
Tap.. tap. tap.. Rain berjalan menyusuri lorong Rumah Sakit. dia berrniat untuk menemui Seorang Dokter yg dulu melakukan operasi pendonor untuk Ayah nya, Dengan nafas yg berat dia memberani kan diri nya, mengetuk pintu ruangan dokter tersebut..
"Aku harus tau siapa yg memberikan Ginjal nya untuk Ayah, siaupa orang yg meyelamat kan Ayah ku..? apa kah benar Bunga.. atau orang lain..?" batin nya.
Dengan perasaan yg berdebar, dia mulai mengetuk pintu itu..
Tok.. Tok... tok.. "iya masuk.." ucap suaara dari dalam ruangan itu,.. Rain membuka pintu nya, dia duduk di hadapan Dokter tersebut,.. Dokter itu terlihat Bingung.. "Apa dokter masih ingat dengan saya..?" tanya nya, Dokter itu terlihat berfikir..
"Kau Rain bukan..? apa kabar Rain..?" tanya nya, Rain tersenyum.. "Dokter Ferdi masih ingat denga saya rupa nya.. saya baik Dok.." jawab nya, Dokter itu tersenyum.. "Apa yg membawa mu jauh-jauh ke sini Rain..? apa ayah mu sakit?" tanya nya,
Rain menggeleng, "Tidak Dok, Ayah baik-baik saja,..Saya ke sini ingin menanya kan sesuatu pada mu..!" ucap nya, "Hm.. ada apa Rain..?" tanya nya, Rain menghembus kan nafas kasar,
"Saya ingin tau siapa yg mendonor kan Ginjal nya untuk Ayah...?" tanya nya, Dokter Ferdi terdiam.. "sebenar nya, Saya sudah berjanji, untuk tidak membei tahu siapa pun, tapi waktu, ada dua wanita yg ikut di tes, kesehatan dan keccocokan nya, untuk menjadi pendonor Ginjal untuk ayah mu.. dan d antra ddua wanit itu salah satu nya sangat cocok, hampir 99% Ginjal nya sangat Cocok.. dia lah yg mmberikan satu ginjal nya untuk ayah mu, tapi dia tidak ingin kami menyebut kan nama nya dn dia tiak ingin jika keluarga pasien mengetahui nya.." jelas nya,
Rain terdiam, "tolong beri tau Saya Dok, siapa wanita itu,? setidak nya saya ingin mengucap kan terima kasih pada nya.." ucap Rain.. Dokter Ferdi terdiam.. "hm.. Baiklah saya akan ambil dulu data dari pendonor itu.." ucap nya, Rain mengangguk..
"Jiika aku tahu, Bunga berbohong, aku akan langsung meninggalkan nya, jika benar dia berbohong, berarti dia hanya memanfaat kan kebohongan nya, untuk memmperalat ku dan orang tua ku.." batin nya, Rain tiak sabar menunggu Dokter Ferdi kkembali ke sana..
__ADS_1
Tidak lama kemudian, Dokter Ferdi kembali kembali ke ruangan nya, Ia membawa berkas yg dia maksud, "Ini dia berkas nya.. Ada dua wanita yg menjadi calon pendonor saat itu, wanita bernama Bernama Bunga Valentina, dan Karen Melody Nuria.. dari ke dua nya, Ginjal Karen lah yg cocok untuk ayah mu, dan dia bersedia, untuk mendonor kan nya.." jelas Dokter Ferdi.. Ran terkejut,.. "Ka-Karen yg mendonor kan Ginjal nya dok..? Bukan Bunga.." tanya nya tidak percaya,
Dokter Ferdi menggeleng, "Menurut Data yg tertulis di sini, Karen yg menjadi pendonor," jawab Dokter Ferdi.. "Ta-tapi Dok, apa benar ini resep obat yg Dokter beri pada Karen, dan ini hasil lap yg menujukan bahwa Bunga yg mendonor kan Ginjal nya.?" tanya Rain memberikan secarik kertas..
Dokter Ferdi mmengambil dan memaca nya,.. "Hmm.. iya, ini memang dari Rumah sakit ini.. tapi ini tidak menunjuk kan jika dia yg mendonor kan Ginjal nya, Saat itu saya ingat, kecocok kan Bunga hanya sebesar 77% saja, dia tiak bisa menjadi pendonor, dan Ginjal nya tidak bisa di donor kan, karena dia mengkosumsi minuman keras.." jawab Dokter Ferdi..
Rain terdiam.. "Dia membohongi ku, ternyata Bunga tidak mendonor kan Ginjal nya, tapi Karen yg memberikan nya untuk Ayah ku.." batin nya, menahan marah, dalam diam..
"Saat itu Rain, ketika Nona Karen melakukan operasi pendonoran, ibu mu pun, Nyonya Arin mendampingi nya, beliau menunggu Hingga operasi pengangkatan Ginjal Nona Karen selesai, Baru setelah itu, kami tim Dokter, melakukan operasi pada ayah mu..!!" ucap Dokter Ferdi..
Rain benar-benar marah, bukan hhanya Bunga yg berbohomg, tapi ibu nya pun ikut membohongi nya, dan memaksa nya, untuk menikah dengan Bunga, Rain meminta berkas yg menunjukan Karen pendonor Ayah nya,
"Ibu bekerja sama dengan Bunga, untuk memperalat ku, dia jelas tau, jika Karen pendonor nya, dia tidau tahu malu, Karen sudah menolong suami nya, jika tiddak ada Karen mungkin ayah ku sudah meninggal sekarang.." batin nya, Rain tidak percaya pada kenyataan yg baru dia ketahui ini..
"Aku bisa dengan mudah menceraikan Bunga,, aku tidak terikat jasa, atau hutang budi apa pun pada nya, salah ku juga, kenapa aku dulu tidak mencari tahu dulu, dan aku tidak mudah percya ucapan ibu.!! karena masalah ini, aku harus terkurung pernikahan dengan wanita yg tidak aku cintai, dan pasti ini pun menyakiti hati Karen.. Ibu... hmm.. kau benar-benar tidak ingin aku bahagia, pengorbanan Karen pada ku, tidak akan pernah aku lupa kan.." batin nya,
"Tunggu aku Ren, aku akan menyelesai kan ini semua, dan kita akan segera hidup bersama, kau tidak akan lagi di sebut pelakor oleh orang-orang.. terima kasih Karen, telah menyelamat kan orang yg paling berharga di hidup ku.." batin nya,
__ADS_1
Rain membawa mobil nya cepat, dia ingin segera sampai dan bertemu dengan Karen.. "Bunga awas Kau, setelah aku sampai, aku akan langsung mengurus surat perceraian kita.." ucap nya geram..
#JAKARTA
Karen melihat keluar dari celah jendela Rumah Nadya,,.. "Bunga tidak ada." batin nya da tersenyum dengan berjalan megendap-endap dia keluar, dia sudah berpamitan untuk pulang pada Nadya, Dengan cepat dia mengendarai mobil nya subuh itu..
"Jalanan masih Gelap,.. aku harus berhati-hati.." batin nya, dengan pelan, Karen membawa mobil nya, Apart Karen berada di pinggiran jakarta, Mobil nya melewati pinggiran Sungai yg berarus deras..
Tiba-tiba saja, Mobil Bunga sudah berada di samping nya,
"Heh pelakor, kau fikir aku sudah pulang kan,? rasakan ini." ucap nya, Bunga terus menyenggol mobil Karen,.. Karen terkejut.. Dia membuka kaca mobil nya,
"kau gila..? kau ingin mencelakai aku..?" teriak nya, tapi Bunga terus menyenggol mobil Karen, dia kehilangan kendali mobil nya, jalanan yg licin karena malam itu hujan membuat mobil nya tergelincir..
BRAAAAAAKKK...... "AAAGHHHHHHH...." teriak nya, Karen menabrak pinggiran pembatas antara Sungai dan jalanan.. mobil itu terjun dari jalanan dan terjatuh ke dalam Sungai,..
Bunga terkejut, Dia langsung meninggalkan tempat di mana Karen Terjatuh...
__ADS_1
"Tidak-tidak Bunga.. apa yg kau lakukan.." teriak nya, ketika dia melihat Karen terjatuh..
BERSAMBUNG