
Vikar berjalan santai, diaa baru saja kembali.. terlihat dia terus menghubungi Rain.. "Di mana Rain..? ponsel nya tidak aktif , aku menghawatirkan nya.." batin nya.. Vikar kembali ke Kamar Karen..
Dia membuka pintu nya.. "Ra...in...!!!" ucap nya.. tekejut,. Vika berlari, menolong Rain.. "Kakak.. kakak.. tolong, dia Aku tidak tahu dia kenapa..!!" ucap Karen menangis.. Vikar langung memapah Rain dan membawa nya ke sofa..
"Aku akan panggil kan dokter Karen.. tunggu sebentar.." ucap nya panik.. Karen mengangguk.. dia ingin sekali mendekat pada Rain, tapi dia tidak bisa,, tubuh nya masih terlalu lemah, untuk berjalan pun dia kesulitan..
"Rain.. bangun.. Maaf kan aku... Rain...!!" ucap nya menangis.. tidak lama kemudian, Vikar datang bersama Dokter, dia langsung memeriksa Rain.. "Seperti nya, dia tebentur.. kita pindah kan ke kamar lain..!!" ucap Dokter itu.. Mereka segera membawa ain ke kamar Lain..
Vikar menggelengkan kepala nya. "Apa yg terjadi pada mu Rain..?" batin nya.. Karen menangis.. "Kakak aku ikut.. aku ingin bersama nya,,. bersama Rain.." ucap nya terbata..
Vikar terlihat bingung... "Baiklah aku akan Ambil kursi roda dulu.." ucap nya, Karen mengangguk..
Vikar membawa Karen pada Rain.. "Kau lihat, dia sehacur itu, kau tinggal kan..!! fikirkan baik-baik keputusan mu, dia dan kau saling terikat, kalian tidak mudah untuk berpisah, kalian pernah berpisah dulu,.. dan Bunga pernah merebut nya dari mu.. tapi tuhan mepertemukan kalian lagi,.. kau tidak bisa menghindari nya, dia sangat mencintai mu.." ucap Vikar..
"Dokter bilang dia tidak apa-apa.. dia hanya terbentur, kurasa dia kecelakaan, mobi nya sedikit rusak.. dan dokter mengatakan,, sebentar lagi dia akan sadar..!!! Karen kau jangan banyak bergerak juga.." ucap nya..
__ADS_1
Karen terdiam.. dia tidak bisa melihat apa pun... untuk menggegam tangan nya pun dia haus di bantu oleh Vikar.. "Aku ingin di sini kak..!! kak,.. apa ayah ku masih hidup..? apa dia bisa mencari kan pendonor kornea untuk ku..?" tanya nya..
Vikar menatap nya.. "Kami sedang mencari nya..!! Ayah akan segera ke sini, untuk bertemu dengan mu..!! mungkin saat ini, dia sedang dalam penerbangan, dari jepang ke sini.. mudah-mudahan kedatangan nya membawa kabar bik untuk mu.." jawab nya.. Karen terdiam
"Bagaimana Kau bisa mengenali aku, jika aku ini adik yg kau cari selama ini.." tanya nya.. Vikar terdiam.. "Aku mendatangi rumah masa kecil kita.. i sana aku menemukan foto mu dan Ayah.. dan aku juga melihat foto kita berdua.. tertulis di sana Melody dan Akana.." ucap nya.
"Aku tidak tahu, jika kau dan aku sedekat ini, saat kita di Sydney pun, aku sudah tahu jika kau itu Adik ku..!! tapi butuh waktu lama, untuk kau mengenali ku.." ucap nya.. Karen tertunduk sedih..
"Maaf kan aku..!! tapi kenapa kau tidak mengungkap kan nya..? kenapa baru sekarang..!! aku selama ini kesulitan..!! aku sendirian..!! aku tidak tau jika kau ada di dekat ku.." ucap nya sambil menangis..
"aku tidak akan meninggal kan mu.." ucap nya..
beberapa saat kemudian
Rain membuka mata nya.. dia merasakan sakit di kepala nya.. Karen tertidur di samping nya. Rain mengelus rambut nya Genggaman tangan nya tidak Karen lepas kan..
__ADS_1
"Rain.. kau sudah sadar..?" tanya nya..
"Kau tidak apa-apa..? ku kenapa Rain..?" ucap nya
Rain berusaha duduk.. "Aku tidak apa-apa..!! jangan khawatir kan aku.. kemana Vikar..? kau harus istirahat di kamar mu..?" ucap nya.. Karen terdiam.. "Tidak.. aku mau di sini..!! aku mau bersama mu.." jawab nya
"Tapi Karen.. Kau belum membaik, kau haruss istirahat, aku yg akan menjaga mu, menemani mu di sana.." ucap Rain.. dia mencoba berdiri, dan mendorong Karen..
"Rain kau harus menemani ku.." ucap nya..
"Aku tidak akan kemana-mana.. aku selau bersama mu.." ucap nya mereka kembali ke kamar perawatan Karen
"Maaf kann aku Rain..!!" ucap nya, Rain terdiam.. dia memeluk nya.. "jangan pernah mengatakan itu lagi Karen.. aku tidak pernah bisa kehiangan mu.." jawab nya..
Karen mengangguk..
__ADS_1
bersambung