
"Kenapa dengan orang lain dia bisa tertawa lepas seperti itu, sedang kan pada ku? Jangan kan tertawa tersenyum saja rasa nya dia tak pernah, padahal jelas lebih tampan aku dari pada dia" Kesal Steven.
🌺🌺🌺🌺
Di sisi lain Flow sedang memasak makan siang bersama ibu mertua nya, bahkan Flow terlihat sangat telaten dan cekatan saat di perintahkan untuk memotong sayuran ataupun mengolah sesuatu.
"Wah kau ternyata cukup cekatan ya Flow, ternyata Nathan tak salah memilih wanita" Puji momy Nathan.
"Terimakasih mom" Jawab Flow.
"Tentu dong mom, istri ku ini sangat serba bisa" Sahut Nathan tiba-tiba.
Nathan datang langsung memeluk Flow dari belakang sambil menciumi leher Flow, sungguh membuat Flow malu di depan mertua nya.
"Nath lepaskan, tak enak ada momy" Bisik Flow.
"Kenapa harus tak enak sih sayang? Momy juga mengerti kok kalau kita itu butuh waktu berdua agar bisa mempunyai baby" Ucap Nathan tanpa malu.
Momy Nathan pun segera pergi dari sana dan mengajak para maid untuk pergi dari dapur.
"Mom mau kemana?" Tanya Flow.
"Ah ini ada yang harus momy beli dengan maid, kau tolong lanjutkan sebisa kau saja ya Flow dan kalau bisa kau juga membantu nya Nath" Jelas momy Nathan.
"Siap mom" Jawab Nathan.
Flow lalu membalikkan badan nya menghadap Nathan, lalu memandang suami nya dengan tatapan tajam, bukan nya takut Nathan malah mencium bibir Flow dengan rakus. Flow berusaha memukul dada Nathan.
"Masih sama rasa nya, sangat manis" Sahut Nathan sambil mengelap bibir Flow yang basah, nafas Flow pun terengah-engah karena ciuman dari Nathan.
"Minggir lah dari hadapan ku Nath, aku ingin memasak" Kesal Flow.
"Baiklah aku akan membantu mu, apa yang bisa aku bantu?" Tanya Nathan.
"Tak usah, aku tak mau semua bahan-bahan ini hancur dan terbuang sia-sia hanya karena kau tak bisa memasak"
"Coba dulu dong sayang, kau belum tau kemampuan ku tapi sudah meledek ku. Membuat kau berkeringat saja aku bisa masa iya memasak seperti ini tidak bisa" Goda Nathan.
__ADS_1
"Baiklah, sekarang perhatikan bagaimana aku memotong daging dan setelah itu kau ikuti cara ku paham?"
"Sangat mudah"
Flow pun mempraktikkan cara memotong daging sapi dan daging ayam, dari penglihatan Flow, Nathan begitu serius memperhatikan yang di jelaskan oleh Flow. Flow jadi sedikit yakin kalau mungkin Nathan tak akan membuat masalah.
"Sekarang coba lah, aku ingin membuat sayur dulu" Ucap Flow setelah selesai menjelaskan.
"Baik sayang"
Flow pun bergeser ke arah sedikit pojok untuk memasak olahan sup yang lain, Nathan memulai tugas nya memotong daging-daging yang ada di hadapan nya.
"Seperti nya cara yang di lakukan istri ku terlihat sangat sulit, kalau ada cara yang mudah kenapa harus pakai cara yang susah" Gumam Nathan, dia pun mulai memotong daging sesuai insting Nathan dan sangat menjomplang sekali cara yang di ajarkan Flow.
Takk...
Takkk...
Takkk....
Flow membalikkan badan saat mendengar suara yang begitu kencang.
"Ya sedang memotong daging lah sayang" Jawab Nathan dengan santay.
"Aku menyuruh mu untuk membuat potoongan daging berbentuk dadu, bukan mencincang daging sampai akhir nya daging-daging itu berjatuhan" Kesal Flow.
"Ini sangat mudah sayang kau jangan marah dulu dong, kau tinggal membentuk potongan-potongan daging ini seperti yang kau inginkan. Kau ingin potongan dadu kan? Maka kau bisa membentuk nya menjadi dadu, mudahkan?" Jelas Nathan dengan santay.
Mendengar penjelasan Nathan yang begitu santay dan terkesan tidak merasa bersalah membuat Flow semakin kesal, mungkin saat ini di atas kepala dan telinga Flow sudah mengeluarkan banyak asap dan wajah nya pun sudah memerah karena menahan amarah. Flow mengambil satu panci dan memukul pan**t Nathan dengan sangat kencang membuat Nathan meringis kesakitan.
"Aaakkkk sayang sakit sayang ampun sayang, aaakkkk" Teriak Nathan berlari kesakitan.
"Kemari kau, bisa-bisa nya kau menghancurkan daging ku tanpa merasa bersalah sedikit pun" Teriak Flow kesal.
"Heyyy kalian ini kenapa sih? Kenapa kalian bertengkar?" Lerai Dady Nathan.
"Ya Flow sayang, kalian kenapa bertengkar? Perasaan tadi kalian baik-baik saja" Heran momy Nathan.
__ADS_1
"Mom dia menghancurkan daging-daging yang akan di masak" Kesal Flow.
"Sayang aku hanya memudahkan saja, cara yang kau ajarkan sangat sulit jadi aku mengambil cara yang mudah" Jawab Nathan.
"Tapi tidak dengan menghancurkan daging-daging itu Nathan, bahkan daging-daging yang kau potong banyak yang berserakan di bawah itu sangat pemborosan tau tidak hah??!!" Amuk Flow, tanpa malu atau takut lagi pada orang tua Nathan.
"Nathan apa yang kau lakukan sih? Momy suruh membantu Flow, bukan membuat nya marah atau bahkan menyusahkan nya" Omel momy Nathan.
"Mom aku sudah membantu nya, hanya saja aku ingin cara yang mudah agar pekerjaan istri ku bisa cepat selesai" Nathan tetap tak mau di salahkan, bagi nya cara yang dia lakukan sudah sangat mudah di banding cara yang di ajarkan istri nya. .
"Tapi kau tetap salah Nath, gara-gara kau semua daging-daging ini jadi hancur" Omel momy Nathan.
"Tapi kan... "Ucap Nathan tertahan.
"Minta maaf sekarang atau aku akan memukul pan**t mu lagi? Aku tak mau mendengar pembelaan mu" Jawab cepat Flow yang sudah terlalu kesal.
"Maaf sayang, tapi kan aku hanya..." Ucap Nathan tertahan saat mendapatkan pelototan mata dari Flow.
"Maaf aku salah" Sambung Nathan dengan menunduk.
"Sudah-sudah lebih baik kau tunggu di ruang keluarga saja, dari pada kau mengganggu di sini" Ajak dady Nathan.
"Tapi dad..."
"Ayo lah, apa kau mau malam mu akan terancam?" Bisik dady Nathan, dengan cepat Nathan melangkahkan kaki nya menuju ruang keluarga.
"Ayo sayang kita mulai masak lagi" Ajak momy Nathan.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
HADUH NATHAN KENAPA KAU MEMBUAT ULAH LAGI SIH 🤦
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AKU YA
DAN JANGAN LUPA JUGA BERI HADIAH OKE
SALAM CINTA DARI OTHOR ABAL-ABAL 😘
__ADS_1
SARANGHEO ❤️