LOVE RAIN

LOVE RAIN
Hubungan


__ADS_3

Pada sore hari sesampainya Rain di Jepang, kedatangannya dirumah yang sangat megah disambut hangat oleh Ibunya.


"Anakku tercinta, ibu rindu sekali padamu, apa kabar sayang?" ucap Ibu Rain yang bernama Sophia Josianne sambil memeluknya, "baik" jawab singkat dari Rain. "Aku lelah, aku mau istirahat ke kamarku" ujar Rain seraya diikuti pelayannya membawa koper milik Rain menuju kamarnya. "Ah baiklah sayang, selamat istirahat dan jangan lupa melewatkan makan malam kita nanti" seru ibunya pada rain yang sudah beranjak pergi menuju kamar. "Dimana Ayah?" tanya rain pada pelayannya, "Tuan masih dikantor, apa tuan muda butuh sesuatu?" tanya pelayannya. "Tidak, aku hanya ingin istirahat" jawab rain. "Baik tuan muda, kalau begitu saya permisi pamit dulu" ujar pelayannya sambil menutup pintu kamar milik Rain.

__ADS_1


Perlahan Rain berjalan sambil melihat isi kamar yang sudah lama ditinggalkannya, kemudian rain menghampiri meja disamping tempat tidurnya sembari mengambil sebuah bingkai foto masa kecilnya bersama Ibu kandungnya yang sudah lama meninggal, ia mengusap perlahan wajah ibunya yang tersenyum bahagia didalam foto sambil memeluk rain masa kecil. "Ibu, aku sangat merindukanmu" ucap Rain dengan kesedihannya yang mendalam mengingat kepergian ibu yang sangat dicintainya itu pergi untuk selama-lamanya.


Berbaring sejenak ia dikasur empuknya, seraya berpikir apa yang akan dibicarakan oleh orang tuanya nanti malam, "Apa sebegitu pentingnya hal yang ingin mereka bicarakan hingga aku harus disuruh pulang mendadak seperti ini" ujar rain dalam hati yang mengusik benaknya hingga ia terlelap tak sadarkan diri.

__ADS_1


Kemudian terdengar suara ketukan berulang kali di balik pintu kamarnya Rain, "Tuan muda, ini sudah waktunya makan malam dengan tuan dan nyonya", ucap pelayannya sambil terus mengetuk pintu kamar rain. "Tuan muda, tuan dan nyonya sudah menunggu", seru pelayannya memaksa membangunkan rain yang sedang terlelap di tempat tidurnya, suara pelayannya terasa sayup-sayup terdengar oleh rain yang mulai terbangun dari tidurnya.


"Honey, lihatlah pangeran kita yang sedang menuju kemari, aku bahkan tak sadar sejak kapan dia tumbuh begitu cepat menjadi seorang pria yang tampan sepertimu" ucap nyonya Sophia kepada suaminya, "Itu karena kau tidak memperhatikannya dengan baik" jawab ayahnya rain yang bernama Yamazaki Toshiro. "Selamat malam ayah" ucapan selamat malam rain pada ayahnya yang sudah lama tidak bertemu, "sayang kenapa kau tidak ucapkan selamat malam juga pada ibu, ibu akan senang hati membalasnya" ujar ibu tirinya rain.

__ADS_1


"Duduklah Ryota, kita mulai makan malamnya" ucap ayahnya yang memanggil nama depan Rain, sembari mereka menyantap hidangan makan malam di ruangan dengan gemerlap lampu gantung nan megah menghiasi ruang makan mereka dan sesekali ayahnya bertanya kabar rain dan bagaimana keadaan cabang perusahaan Sky Group yang ada di Indonesia, setelah usai mereka makan malam, ayah dan ibunya rain mulai membahas hal penting yang ingin disampaikannya kepada rain pada malam itu.


"Ryota, apakah kau masih ingat dengan teman kecilmu dulu si Haruka Yuri?" ucap ayahnya, "iya, aku masih ingat" jawab rain membalas ucapan ayahnya, "bulan depan yuri dan orang tuanya akan datang kesini untuk bertunangan denganmu" ujar ayahnya dengan wajah yang serius mengucapkan perkataannya tanpa basa-basi. "Apa maksudnya ini, kenapa kalian memutuskan seenaknya tanpa persetujuanku dulu!!" jawab rain dengan suara yang lantang, "anakku, bukankah dulu kau menyukai yuri" ucap ibunya pada rain, "aku tidak pernah menyukainya sedikitpun" jawab rain dengan cepatnya membantah ucapan ibu tirinya. "Aku tidak peduli ucapanmu, pokoknya bulan depan kau sudah bertunangan dengan yuri dan kau tidak berhak untuk menolak!!" perkataan ayahnya dengan tegasnya memperingatkan rain, sontak perkataan ayahnya itu membuat hati rain semakin menggebu-gebu membenci kedua orang tuanya yang berlaku egois padanya.

__ADS_1


__ADS_2