
kalau mark tak bisa membantu rachel secara langsung maka mark bisa membantu rachel dari belakang.
🌺🌺🌺🌺
Rachel mendengar itu tentu saja senang, dia mana mungkin menyianyiakan kesempatan ini.
"wah benarkah tuan?" tanya rachel.
"kapan aku berbohong? chris sendiri yang mengatakan itu pada ku. kau bisa temui chris untuk menanyai informasi lebih lanjut lagi"
"baik tuan" rachel segera mengemasi kekacauan yang dia buat akibat dari lamunan nya itu.
Sedangkan mark, segera pergi dari hadapan rachel untuk menghubungi chris. ya tentu kalian tau lah untuk apa mark menghubungi chris kalau bukan membicarakan soal sekolah untuk rachel.
"kalau begitu biar aku saja yang menanggung seluruh biaya sekolah rachel" ucap chris di telpon.
"tidak, rachel adalah tanggungan ku jadi biar aku saja yang menanggung nya" ucap mark tak mau kalah.
"nanti harta mu bisa habis mark kalau menanggung rachel di sekolah, ku" ledek chris.
"wah kau benar-benar ya chris, kau memang lebih kaya dari ku tapi aku masih mampu kalau hanya menyekolahkan rachel sampai sarjana sekalipun, yasudah nanti aku kesana" kesal mark.
Mark langsung mematikan ponsel nya dan berniat menghampiri rachel, tapi ternyata rachel sudah ada di belakang nya. mark jadi kikuk, apa rachel mendengar pembicaraan nya dengan chris?
"ah hel, kok sudah ada di sini saja?"tanya mark gugup.
"ya aku ingin memanggil tuan, kalau aku sudah selesai. jadi kapan kita berangkat?"
"tentu saja sekarang, ekhmm kau menguping pembicaraan ku ya?" tanya mark gugup.
"hmm aku hanya mendengar kalau harta tuan mark akan habis, tapi aku tidak bisa mendengar lagi kelanjutan nya" ucap rachel jujur.
Karena saat rachel ingin memghampiri mark, mark sudah lebih dulu mematikan ponsel nya.
"ohh begitu, yasudah kau bersiap lah" mark sangat lega ternyata rachel tak mendengar pembicaraan nya.
🌺🌺🌺🌺
Di sisi lain nathan sedang mengambil kesempatan di saat flow sedang tertidur lelap di mobil milik nya, nathan mengamati setiap inci wajah flow yang terlihat begitu sempurna.
"kok bisa ya tuhan menciptakan mu sesempurna ini? wajah nya cantik, otak yang cerdas, dan hati yang masih sangat murni. ku kira manusia itu hanya tersisa satu, yaitu kia. tapi tuhan menciptakan nya untuk ku, sungguh baik bukan tuhan?" ucap nathan pelan, nathan juga merasa kalau flow itu tercipta untuk nya.
"eughh... jangan ku mohon jangan, lepaskan aku tuan hiks.. jangggaann" flow mengigau sambil mengeluarkan air mata, seolah mimpi itu begitu nyata.
"heyyy floww bangun laaahh" nathan membangunkan flow, dan flow pun terbangun langsung memeluk tubuh nathan dengan erat. tak lupa juga air mata yang masih menetes.
"dia hiks.... dia hiksss...." ucap flow terbata-bata, seolah tak sanggup untuk mengatakan nya.
"sstt... tenanga lah, kau aman bersama ku flow" nathan menenagkan flow dan mencium kepala flow.
"ada apa dengan nya? apa ada satu kejadian yang membuat nya trauma?" batin nathan.
Nathan juga memberikan flow air putih, agar flow bisa sedikit lebih tenang. setelah di rasa flow sudah sedikit lebih baik baru lah nathan mengendarai mobil nya lagi.
"kau sudah lebih baik?" tanya nathan.
"sudah kok, maaf merepotkan mu nath" jawab flow.
"its oke, itu guna nya kekasih" nathan barusaha untuk membuat flow melupakan sedikit mimpi nya dengan candaan.
"jangan harap kau bisa menjadi kekasih ku nath" ucap flow tak terima.
"kalau memang aku tak boleh berharap untuk biaa menjadi kekasih mu, tapi setidak nya aku bisa berharap agar bisa menjadi suami mu kan" goda nathan.
__ADS_1
"nathhh!!!" pekik flow.
"oke-oke aku tak akan menggoda mu lagi hehe"
"nah ini dia flow yang aku kenal, galak dan sangat imut"batin nathan
Akhirnya nathan dan flow sampai juga di depan mansion keluarga flow.
"sudah sampai sini aja nath" perintah flow, tapi tidak di dengar oleh nathan.
Nathan turun dari mobil dan mebukakan pintu mobil nya untuk flow, flow pun merasa jengah dengan sikap nathan yang sangat berlebihan.
"sekarang kau sudah boleh pulang" secara tidak langsung flow mengusir nathan.
"atas dasar apa nona muda morrone ini mengusir ku? aku ini ingin menemui daddy mu, aku dan dia pernah terlibat satu proyek bersama. jadi alangkah sangat tidak sopan kalau aku langsung pulang begitu saja, lagi pula bukan kah saat ini waktu nya jam makan siang? dan aku pun belum makan siang" modus nathan.
Nathan sengaja ingin mampir ke kediaman keluarga morrone untuk sekedar mengobrol, meng akrabkan diri pada calon mertua.
"kau itu tidak miskin nath, untuk apa kau menumpang makan di rumah orang. aku melarang mu untuk makan siang di rumah ku" tolak flow terus terang.
"heyy nona flow yang cantik, aku itu tak perlu izin dari mu. kalau orang tua mu menerima ku untuk makan siang di sini maka kau tak ber hak mengusir ku"
"jangan panggil aku nathan kalau aku tak bisa menaklukan singa betina" batin nathan.
Tanpa memperdulikan nya lagi, nathan segera menuju pintu mansion keluarga morrone dan memencet bel nya.
ting nong..
ting nong..
Datang lah pria paruh baya yang menunduk hormat pada nathan, nathan pun jadi tak enak di perlakukan seperti itu.
"ah tak usah menunduk tuan" cegah nathan.
"paman, biarkan orang gila ini masuk" ucap flow.
"baik nona muda, silahkan tuan masuk" ucap paruh baya dengan sangat sopan dan lembut.
"terimakasih juga tuan"
Nathan melihat sekeliling dekorasi mansion yang sangat elegant dan sangat berkelas, konsep mansion ini berwarna putih jadi lebih terkesan kalau mansion ini sangat hidup dan tentu saja ada penghuni nya, sangat berbeda dengan konsep rumah nya yang serba hitam.
"bagus juga mansion ini" ucap nathan.
"tentu, ini aku yang membuat nya" ucap flow sombong.
"benar-benar calon istri idaman" ucap nathan.
"eh ada tamu ya rupanya" ucap ibu flow.
"dia bukan tamu mom, dia adalah orang gila yang memaksa untuk bertamu" jawab flow ketus.
Mommy flow jadi tak enak hati pada nathan, ucapan flow benar-benar sangat terus terang dan sangat kejam.
"huss jangan seperti itu flow, mana ada orang gila se tampan ini" bela mommy flow.
"benar tuh tante, orang gila itu tidak ada se tampan diri ku"
Flow jadi mual mendengar kenarsisan nathan yang tidak ada obat nya.
"hmm tapi maaf, nama mu siapa?" tanya mommy flow.
"ah ya tante, nama saya nathan smith putra satu-satu nya dan yang tertampan dari jonathan smith dan vanessa smith" nathan sengaja menyebutkan nama kedua orang tua nya, berharap mommy nya flow akan kenal dengan kedua orang tua nya dan merestui hubungan nya dengan flow.
__ADS_1
"ohh kau anak nya vanessa? ohh ternyata ini anak nya vanessa yang terkenal playboy dan tampan itu" ucap mommy flow dengan polos nya.
🌺🌺🌺🌺
"wah mansion nya besar sekali ya tuan" rachel memandang takjub dengan kemewahan mansion dari chris dan kia.
"aku juga punya hel, bahkan tak kalah mewah kok" mark tak terima kalau rachel memuji apa yang bukan milik mark.
"benar kah? tapi bukan nya tuan mark hanya mempunyai apartemen saja? ya walaupun apartemen tuan mark juga mewah tapi tak bisa mengalahkan kemewahan dari mansion ini tuan" rachel sebenarnya tak tau se kaya apa mark, yang rachel tau kalau mark hanya mempunyai satu unit apartemen mewah dan satu mobil mewah.
"kau akan lihat itu semua nanti di saat kau sudah menjadi istri ku hel" jawab ketus mark.
Mark dan rachel pun turun dari mobil, mereka juga di sambut oleh para penjaga dan ada marvel juga di sana.
"kau sudah di sini saja vel, memang nya kau tak pergi ke perusahaan?" tanya mark.
"ini jam istirahat tuan mark, dan tuan chris lebih memilih untuk makan siang di sini bersama nyonya kia" jawab marvel.
"ckk.. bucin sekali mereka" kesal mark.
"silahkan tuan mark, nona rachel"
Mulut rachel tak berhenti memuji segala perabotan dan dekorasi di dalam mansion itu, mulai dari patung yang sangat besar, lukisan yang terlihat begitu nyata dan juga jam dinding yang sangat besar.
"wah aku baru pertama kali melihat lukisan terlihat begitu nyata, sangat cantik" puji rachel.
"lukisan itu jelek hel" jawab mark.
"jelek dari mana nya tuan? jelas-jelas lukisan itu terlihat seperti hidup kok, seperti nya mata tuan mark perlu di periksa" ledek rachel.
Mark melotot tajam tak terima, baru juga mark ingin membuka suara tapi marvel lebih dulu memotong nya.
"mari tuan mark, nyonya kia dan tuan chris pasti sudah menunggu kalian" marvel berusaha memberhentikan perkelahian mereka berdua
Sesampai nya di ruang makan, kia langsung memeluk rachel saat melihat rachel datang ke mansion nya.
"wah rachel, astaga aku rindu sekali pada mu" ucap kia.
"aku juga rindu dengan kak kia" rachel membalas pelukan dari kia.
"mari makan siang bersama" kia menuntun lengan rachel ke meja makan, tak lupa juga kia menyendokkan makanan yang sangat banyak untuk rachel.
"ekhhmm maaf kak kia, tapi aku tak bisa makan sebanyak itu" ucap rachel.
Kia menyendokkan makanan terlalu banyak untuk tubuh rachel yang sangat kecil ini.
"sengaja hel, aku tak mau kau sampai kurus kering seperti ini. kalau dada dan bo*ong mu membesar kan yang senang kak mark juga, ya kan kak mark?" tanya kia polos
Pipi rachel memerah saat kia dengan tak tau malu nya membahas ukuran diri nya.
"tentu, kan kami sebentar lagi akan menikah" jawab mark santay.
"rachel apa kau yakin ingin menikah dengan lelaki tua ini?" tanya chris. yang terkesan sangat meledek.
"tuan mark tidak tua kok tuan chris, tuan mark hanya sedikit keriputan di usia nya yang masih muda" ledek rachel.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
jangan lupa like yuk, di komen juga sama di vote juga oke
salam cinta dari othor abal-abal 😘
sarangheo ❤️
__ADS_1