
Rai terdiam memndangi pintu ruangan operasi di depan nya, Sudah beberapa jam Karen berada di sana. Vikar menghampiri Rain.. "Rain.. duduklah di sana..!! jangan di sini..!! kalau seperti ini kau juga bisa sakit..?" ucap Vikar..
Rain hanya menatp nya.. "Karen..!! apa dia bisa selamat...? apa dia bertahan..?" ucap nya, Vikar ikut terduduk ddi lantai bersama Rain.. "Aku yakin dia bertahan Rain,.. aku tahu dia kuat, dia gadis yg kuat.. dan dia pasti bisa melewati ini semua.." jawab Vikar..
"Aku tidak mau kehilangan nya..!! aku bahkan belum memanggil nya istri ku..!! aku rasa Tuhan selalu menghalangi kami untuk bahagia.. aku baru saja akan memelukk nya, memanggil nya istriku.. memiliki anak yg lucu-lucu dengan nya.. tapi hal buruk selalu terjadi pada kami, saat kami baru ingin memulai nya..
Vikar terdiam.. "Rain, Tuhan menguji mu untuk membuat kalian semakin kuat.. Tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi hamba nya.. aku yakin, kalian semua bisa melewati ini.." jawab nya..
"Ya Tuhan.. tolong selamat kan Adik ku.. aku juga belum memberi tahu nya, jika ia tidak sendirian.. diamemiliki ku, kakak nya, yg siap memberikan apa pun untuk nya.. tolong selamat ka dia.." batin nya..
pintu ruangan operasi itu terbuka.. terlihat beberapa dokter keluar dari sana.. Vikar dan Rain segera menghampiri mereka.. "bagaimana Dok..? istriku..?" tanya Rain.. Dokter itu menghela nafas panjang..
"Kondisi nya kritis.. organ vital nya terluka parah, karena tertimpa lampu itu, tapi yg mengejutkan bagi kami, ternyata pasien menderia gagal ginjal stadium awal, seperti nya, itu akibat dari dia mendonor kan Ginjal nya.. kami sudah berusaha, yg terbaik.. sekarang kita hanya tinggal berdoa untuk nya, agar bisa melewati masa kritis nya.." jawab Dokter itu..
"Mendonor Ginjal nya..? maksud Dokter bagaimana..?" tanya Vikar.. tidak mengerti... Rain terdiam, ia tidak percaya dengan yg di ucap kan Dokter.. "Karen, dulu meberikan Ginjal nya pada ayah ku..!!" jawab Rain..
Vikar terkejut mendengar nya.. "AA-apa.. dia melakukan itu..? jadi luka di perut nya, adalah.." Vikar tidak melanjut kan lagi kata-kata nya.. ia tidak percaya. searang dia baru paham dan mengerti ucapan Nugroho beberapa tahun lalu.. jika Karen menyelamat kan nyawa nya..
"begitu besar, cinta mu pada Rain.. jadi ini yg di maksud kan om Nugroho dulu.. kau bahkan, rela mempertaruh kan nyawa mu, untuk Rain,.." batin nya,.. Vikar menangis dalam diam..
__ADS_1
"Bunga membohongi mu dulu..!! kau bilang, Bunga yg mendonorkan ginjal nya untuk ayah mu..? sehingga kau harus menikahi nya, sebagai balas budi mu..? apa kau tidak tau itu..?" tanya Vikar..
Rain mengangguk.. "Aku baru mengetahui nya, saat Karen celaka dulu..!! saat dia tenggelam dan menghilang, saat itu, aku baru tahu semua kenyataan nya.." jawab Rain..
Vikar menggelengkan kepala nya..
"Bunga, sebegini jahat nya kau pada adik ku..!! aku pastikan kau akkan membayar semua nya.." hukuman penjara tidak pernah cukup untuk membuat mu sadar..!!" batin nya.. Dia mengepalkan tangan nya..
Tiba-tiba Kefin datang bersama Nay.. Gadis itu berlari memeluk Kaki Vikar.. "Ayaah.. Ayaah..." teriak nya, di ikuti Kefin dan Nadya di belakang nya.. "Nay,.. kenapa kau ke sini.?" tanya Vikar.
"Dia menangis terus.. daan mencari mu Vik..!! ku terpaksa membawa nya kesini.." jawab Nadya,.. Vikar langsung menggendong Naycila.. "Vik pulanglah, aku yg akan menjaga Karen di sini..! kasian Nay, pasti dia lelah.." ucap Rain..
"Tuan Rain, saya bawakan baju ganti untuk mu.." ucap Kefin.. memberikan paper bag pada Rain..
"Rain, kau ganti baju Dulu.. aku yg akan menjaga di sini.." ucap Nadya,.. Rain mengangguk.. ia segera pergi ke toilet untuk mengganti pakaian nya yg penuh dengan darah Karen..
Nadya menatap hampa.. "Bagaimana keadaan nya vik..?"tanya Nadya..
"Karen kritis Nad..!! dokter bilang, dia harus melewati masa kritis nya malam ini" jawab nya, "Ren, aku baru saja bertemu dengan mu hari ini,.. tapi ini terjadi lagi..!! Karen bertahan lah.." batin nya..
__ADS_1
"Vik, aku mau memberi tahu mu sesuatu.. sebenar ny, saat aku ddatang ke gedung itu, pagi tadi untuk meengecek semua nya, aku melihat seseorang, dia sibuk membersihkan Lampu itu,.. tapi aku tidak menaruh curiga pada nya, karena kelihatan nya, dia hanya petugas kebersihan biasa,.. aneh nya saat dia melihat ku memperhatikan nya dia langsung pergi dari gedung itu.. aku tidak mengatakan ini pada Rain, karena aku thu Rain iu emosi nya tinggi.. aku takut kecurigaan ku itu salah.." ucap nya..
Vikar terlihat Berfikir.. "oke nad, mungkin nanti aku akan memeriksa nya, kecelakaan ini di sengaja atau murni kecelakaan.. aku harus pulang dulu, aku titip Karen pada mu Nad.. jika terjadi sesuatu.. hubungi aku.. dan jangan mengatakan apa pun pada Rain tentang ini.." ucap Viikar..
Nadya mengangguk.. "Baiklah Vik.." jawab nya..
Vikar pergi meninggalkan rumah sakit.. "jika benar Karen aa yg mencelakai aku akan menemukan pelaku nya.." batin nya.. Trlihat Nay yg mulai tertidur.. Kefin mengntar Vikar pulang ke Apart Rain yg dulu..
"Looh Kef.. kenapa kita ke sini..?" tanya nya,.. "Tuan nugrroho mmembelian Ana sebuah unit apart yg dekat dengan Apart tuan Rain.. jadi Anda bisa berdekatan dengan nya," jawab Kefin.. Vikar terdiam.. "Ayah Rain suah mempersiapkan ini semua, untuk ku.." batin nya..
Sementara itu di Rumah Bunga..
Myka terliat tersenyum pus, melihat berita di televisi yg memberitakan tentang kecelakaan Karen siang itu.. "Kak.. seperti nya kita berhasil..!! kau lihat berita itu si pengantin wanita terluka parah..!! aku yakin dia tidak akan selamat.." ucap nya,..
Bunga tertawa terbahak.. "iya, kkau lihat Myk.. lampu itu, langsung menimpa tubuh nya... aku yakin Wanita yg merebut suami ku tidak aan selamat.." jawab nya.. Myka tertawa puas.. "kau benar kak..." ucap nya..
"Ayo kita rayakan ini.. kita minum sampai pagi.." ucap nya bunga mengangguk.. "bersulaang... untuk kematian Karen...!!!" teriak Bunga... Suara dentingan gelas terdengar jelas, bersama tertawaan mereka..
"itu balasan untuk wanita yg sudah merebut suami ku.. aku tidak akan membiarkan kau hidup tenang, bahkan jkakau selamat pun kali ini, aku akan lagi dan lagi mencelakai mu, hingga kau benar-benar mati di hadapan ku.. jika Aku tidak bisa memiliki Rai, maka kau juga tidak bisa... Rain hanya boleh hidup bersama ku,.. bukan hidup dengan mu Karen.." batin nya, dia meminum Wine yg di pegang nya...
__ADS_1
BERSAMBUNG