
"baiklah"
🌺🌺🌺🌺
Selama flow membuatkan jus jeruk untuk nathan, pandangan nathan tak berpindah sekali pun dari wajah flow.
"aku tau aku cantik, jadi tak usah di pandang seperti itu juga" sahut flow, yang sedang membuat jus.
"justru itu, karena kau cantik maka sangat sayang sekali kalau aku tidak menikmati kecantikan mu" jawab nathan dengan wajah mesum.
"jangan tampilkan wajah seperti itu, kau terlihat menyeram kan sama seperti monster" flow jadi merinding saat melihat wajah nathan.
Nathan yang tau kalau flow sedang merinding, nathan mendekati langkah nya. tapi dengan cepat flow mengambil pisau dan mengarah kan ke nathan.
"heyy jangan macam-macam kau ya, mundur sekarang" beruntung pi*au itu dekat dengan flow, jadi flow bisa mengancam nathan.
"heyy darling tenang lah, aku hanya ingin mengambil jus ku yang sudah selesai kau buat" tanpa takut sedikit pun, nathan mendekat dan mengambil gelas jus yang berada sedikit di belakang flow.
Nathan langsung meminum jus itu, sedangkan flow jadi malu sendiri. flow mengira kalau nathan akan mencium nya lagi.
"haha lihat lah wajah itu, jadi memerah sekali" batin nathan.
"jus buatan mu enak juga, itu menandakan kalau kau sudah layak menjadi istri ku" sahut nathan.
"aku tak butuh penilaian mu, sekarang ayo ke ruangan ku" ajak flow, flow kembali menaruh pisau itu dan keluar dari pantry.
Tapi tiba-tiba nathan menaruh gelas jus tadi dan menarik tangan flow dan mencium bi**r flow, mata flow tentu saja membola. flow memberontak tapi ci**man dari nathan lagi-lagi membuat flow terbuai, otak flow mengatakan untuk menghentikan nya tapi tubuh nya seakan menolak.
"ASTAGA FLOW APA YANG KAU LAKUKAN LAGI HAH!!!"
🌺🌺🌺🌺🌺
Hari sudah semakin siang, yang itu arti nya jam sekolah rachel telah usai. rachel keluar dari sekolah untuk mencari kendaraan umum.
"untung teman-teman di sini tidak sombong-sombong seperti sekolah ku yang lama" gumam rachel.
Rachel senang sekali, karena di hari pertama nya sekolah. ada banyak sekali yang ingin berteman dengan nya, padahal dia sudah menjelaskan kalau dia bukan dari keluarga kaya raya atau pun bangsawan besar dia hanya lah anak yang beruntung karena mendapatkan beasiswa. tapi mereka seakan tak perduli, mereka tetap ingin berteman dengan rachel.
"rachel" teriak salah satu siswi.
"hay" sapa rachel, yang masih belum mengingat nama teman baru nya.
"ayo ikut dengan ku, biar ku antar ke rumah mu" ajak teman baru rachel.
"ah tak usah, aku naik kendaraan umum saja. lagi pula aku tak langsung pulang ke rumah aku harus bekerja dulu" jawab rachel, karena setelah ini dia harus ke apartemen mark untuk bekerja.
"baiklah tak masalah, aku bisa mengantar mu" sahut teman baru rachel.
"sungguh tak perlu, kau bisa mengantar ku lain waktu" rasa nya tak enak baru pertama kali berteman tapi rachel sudah menumpang bersama teman nya, apa lagi teman nya itu mengendarai kendaraan yang sangat mewah.
"ah baiklah aku mengerti, kalau gitu aku pulang duluan ya sampai ketemu besok"
__ADS_1
"ah ya sampai ketemu besok juga"
Tak lama setelah kepergian teman baru rachel, muncul lah seorang teman rachel tapi kali ini dia seorang pria yang sedang mengendarai motor sport nya. dan ternyata dia adalah pria yang duduk tepat di belakang rachel saat di sekolah tadi.
"ayo naik" ajak pria itu.
"ah tak usah, aku sedang menunggu angkutan umum" tolak rachel.
Pria itu membuka helm nya, dan rachel akui pria itu cukup tampan dengan rahang yang tegas.
"aku tak terima penolakan" jawab pria itu dengan nada dingin.
Rachel merasa aneh, kenapa pria itu terlihat memaksa rachel untuk ikut dengan nya? apa pria itu ingin berbuat jahat pada nya?
"sungguh tak usah, aku bisa naik bus"
"apa perlu aku menggendong mu untuk naik ke motor ku?" tanya pria itu dengan dingin.
"memang nya kau siapa ingin mengangkat dia?" tanya mark tiba-tiba.
"hmm lihat, aku sudah di jemput. aku pulang dulu ya bye" rachel langsung menarik tangan mark dan masuk ke dalam mobil.
"aku harus mencari tau siapa dia" batin pria asing itu.
"siapa dia?" tanya mark sambil mengendarai mobil nya.
glukk..
"dia teman baru ku saat di kelas tadi" jawab rachel gugup.
Rachel tak merasa dekat dengan siswa pria itu, bahkan saat di kelas tadi rachel mencoba untuk mengakrabkan diri tapi pria itu sama sekali tak merespon.
"tidak sama sekali" jawab rachel jujur.
"kau harus ingat, sebentar lagi kita akan menikah dan kau harus mengingat status dan menjaga jarak dengan lawan jenis selain aku paham?" mark memberi peringatan terhadap rachel.
Ntah kenapa hati nya merasa sangat panas saat rachel di dekati pria tadi, rasa nya seperti saat mark harus melihat dayana bersanding dengan robert, benar-benar sangat sakit dan panas.
"tentu saja, mana bisa aku melupakan nya" jawab rachel.
"apa sekarang kita jadi ke pasar?" tanya mark.
"tentu" jawab rachel.
Mereka pun akhir nya pergi ke pasar, tempat dimana mark tak pernah menginjakkan kaki di sana.
"seperti nya aku harus menyiapkan mental untuk menginjak tempat itu" batin mark
🌺🌺🌺🌺🌺
Di sisi lain kia sedang berjalan di sekitar area kantor, sembari menunggu chris yang sedang rapat.
__ADS_1
"aku jadi ingin bekerja lagi, kira-kira chris mengizinkan tidak ya" gumam kia.
Melihat banyak karyawan yang bekerja dengan semangat, membuat kia ingin merasakan bekerja lagi.
"loh kia, kok jalan-jalan sih? kandungan mu kan sudah membesar" rara khawatir dengan sahabat nya, yang melantur di tengah perut nya sudah membesar.
"aku bosan di ruangan chris, jadi aku memutuskan untuk mencari udara segar saja" jawab kia, sekarang kia sudah memang sedikit kesusahan untuk berjalan.
Padahal chris sudah menyarankan untuk memakai kursi roda untuk istri nya, tapi kia tidak mau. dia lebih ingin berjalan kaki seperti biasa, dengan alasan itu lebih sehat dari pada hanya duduk di kursi roda.
"yasudah sekarang kau mau kemana? biar aku temani" tawar rara.
"aku ingin ke kantin saja, aku sedang lapar" jawab kia.
"baiklah ayo" rara menuntun kia untuk pergi ke kantin, tapi tentu saja rara harus meminta izin pada marvel, hanya untuk memberi tau kalau kia sedang bersama diri nya dan akan ke kantin kantor.
Di sisi lain marvel ingin memberi tau nya pada chris, tapi rasa nya tidak mungkin. marvel tak mau kalau chris akan mengabaikan pekerjaan nya tapi marvel juga takut nanti chris akan marah saat tau kia tidak ada di ruangan nya.
"astaga kenapa jadi serumit ini sih" kesal marvel.
Chris yang merasa ada tak beres dari marvel pun segera membubar kan rapat.
"baiklah rapat kali ini sampai sini saja" sahut chris.
"tapi tuan, masih banyak sekali yang harus kita bahas" ucap salah satu maneger.
"apa kau tak mendengar perintah ku?" tanya chris dengan nada tegas.
"ba-ik tuan"
Semua para petinggi perusahaan pun keluar dari ruang rapat sebelum raja iblis itu akan semakin marah, setelah semua nya sudah keluar. chris menatap marvel.
"katakan vel" sahut chris.
"hmm itu tuan"
"apa?"
"nyonya kia keluar dari ruangan anda, tapi anda tenang saja. nyonya kia hanya pergi ke kantin kantor dan dia juga tak sendiri, nyonya kia di temani oleh rara" jelas marvel.
"APA? KENAPA KAU TAK BILANG DARI TADI? APA KAU TAK TAU ISTRI KU BAHKAN SUDAH KESUSAHAN UNTUK BERJALAN" teriak chris.
Chris langsung pergi begitu saja, dia harus ke kantin menyusul istri nya. chris khawatir sekali dengan keadaan istri nya itu.
"kenapa lift ini lambat sekali, marvel aku mau kau mengganti lift ini besok" di sepanjang perjalanan menuju kantin, chris tak ada henti nya mengoceh.
"baik tuan"
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
AYO GUYS DI LIKE DAN VOTE YUK, SEBENTAR LAGI TRIPLE BABY AKAN LAHIR. DAN AKU JUGA UDAH TENTUIN NAMA TRIPLE BABY, NAMA NYA ITU TENTU DARI KALIAN YANG UDAH KOMEN DI EPISODE SEBELUM NYA.
__ADS_1
SALAM CINTA DARI OTHOR ABAL-ABAL 😘
SARANGHEO ❤️