kaca dari lampu tersebut yg masuk ke dalam kornea mata nya, sehingga membuat kornea mata istri pak Rain rusak.. dan kemungkinan,.. ia mengalami ke butaan..!!" jelas nya..
Rain tidak percaya degan penjelasan Dokter, Kaki nya sudah tidak bisa mmenahan berat tubuh nya lagi.. Ia terjatuh di hadapan Dokter itu.. "Tuan.. anda tidak apa-apa..?" tanya kefin.. tapi Rain tidak menjawab nya
__ADS_1
"Lalu, Apa kanb istri saya bisa sembuh Dok..? apa kah penglihatan nya akan kembali..? apa yg harus saya lakukan Dok, agar bisa membuat nya bisa melihat kembali..?" tanya Rain..
"Kita butuh donor Kornea Mata..!! tapi itu angat sulit untuk di dapat kan..!! butuh waktu yg lama, dan yg cocok untuk ibu Karen..!! saya akan masukan nama ibu Karen untuk menjadi nama calon penerima donor kornea.." jawab nya..
"Pak Rain, kau harus menjaga, mental nya agar tetap stabil.. keadaan ini akan sulit di terima oleh istri bapak..!! pak Rain harus selalu ada di dekat nya.. untuk beberapa hari ke depan, kami harus memantau keadaan nya, untuk memastikan jika tidk ada masalah pada organ Vital nya, terutama pada Ginjal nya.." jelas Dokter itu..
Rain mengangguk.. Dia sudah tidak bisa lagi berkata-kata.. "Baiklah, kami tingggfal dulu.. jika terjadi sesuatu panggil saja kami.." ucap Dokter itu.. Rain mengangguk.. dia menaap sedih pada Karen yg tertidur, krena di beri obat penenang tadi.. sementara Kefin mengantar Dokter itu keluar...
"Apa yg harus aku lakukan sekarang..? aku tidak ssanggup memberitahu Karen, yg sebenar nya..! aku harus mengatakan apa jika dia bangun nanti.." batin nya,.. Rain menangis dalam diam..
Di Apart Vikar..
"iya Tuhan,, Cobaan apa lagi ini..!! aku senang dia Sadar, tapi aku jugasedih karena, dia harus kehilangan penglihatan nya..!!" batin nya,.. "Mungkin aku harus mencari donor unntuk nya, dan Ayah juga harus tau ini.. agar dia bisa membantu di sana.." batin nya,..
Vikar, terlihat menghubungi seseoang, setelah bicara Lama Vikar menyudahi pembicara'an itu. "tunggu kakak Ren, aku akan dengan cepat mencari pendonor kornea untuk mu..." batin nya.
tiing.. ting.. Suara bel pintu Apart itu berbunyi.. Viar seger membuka nya.. "Nad.. Ada apa..?" tanya nya,..
"Vik kita harus mencari tahu, bagaimana Lampu itu bisa jatuh..!! apakah murni kecelakaan Atau memang ada orang yg sengaja merusak nya..!!" ucap Nadya..
"Maksud mu Nad..? kta harus mencari kemana..!!" tanya Vikar..
__ADS_1
"Vik, semalam Rain cerita, jika sebelum Lampu itu terjatuh, lampuitu sudah berputar Rain dan Karen memperhati kan nya, setelah itu, Karn menyuruh Rain untuk turun,, dn laampu itu tiba-tiba terjatuh.. jika di hubungkan, laki-laki yg aku lihat pagi itu mencurigakan, aku melihat nya membersihkan Lampu itu.. sebelum acar itu di mulai.." ucap Nadya..
Vikar terlihat berfikir.. "Baiklah, kalau begitu, Ayo kita ke sana, meminta CCTV y ada di gedung itu.. mungkin saja kita menemukan jawaban di sana.." jawab Vikar.. Nadya mengangguk..
"Aku akan bersiap dulu.." ucap Vikar.. "Baiklah, aku akan menunggu mu di sini.." jawab nya.. Vikar segera bersiap.. "Nad, kau sudah dengar Kabar dari Karen..!" ucap nya..
"Tidak belum.. aku baru saja pulang dari rumah sakit, dan aku melihat nya belum sadarkan diri nya..!!" jawab Nadya.. Vikar menghela nafas,, ia segera keluar setelah sudah siap dan berganti pakaian..
"Kefin, tadi menghubugi aku,.. Karen sudah siuman.. tapi..!!" Vikar tidak menerus kan kata-kata nya.. "Aagh.. syuku lah, nanti, jika kia sudah pulaanng, kita harus lngsug menjenguk nya.. tapi.. Apa..? kenpa kau tidak meneruskn ucapan mu..?" tnya nya Aneh..
"Karen kehilangan penglihatan nya, Kornea matanya rusak, karena terkena serpihan kaca saat Lampu itu menimpa diri nya.." jawab Vikar.. Nadya terkejut.. Dia tidak bisa menahan tubuh nya.. Nadya terjatuh ke lantai..
Vikar langsung meraih nya.. "Nad.. kau tidak apa-apa..?" tanya nnya, Nadya menangis tersedu.. "Karen.. Karen.." lirih nya, Dia menangis histeris, mengetahui Karen tidak bisa melihat... Vikar memeluk nya,.. "Aku akan berusaha untuk mmembuat nya Bisa melihat kembali.. kau tenang saja NAd.. kita haarus terlhat kuat di depan nya..!! kau tidak boleh menangis seperti ini jika nanti kau bertemu dengan nya, Kefin mengatakan, Karen sudah cukup terguncang, Saat dia Bangun dn membuka mata nya, dia tidak mmelihat apa pun.." jelas Vikar..
Nadya terus menangis dia tidak percaya mendengar nya.. "Vik.. aku fikir ini ada hubugan nya dengan Bunga, perasaan ku mengatakan itu,.. kau tahu Bunga sudah bebas.. dia bisa menyuruh seseorang utuk membbuat lampu itu jatuh.." ucap nya terbata..
"Kita akan mencari tahu nya NAd,.. jika memang Bunga terlibat dia akan menanggung akibat nya.. aku akan membalas nnya sudah membuat Adik ku celaka.." ucap Vikar tidak menyadari ucapan nya..
Nadya terdiam... "Adik..? apa maksud mu.." tanya nya heran... Vikar terlihat bingung, harus menjelaskan nya dari mana.. dia kelepasan bicara,..
BERSAMBUNG
__ADS_1