LOVE RAIN

LOVE RAIN
Sebuah Rasa


__ADS_3

"Perasaan apa ini?" gumam bella dalam hati, "rain kenapa kau memegang tanganku" ucap bella dengan perasaan yang kacau balau. "sudah lama aku tidak merasakan diperhatikan" ujar rain membalas ucapan bella. "Ah iya tapi apa hubungannya dengan memegang tanganku?" tanya bella sambil menarik tangannya dari genggaman tangan rain. "aku hanya gelisah" ucapnya. "kenapa kau gelisah, ah maaf tak selayaknya aku bertanya seperti ini, sebaiknya aku kembali bekerja karena kerjaanku sudah menunggu, kau santai-santai saja dulu disini" ucap bella yang mulai tak karuan pada hatinya. sesekali bella menoleh rain yang masih duduk disamping dinding kaca seraya menatap hujan turun. "aku rasa ada yang tidak beres padanya atau mungkin perasaanku saja" gumamnya sambil mengelap meja. Tiba-tiba rain meninggalkan kedai kopi tanpa sepengetahuan bella. "Huh dia sudah pergi tanpa berpamitan, apa-apaan anak itu" ucap bella dengan nada kesalnya. "tapi kenapa hatiku merasa sedih melihatnya pergi seperti ini, ada yang salah dengan perasaanku" gumam bella dalam hati sambil termenung menatap tempat yang diduduki rain tadi. Bella kemudian melanjutkan pekerjaannya seperti biasa dan melayani pelanggan yang mampir di kedai kopi. Hari demi hari bella kembali kerutinitasnya sehari-hari tanpa ada hal apapun yang menghalanginya.


"Waah cerahnya pagiku, rasanya sudah lama aku bangun tidur tidak disuguhi pemandangan indah seperti ini" ucap bella yang berada ditempat tidur yang disinari matahari pagi sambil menatap kearah jendela samping tempat tidurnya.

__ADS_1


"Pagi ini sebaiknya aku jalan-jalan" ujar bella. Seperti biasa bella mengemaskan tempat tidur, kemudian menyiapkan sarapan sebelum bepergian, setelah beres semuanya bella keluar dari rumah kontrakannya. "Selamat pagi bibi" ucap bella sambil tersenyum bahagia menyapa tetangga disebelah kontrakannya, "hei nak, selamat pagi" ucap bibi yang bernama Danita seraya melambaikan tangannya pada bella yang beranjak pergi.


"Pakai baju cerah begini apa tidak terlalu mencolok ya" ujar bella melihat pakaian yang ia kenakan sembari berjalan melewati pepohon-pohonan yang rindang yang disamping pohonnya mengalir air sungai yang jernih dan tenang. "Bahkan sahabat pun aku tidak punya, Hah kenapa hidupku malang seperti ini" ucap bella dengan helaan napas panjang. berselang lamanya bella berjalan-jalan menikmati cuaca cerah di pagi hari, dikejauhan ia melihat Rain keluar dari sebuah mobil mewah menuju Gedung perusahaan yang megah. "Rain!!" sontak bella memanggil rain diseberang jalan, rain terus berjalan menuju dalam gedung, bella hanya menatapnya saja dari kejauhan. "Apakah itu tempat kerjanya?" tanya bella dalam hati. Perasaan rindu terjadi begitu saja yang dirasakan bella pada rain hari itu, karena rain merupakan laki-laki misterius bagi bella sejak pertama kali mereka bertemu. "Sudahlah lupakan saja, mungkin dia juga sudah melupakanku, lagian aku juga bukan temannya" ucap bella menenangkan hatinya yang gelisah.

__ADS_1


Hari demi hari bella menjalani hidup seadanya, hanya sekarang ada perbedaan jelas bahwa bella hari-harinya dipenuhi rasa rindu yang mendalam pada rain, yang bella pun tidak mampu mengungkapkannya dengan kata-kata.


Sore hari menjelang malam, hujan turun dengan deras nya ketika bella masih ditempat kerja, bella dengan perlahan keluar dari kedai kopi kemudian mengulurkan tangan mencoba menggapai rintik-rintik air hujan yang mengalir deras melewati jari-jari tangannya. "Apakah Rain seperti air hujan yang tidak bisa kupertahankan keberadaanya ditanganku ini?" ujar bella sembari mengepal erat tangannya. Begitu pilu yang dirasakan oleh bella, perasaan ini merupakan perasaan yang pertama kali dirasa olehnya. "ya Tuhan hilangkan rasa ini" ucap Bella dalam hati sambil memohon.

__ADS_1


__ADS_2