
"bohong mom" ucap nathan.
🌺🌺🌺🌺
Momy nathan sudah tau apa yang terjadi dengan anak nya yang begitu senang.
"jadi kapan kita akan pergi ke ke rumah flow? momy sudah tak sabar ingin mempunyai cucu" ucap momy nathan dengan semangat.
"apa kau lupa mom kalau anak kita sering membuat cucu untuk kita, tapi dia sengaja malah menyarung kan senjata agar tak tercipta nya biji kecebong" celetuk dady nathan, yang sudah paham betul dengan dunia casanova, karena sebelum dady nathan menikah, dady nathan juga seorang pemain handal dan juga banyak di cari oleh para wanita untuk minta di puaskan.
"ternyata anak sama dady sama saja, sama-sama mesum" jawab momy nathan kesal.
"nama nya juga hukum alam mom, nathan bisa seperti ini berkat ilmu dari dady. ya kan dad" nathan menaikkan sebelah alis nya untuk meledek sang dady.
"ka-u janga-n bicara sembarangan ya nath, mana ada dady mengajar kan kau seperti itu" elak dady nathan dengan panik.
Anak nya itu benar-benar kurang ajar, sudah bagus di beri ilmu yang sangat bermanfaat. eh sekarang malah mencelaka kan dady nya.
"sudah lah momy malas bicara dengan kalian berdua, nanti otak suci momy jadi terkontaminasi karena kalian" momy nathan pun langsung pergi begitu saja meninggalkan putra dan suami nya.
"heh bocah tengik, urusan kita belum selesai ya" ucap dady nathan ketus.
"aku menunggu mu dad, selamat tidur di kamar tamu hahaha" ledek nathan.
Dady nathan yang di ledek putra pun langsung lemas dan lesu seperti orang yang tak makan sebulan.
"honey tunggu aku" teriak dady nathan.
"flow lagi apa ya, astaga belum juga sehari aku bertemu tapi sudah rindu saja" gumam nathan.
🌺🌺🌺🌺
Di sisi lain sania sudah selesai bersiap dengan gaun hitam berlengan pendek, dan juga make up tipis nya. steven yang melihat penampilan sania cukup membuat nya pangling.
"apa benar itu sania?" batin steven.
"tuan, nona ini sudah kami buat cantik. bagaimana kalau menurut tuan? nona ini sudah cantik belum?" tanya pelayan salon.
"hmm lumayan, dia bisa cantik seperti ini kan karena uang. kalau tidak ada uang dia tak akan bisa secantik ini" steven seakan enggan untuk mengakui kalau sania cantik.
__ADS_1
Sedangkan sania masa bodo, dia juga tak mengharapkan pujian apapun pada steven. karena dari awal mereka sudah sama-sama tau kalau ini hanyalah kepalsuan semata saja.
"tidak tuan, sebelum di make over pun nona ini sudah sangat cantik. bahkan riasan nya pun tidak tebal, karena saya ingin memperlihat kan ke natr...." ucap pelayan salon tertahan.
"sudah cukup, aku tak butuh masukan mu. ini aku bayar" steven mengeluarkan black card nya.
Sania acuh saja, toh dulu dia juga pernah memiliki black card itu. jadi sania tidak merasa penasaran lagi.
"baik tuan, mohon tunggu sebentar" pelayan salon itu pun pergi untuk menggesekkan kartu yang di berikan steven.
"kenapa dia jadi cantik kalau tidak menggunakan riasan tebal? perasaan tadi dia tidak secantik ini" heran steven.
Sania memang cukup cantik, bahkan termasuk kategori wanita imut. dengan tubuh ramping dan juga tinggi yang hanya 160an saja di tambah juga mempunyai wajah baby face, orang yang melihat nya pasti akan mengira kalau sania masih seorang gadis sma.
"ini tuan" ucap pelayan salon memberi kartu black card.
"ayo" ntah sadar atau tidak, steven menarik tangan sania dengan lembut layak nya seorang pria yang sedang menggandeng tangan wanita nya.
"hmm maaf tuan stev lepaskan tangan saya" ucap sania.
Stev baru tersadar kalau dari tadi dia menggandeng tangan sania.
"oh maaf, ayo kita ke restaurant dulu untuk mendatangi kontrak kerja sama kita" ucap steven.
🌺🌺🌺🌺🌺
10 menit kemudian, sampai lah mereka di restoran yang cukup mewah dan berkelas. jujur sania pernah pergi ke restoran mewah tapi tentu restoran yang dulu dia datangi masih kalah jauh dengan restoran yang dia datangi sekarang bersama steven.
"wah mewah sekali" gumam sania yang mengagumkan dekorasi restoran yang begitu mewah dan serasa sultan.
"jangan norak deh, kata nya pernah jadi orang kaya masa iya ke restoran mewah saja tak pernah" ledek steven.
"biar saja, memang kenyataan nya saya belum pernah mendatangkan restoran semewah ini kok" jawab sania tanpa rasa malu.
"pelayan" panggil steven.
"ya tuan, ingin pesan apa?"
"saya ingin makanan dan minuman yang paling mahal di sini" ucap steven.
__ADS_1
"baik tuan, apa untuk dua porsi?"
"tentu saja"
"baik tuan mohon tunggu sebentar"
Setelah kepergian pelayan itu, steven menyerahkan amplop cokelat dan sania pun membuka dan membaca surat perjanjian kontrak itu.
"loh kok perjanjian nya sangat tidak adil sekali tuan? kenapa anda boleh melakukan apapun yang anda suka sedang kan saya tidak bisa? bahkan untuk berdekatan dengan laki-laki saja saya tidak di perbolehkan?" protes sania.
"kau itu akan menjadi istri ku, apa jadi nya kalau orang-orang tau kalau istri dari dokter terkaya di negara ini malah selingkuh? apa kau ingin membuat aku dan kedua orang orang tua ku malu iya?" jawab santay steven.
"lalu bagaimana kalau anda yang selingkuh lalu para wartawan dan bahkan seluruh dunia akan mengetahui kalau anda berselingkuh?" tanya sania.
"itu terlalu mudah untuk ku, aku tinggal menyumpat mulut mereka dengan uang. di dunia ini siapa sih yang tak menginginkan uang?" jawab steven dengan gaya tengil nya, yang membuat sania bertambah muak dengan steven.
"lalu aku juga bisa kok kalau hanya dengan uang, anda kan pernah mengatakan kalau anda akan tetap memberikan nafkah untuk saya perbulan nya, mungkin dengan uang itu saya bisa menyumpal mulut mereka agar tak bisa membocorkan berita miring tentang ku"tantang sania.
Sania merasa kesal dengan point-point yang ada di surat perjanjian itu, dia benar-benar merasa di rugikan dalam setahun ini.
"ku bilang tidak ya tidak, kau tidak boleh berdekatan dengan laki-laki lain selain aku. dan kalau sampai kau berani berdekatan dengan pria lain maka aku bersumpah akan membuat kau kehilangan keluarga mu" ancam steven.
Baiklah sania menyerah, seperti nya tak ada guna nya dia protes. toh orang gila yang ada di depan nya ini akan terus mengancam keluarga nya.
"baiklah san, kau harus kuat ini hanya satu tahun dan setelah itu kau bisa pergi dari orang gila ini jauh-jauh" batin sania.
"huftt.. baiklah, dimana aku harus tanda tangan?" tanya sania.
"di sini" tunjuk steven.
Sania pun menandatangani surat perjanjian itu, sambil terus berdoa semoga keputusan yang dia ambil adalah keputusan yang tepat untuk kehidupan nya di masa mendatang.
"yah bagus"
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AKU YA.
JANGAN LUPA BERI HADIAH UNTUK TRIPLE BABY, KARENA SEBENTAR LAGI MEREKA AKAN HADIR DAN MENEMANI SUASANA NOVEL INI.
__ADS_1
SALAM CINTA DARI OTHOR ABAL-ABAL 😘
SARANGHEO ❤️