LOVE RAIN

LOVE RAIN
bab 94: itu ulah mu.. [bag 1]


__ADS_3

Karen bejalan gontai, dia kembali, ke apart nya teringat pembicaraan nya besama Alin tadi, dia menanya kan, kenapa dia membenci nya, dan tidak menyetujui hubungan nya dengan Rain.. Alin tidak mempunyai jjawaban yg pasti.. dia hanya tidak menyukai Karen..


Dia bahkan membiar kan Bunga, melakukan rencana jahat nya, untuk mencelakai nya membiar kan Bunga berbuat sesuka nya, bahkan jika Karen Mati saat itu, dia akan teetap menutup mulut nya, dan membiarkan nya..


"Sehebat itu kah Bunga..? kenapa Tante Aln sangat peduli pada nya..? kenapa dia sejahat itu pada ku.." batin nya.. Karen tidak bisa memberi tahu Rain, tentang pebuatan ibu nya, dia tidak ingin Rain membenci nya,..


Alin bahkan menyuruh Karen meninggal kan Rain, ketika Dia tahu semua nya.. "melindungi apa nya, dia bahkan masih menghina ku dulu menyuruh Rain, berpisah dengan ku, karena aku buta dulu.. padahal dia tahu, jika Bunga ada di balik ini semua..!!" batin nya..


Karen menghela nafas panjang... "Karen, kau bisa melalui ini.. kau bisa menutupi ini, jangan beri tahu, Rain.. jangan buat Rain membenci ibu nya..." batin nya.. karen menangis sendirian.. dia memendm semua nya sendiri..


Sementara Nadya dan Kefin pergi bersama mereka ingin segera memberi tahu Rain semua yg mereka dapat kan..

__ADS_1


"Kita tidak boleh, bertindak gegabah.." ucap Kefin.. Nadya mengangguk..


Mereka tiba di Kantor Rain.. terlihat Vikar sedang berbincang bersama Rain.. Nadyya terdiam.. dia bediri di belakang Kefin..


"tuan.. kau harus lihat ini.. aku dan Nadya mendapatkan ini.." ucap nya..


Rain melihat Rekaman yg di berikan Kefin, "Bunga... apa yini Fin..?" tanya nya.. "orang itu, yg ada di vidio itu, di bayar oleh Bunga, untuk membuat Karen celaka dia yg membuat Lampu itu terjatuh waktu itu.. aku sempat memberi tahu ini pada Vikar.. tapi Vikar melupakan nya.. dan aku mencari tahu nya sendiri.." jawab Nadya, dia menatap Vikar tajam..


Vikar tediam.. Kefin menatap nya, dia mengerti perasaan Nadya.. "iya tadi kami telah menangkap pria ini, tapi dia kabur, setelah mendapat kan uang dari Bunga.." ucap Kefin..


Rain mengepal kan tangan nya.

__ADS_1


Dia melihat Vikar.. dia mengerti Vikar bingung dengan perasaan nya.. "Baiklah, terima kasih, sudah membantu ku.. urusan Bunga biar aku yg mengurus nya.. tolong rhasia kan in dari Karen, dia baru saja sembuh, aku tidak ingin dia ikut memikir kan ini.." ucap Rain..


Kefin mengangguk.. Nadya hanya terdiam.. dia lebih dulu keluar dari ruangan Rain.. Kefin mengejar nya.. "Kau lihat itu..? Vika hanya diam.. padahal dia tahu, jika Bunga yg mencelakai Adik nya." ucap Nadya emosi..


Kefin terdiam.. "Aku tahu, mungkin dia bingung dengan perasaan nya..!! kita biar kan saja.. ini sudah bukan urusan kita lagi, ini sudah menjadi urusan Tuan Rain, kita sudah membantu nya hingga sekarang, biar kan tuan Rain yg mengambil keputusan.." jawab Kefin..


"Masalah Vikar, dia belum menyadari semua kekeliruan nya..


walau pun kita sudah menemukan banyak Bukti, dia hanyya belum membuka hati dan perasaan nya, Bunga selalu berhasil mengambil hati nya.." ucap Kefin..


Nadya terdiam.. "Vikar terlalu bodoh untuk menilai seseorang.." jawab nya kesal... kefin terkekeh

__ADS_1


bersambung


__ADS_2