
Braaaaakkk... Lampu itu menimpa pengantin wanita yg ada di bawah nya.. semua tamu yg melihat kejadiian itu menjerit histeris.. "Aghhhh..." teriak Karen sebelum lampur itu meimpa tubuh nya..
"tidak Karen..." teriak Vikar yg membungkuk melindungi putri kecil nya, serpiha kaca dari lampu yg pecah menusuk seluruh tubuh Karen.. Dia hanya mampu menatap nanar pada Rain yg terlihat berlari berusaha untuk menolong diri nya..
"Aku tidak di takdirkan untuk hidup bersama mu.. aku suda bahagia, bisa bersanding di sisi mu,,.. walau pun mungkin Tuhan tidak memberi ku waktu yg lama..!! tapi aku bahagia.." batin Karen, sesaat sebelum menuutup mata nya,..
"Tidak... tidak Karen.. betahan lah, aku mohon Karen.." teriak Rain, yg berusaha menolng Karen dan mengangkat tubuh nya dari reruntuhan lampu tersebut.. Rain beruaha untuk mengangkat lampu yg menimpa tubuh iistri nya itu,
"Tenang Rain..!! aku saja yg menyetir.." teriak Vikar sesaat ketika mereka berhasil mengangkat lampu itu, dengan perlaahan, Rain menggendong istri nya, membawa nya ke mobil nya,
Gaun indah senada dengan toxedo putih yg di gunakan Rain, berubah menjadi merah, berlumuran darah Karen.. beberap kali karen memuntahkan darah dari mulut nya, yg kini ikut membasahasi jas dan baju rain..
__ADS_1
untuk sesaat Karen membuka mata nya, menatap sendu pada Suami nya terlihat panik karena kedaan nya.. "Bertahan lah sayang..!! aku mohon bertahan lah Karen.. jangan tinggal kan aku..!!" ucap Rain, Dengan cepat Vikar, membawa mobil nya menuju rumah sakit..
Karen menggegam tangan Rain erat, seakan dia tidak ingin melepas kan genggaman itu.. dia mencoba tersenyum.. ke arah rain dengan menahan sakit nya.. "Syukur lah , bukan kau yg celka, bukan kau yg tertimpa lampu itu, jika itu erjadi pada mu, aku idak bisa hidup tanpa mu.." batin Karen
Rain menaap hampa pada Karen.. "Aku mohon bertahan lah, kau harus kuat.. kau tidak boleh pergi.." ucap nya, Karen tersenyum.. pada nya.. tidak tersa air mata nya menetes.. "maaf aku tidak bisa menuruti keinginan mu..!! sudah takdir kita, untuk berpisah dengan cara seperti ini.." batin nya Karen tidak kuat untuk menjawab semua ucapan Rain..
ukhuuk.... lagi-lagi Karen memuntahkan darah.. "Vik tolong cepat-cepaat Vik.." teriak Rain.. vikar khawatir melihat keadaan Karen "kita sampai Ayo cepat turun.." jawab nya, Dengan cepaat Vikar memantu Rain membawa Karen ke dalam..
"Kau harus bertahan.. aku mohon bertahan lah.." bbatin Rain.. Vikar menghampiri Rain membawakan air untuk nya agar Sahabat nya itu bisa lebih tenang..
"Rain, aku yakin Karen kuat..!! dia pasti bisa melewati ini semua.." ucap nya, Rain hanya terdiam dia tidak bisa berfikir jernih untuk saat ini..
__ADS_1
Alat pacu jantung, sudah terpasang di tubuh Karen.,. para dokter berusaha untuk menyelamat kan nya, "pasien kekurang darah dok.. kita butuh donor.." ucap suster yg membantu di sana,,
"Cepat cari, drah untuk pasien ini, ddan siap kan ruang operasi.. organ vital nya terluka parah.." jawab Dokter Hans.. yg menangani Karen.. Dengan cepat para perawat itu berlarian keluar, untuk mencari Darah yg cocok untuk Karen..
"Sus.. sus... bagaimana istri ku..? bagaimana dia..?" tanya Rain panik.. "Pak,.. kami tim dokter sedang berusaha untuk menyelamat kan nya, kami meminta izin mu untuk menyetujui operasi untuk istri bapak..!! daan kami membutuh kan darah untuk paien, kebetulan stook di PMI untuk darah golongan Ab+ kosong.." ucap perawat yg menghampiri Rain..
"Saya Ab+ sus..!! saya bisa memberikan darah saya untuk Karen..!!" ucap Vikar.. "Baiklah ayo ikut kami segera.." jawab suster itu, Rain segera menandatangi surat persetujuan operasi..
Sementara Vikar, mmengikuti perawat yg lain untuk mendonor kan darah nya.. "Sus.. tolong selamat kan dia..!! karena dia Adik ku, yg selama ini saya cari..." batin Vikar.. dia menyembunyi kan jati diri nya dari Karen dan Rain..
BERSAMBUNG
__ADS_1