
"Memang benar, tapi aku tidak mau. Terlalu bosan untuk sendiri," jawab Lee.
πΊπΊπΊπΊ
Sudah beberapa hari ini keadaan Nathan sangat lah tidak baik-baik saja, tubuh nya melemas, dia juga jadi sering muntah-muntah. Itu membuat Flow khawatir, dia berencana untuk memanggil Steven, tetapi Steven sedang berbulan madu dengan Sania.
"Kita ke dokter saja yuk, hari ini kau sudah muntah lebih dari 10 kali," ajak Flow.
"Tidak usah, aku hanya kelelahan saja kok darling, cukup kau di sini itu sudah membuat ku jauh lebih baik," tolak Nathan.
"Kau selalu berkata seperti itu, tapi kenyataan nya keadaan mu masih seperti ini tidak berubah sama sekali," ucap Flow.
"Ya kan semua nya butuh proses sayang, hoeekk....." Nathan langsung pergi ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perut nya, dengan langkah sempoyongan akhirnya belum juga sampai ke kamar mandi, m**tahan itu sudah keluar.
Flow langsung memijat tengkuk belakang Nathan, dia jadi tidak tega melihat suami nya yang biasanya sangat aktif, kini berubah menjadi sangat lesu.
"Sepertinya aku tidak bisa menunggu lama, sekarang ayo bangun, aku akan memanggil dokter pribadi keluarga ku," ucap Flow.
"Tidak usah sayang," tolak Nathan.
"Aku sedang tidak butuh izin mu, ini adalah perintah dari istri demi kesehatan suami nya, aku tidak mau menjadi janda di usia ku yang menginjak 23 tahun ini," ucap Flow.
"Apa kau mengharapkan aku mati? Kalau iya sayang sekali, aku tidak akan mati semudah itu sayang," ucap Nathan.
Flow memapah tubuh besar Nathan, sungguh ini sangat berat dari perkiraan nya, "Aku tahu aku berat sayang, kau tak usah memapah ku, aku masih bisa berjalan sendiri," ucap Nathan.
"Dengan langkah seperti orang mabuk begitu?" ucap Flow.
Nathan pun membaringkan tubuh nya, Flow langsung pergi ke toilet untuk mengambil lap untuk membersihkan mu*tah suami nya itu, tanpa rasa geli dan jijik Flow membersihkan nya. "Sayang lebih baik kau menyuruh pelayan untuk membersihkan nya," ucap Nathan.
Dia tidak tega melihat istri nya membersihkan bekas mu*tahan itu, "Tak usah banyak bicara, istirahat lah sekarang, nanti aku akan panggilkan dokter," ucap Flow.
Walaupun Flow cukup ketus, tapi nyata nya Flow tetap menjalankan tugas dan peran nya sebagai seorang istri, dia tak pernah mendua, dan selalu memperhatikan setiap penampilan dan juga perut Nathan. Selama menikah, Nathan selalu pulang kerumah di saat jam istirahat untuk memakan masakan buatan Flow.
Setelah selesai membersihkan kotoran itu, Flow menelpon dokter pribadi dari keluarganya.
"Dia akan datang dalam waktu 30 menit, jadi kau masih bisa tertidur," ucap Flow.
__ADS_1
"Baiklah, tapi bisa kah aku tidur di atas paha mu? Aku kurang nyaman tidur begini." Bahkan di saat sakit pun Nathan masih sempat-sempat nya mencari keuntungan agar bisa berdekatan dengan istri nya.
"Karena kau lagi sakit, ku rasa tak masalah menuruti kemauan bayi besar ini, kemari lah," ucap Flow.
Nathan pun berbaring di atas pangkuan Flow, tangan Flow yang lembut memijat kening Nathan tanpa di minta, Nathan merasakan pijatan Flow yang begitu lembut dan menenangkan, hingga tanpa sadar mata Nathan terpejam.
πΊπΊπΊπΊ
Tak lama kemudian dokter pun datang, dokter itu memeriksa tubuh Nathan yang sudah pucat, Flow memperhatikan wajah dokter itu. Pasal nya dokter itu terlihat bingung saat memeriksa tubuh Nathan.
"Paman ada apa dengan wajah paman? Apa suami ku baik-baik saja?" tanya Flow dengan panik.
"Tenang lah Flow, dan seperti nya yang harus di periksa di sini kau bukan suami mu," jawab Dokter itu.
"Aku? Tapi aku tidak sakit paman, aku sangat lah sehat," ucap Flow.
"Ada yang harus paman pastikan, sus saya perlu air pipis nya Flow, tolong di bantu ya," perintah Dokter itu.
Akhirnya Flow pun ke kamar mandi dengan di dampingi suster, tak lama kemudian Nathan bangun dari tidur nya, dia melihat istri nya tidak ada di sisi nya.
"Apa anda dokter?" tanya Nathan.
"Astaga apa istri ku tertular penyakit ku? Akh bodoh sekali kau Nathan, seharus nya kau tidak mendekati nya selama sedang sakit," ucap Nathan.
"Kau tak perlu cemas, istri mu baik-baik saja dan bahkan kau juga baik-baik saja," jawab dokter.
"Apa? Baik-baik saja? Tapi hari ini saya sudah muntah selama 11 kali dok, " tanya Nathan.
"Kita lihat nanti ya,"
Tak lama kemudian Flow dan beberapa perawat sudah keluar dari kamar mandi, wajah Flow terlihat cukup khawatir.
"Mana sus hasil nya?" tanya dokter.
"Ini dok,"
Dokter itu tiba-tiba tersenyum, Nathan dan Flow pun menjadi heran saat Dokter itu tersenyum, lalu Nathan seperti tidak asing dengan benda yang di pegang oleh dokter itu.
__ADS_1
"Tunggu, bukan nya itu alat tespeck?" tanya Nathan.
"Benar," jawab Dokter.
"Untuk apa itu?" tanya Nathan.
"Selamat ya Flow, di dalam perut mu itu akan ada nyawa yang sedang berkembang, jadi kau harus menjaga nya dengan sangat hati-hati," jelas dokter itu.
"Mak-sud paman, Fl-ow hamil?" tanya Flow, dokter itu mengangguk sambil tersenyum
Nathan sangat senang bukan main, saat mengetahui kalau istri nya itu sedang hamil anak nya, dia terus menciumi pucuk kepala istri nya, "Muach terimakasih sayang," ucap Nathan, tapi Flow hanya diam saja, bahkan air mata nya menetes.
"Heyy kau kenapa? Apa kau tidak senang kalau kau hamil? Kalau kau belum siap, kita bisa mengugurkan nya kok, aku akan menunggu sampai kau siap mengandung," ucap Nathan.
Plakk...
Flow memukul kepala Nathan, yang benar saja dia harus mengugurkan janin ini di saat banyak pasangan pengantin yang lain nya yang sangat menantikan momen ini. Dia meneteskan air mata bukan karena dia sedih atau bahkan tidak siap untuk mengandung, dia menangis terharu dan tidak menyangka kalau akan ada nyawa di dalam perut nya secepat ini.
"Kenapa kau memukul kepala ku sayang," kesal Nathan.
"Agar otak mu itu menjadi pintar sedikit, ini itu air mata kebahagiaan bodoh, bukan air mata kesedihan," omel Flow.
Dokter itu hanya tersenyum melihat pertengkaran lucu pasutri baru itu, si istri yang sangat galak seperti singa betina, si suami yang mudah merajuk saat di omeli istri nya seperti anak kucing lucu dan menggemaskan.
"hmm oh ya paman, apa paman tahu berapa usia kandungan istri ku saat ini?" tanya Nathan.
"Maaf tuan muda kalau urusan itu saya tidak tahu, lebih baik kalian pergi saja ke dokter kandungan besok hari untuk mengetahui detail nya," jawab dokter itu.
"Lagi pula pertanyaan macam apa itu? Dia kan bukan dokter kandungan, jelas dia tidak tahu apa-apa dengan kandungan ku," Lagi-lagi Flow mengomeli Nathan, Nathan pun hanya bisa menunduk saat di omeli oleh Flow. Sungguh mantan cassanova yang takluk pada istri nya.
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
YUHUUUU PASUKAN KECEBONG NYA NATHAN MENDARAT SEMPURNA DI RAHIM NYA FLOW GUYS ππ
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AKU YA
DAN JANGAN LUPA JUGA BERI HADIAH OKE
__ADS_1
SALAM CINTA DARI OTHOR ABAL-ABAL π
SARANGHEO β€οΈ