
"Biar saja, siapa suruh kau sangat sok tau, yang tau Suami ku hanya diri ku, kau orang luar tidak akan tau bagaimana dia saat sedang di rumah," Setelah itu Rachel langsung lari meninggalkan Diego.
🌺🌺🌺🌺🌺
Setelah selesai sarapan ralat maksudnya makan siang, karena hari sudah menunjukkan pukul 12 siang. Sania pun setelah mandi langsung turun ke bawah agar tidak di ganggu oleh Steven.
"Hufft selamat juga dari srigala kelaparan," ucap Sania.
"Kau kenapa San? Kok kaya cemas gitu?" tanya Kia.
"Ah tidak kok, hmm maaf ya Kia aku bangun nya ke siangan sekali," ucap Sania merasa tak enak.
"Tidak apa San, kita mengerti kok kalau kau itu butuh waktu untuk berduaan dengan Steven," goda Rara tiba-tiba.
"Mak-sud mu apa Ra?" tanya Sania.
"Jangan bilang kalau mereka melihat aku dan Steven sedang ..... oh astaga, ini benar-benar sangat memalukan," batin Sania.
Wajah Sania langsung memerah kala membayangkan betapa memalukanya saat orang-orang tau perbuatan apa yang sudah mereka lakukan.
"Wah sepertinya ada yang bullshing nih," goda Rara.
"Tid-dak kok, hmm itu yang kalian lihat tidak seperti yang kalian duga kok," ucap Sania.
Rara dan Kia hanya menganggukkan kepala saja, dari pada Sania akan bertambah malu.
"Iya iya kami mengerti kok, lagi pula kan tak ada yang salah kalau seandainya kalian saling bermesraan, kalian kan sudah menikah jadi itu sangat wajar kok," jelas Kia.
"Benar, sayang jadi kau tak usah malu begitu deh," sahut Steven tiba-tiba.
"Sekarang ayo kita pulang, kita lanjutkan semalam yang sempat tertunda," lanjut Steven.
"Uuuuhhhhh......" ucap Kia dan Rara.
"Sungguh ini tidak seperti yang kalian bayangkan kok, " ucap Sania panik.
__ADS_1
"Iya-iya kami mengerti kok, yuk Kia lebih baik kita lanjut saja," ajak Rara.
Di saat Sania ingin menyusul Rara dan juga Kia, tangan Sania malah di cegah oleh Steven.
"Lepas," ucap Sania.
"Tidak, lebih baik kita bersiap untuk pulang, aku masih ada kerjaan yang harus ku kerjakan," ucap Steven.
"Yasudah kau kan bisa pulang sendiri, nanti aku akan pulang sendiri juga," jawab Sania.
"Kau ikut dengan ku," perintah Steven.
"Tid-"
"Aku tidak terima penolakan Sania,"
Steven menarik tangan Sania memasuki kamar dan mengajaknya untuk membereskan barang-barangnya.
"Barang-barang yang ada di kamar mu sudah ku pindahkan ke kamar kita," ucap Steven.
"Menurut mu? Mommy dan Daddy akan menginap di rumah kita, jadi dari pada dia curiga kau untuk sementar waktu tidur dengan ku," jawab Steven.
"Ya tuhan kenapa ini harus terjadi lagi, dalam semalam saja dada ku sudah bengkak karenanya," batin Sania cemas.
"Haha kita lihat saja, sebentar lagi kau pasti akan jatuh cinta pada ku dan enggan aku tinggalkan begitu kontraknya pernikahan si*lan ini berakhir," batin Steven.
Apakah itu artinya Steven sudah mencintai Sania? Entah lah, yang jelas Steven hanya menginginkan Sania bertekuk lutut padanya.
"Hmm Stev boleh tidak aku beli kasur kecil?" tanya Sania.
Steven yang mendengar itu mengerutkan dahinya heran, apakah kasur yang ada di kamarnya kurang besar? Sampai Sania berniat meminta kasur kecil?
"Untuk apa? Apa kasur kita kurang besar?" tanya Steven.
"Astaga bagaimana aku harus mengatakan nya ini, aku tidak mungkin kan mengatakan kalau aku melakukan itu semua untuk menghindar darinya," batin Sania.
__ADS_1
"San? Kau kenapa?" tanya Steven.
"Hmm itu aku merasa tidur di kasur kecil dari pada di kasur besar," jawab Sania.
"Hmm baiklah aku akan mengeluarkan kasur besar, lalu kita akan memakai kasur kecil, ah itu pasti sangat indah," jawab Steven.
"Benar sekali, eh tid-dak bukan begitu maksud ku," ucap Sania.
Tapi Steven sudah keburu keluar dari kamar sambil membawa beberapa barang-barang mereka, sedangkan di kamar, Sania sudah meredang kesal. Niat hati ingin pisah ranjang dari Steven tapi sekarang dirinya harus terjebak dalam situasi yang tidak sama sekali Sania inginkan.
"Apa-apan ini, kenapa situasinya berubah menjadi sulit seperti ini?" gumam Sania.
"Hahaha kau pikir aku akan membiarkan mu tidur di ranjang terpisah dengan ku? Itu tidak akan terjadi, karena aku akan menyuruh Mommy dan Daddy untuk tinggal lama di mansion ku," gumam Steven.
Ya itu lah rencana Steven, dia sengaja mengajak Mommy dan Daddy nya menginap di rumahnya bukan tanpa alasan, itu di karenakan Steven ingin membuat Sania bertekuk lutut padanya.
"Kau kenapa senyum-senyum seperti itu?" tanya Chris tiba-tiba.
"Tidak, oh ya dimana Mark? Apa dia ke kantor?" tanya Steven.
"Ya begitu lah, katanya ada sedikit masalah di kantornya," jawab Chris, Steven hanya mengangguk saja.
"Ku dengar kau tidur seperti bayi besar ya Stev?" ledek Nathan.
"Ya seperti yang kalian duga," jawab Stev.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AKU YA
DAN JANGAN LUPA JUGA BERI HADIAH OKE
SALAM CINTA DARI OTHOR ABAL-ABAL 😘
SARANGHEO ❤️
__ADS_1