
Steven dan Sania hanya bisa terdiam mendengar alasan Mommy yang kedua, sungguh rasa nya sangat lah tidak masuk akal.
🌺🌺🌺🌺🌺
"Lalu bagaimana kita akan tidur kalau kasur nya saja sangat kecil" ucap Sania.
"Yasudah lah kita turuti saja kemauan Mommy, kita bisa tidur satu berdua," jawab Steven.
"Tidak, aku lebih baik tidur di lantai saja," ucap Sania.
"Terserah kau saja, tapi jangan mengeluh besok pagi saat badan mu terasa sakit," Steven pun langsung menjatuhkan tubuh nya di atas kasur yang hanya muat satu orang saja.
Sania akhirnya lebih memilih tidur di lantai dari pada harus tertidur dalam satu kasur kecil bersama Steven, Saking lelah nya tanpa menunggu lama Sania pun sudah terlelap dalam tidur nya. Tetapi tidak dengan Steven yang ternyata berpura-pura tidur.
Steven pun akhirnya mengangkat tubuh Sania secara perlahan ke atas kasur, dengan senyum devil nya, Steven berniat ingin menjahili Sania dengan cara membuka beberapa kancing baju piyama Sania. dan melepaskan celana panjang nya.
"Hahaha mari kita lihat reaksi nya besok" gumam Steven.
Pada saat itu Steven hanya berpikir untuk menjahili Sania, Steven tidak berpikir kalau aksi nya itu juga akan sangat menyusahkan dirinya, ya kalian tahu sendiri kalau Steven itu adalah pria mesum yang berkedok sebagai dokter.
"Astaga kenapa kau bangun dragon? Masa iya langsung tegang hanya melihat aset yang masih tertutup kain?" gumam Steven.
Glukk...
Jakun Steven naik turun, dia tak pernah menyangka kalau aset yang di miliki Sania sangat cepat membangunkan dragon.
"Body nya oke juga, aku tak pernah melihat nya sebelum nya," ucap Steven.
Dengan perlahan tangan Steven ke arah gundukan daging yang masih terbungkus dengan kain berwarna merah cabai, warna itu semakin membuat Steven tertantang untuk menjelajahi nya. Sedikit lagi tangan Steven mendarat di atas gundukan itu, tiba-tiba saja Sania menggeliat hingga tanpa sengaja menghadap ke samping dan tanpa sengaja menendang dragon.
Bukk...
"Aawwhhhsshh" lirih Steven.
Tubuh Steven langsung jatuh ke bawah kasur saat dragon tanpa sengaja di tendang oleh Sania, sungguh rasanya sakit bukan main, hingga membuat wajah Steven memerah.
__ADS_1
"Keterlaluan, bisa-bisa nya kau menendang dragon," lirih Steven.
🌺🌺🌺🌺🌺
Pagi hari pun sudah tiba, Steven dan juga Sania langsung turun dari kamar untuk sarapan di hotel itu. Ketika Sania dan Steven ingin memasuki lift, tiba-tiba saja lee sudah ada di dalam lift.
"Wah ternyata kita bertemu lagi ya nona cantik, apa kah ini yang di namakan takdir cinta?" goda lee.
"Kita cari lift yang lain saja," ajak Steve, Steven menarik tangan Sania.
"Tak usah, hari sudah semakin siang," Sania melangkahkan kaki nya memasuki lift, Steven tentu saja langsung mengikuti Sania.
Steven memandang tajam Lee yang sedang menatap Sania, tapi tatapan Lee, bukan tatapan yang seolah sedang menyukai wanita itu, tapi tatapan yang sangat penasaran.
"Bisakah kau menjaga mata mu itu, sebelum aku mencolok nya," ancam Sania.
"Sudah cantik, baik, ramah, galak lagi. Fix banget ini mah istri idaman," ucap Lee.
Steven hendak memberikan bogeman mentah untuk Lee, tapi Sania menarik tangan Steven untuk keluar dari lift.
"Ku rasa sepertinya kau yang bodoh, kalau kau bertengkar dengan pria gila itu lalu kau terluka bagaimana? Siapa yang repot dan mengobati mu kalau bukan aku?" jelas Sania.
"Ohh jadi kau mengkhawatirkan aku ya," goda Steven.
"Ckk, aku itu bukan khawatir aku itu hanya hmm ....," Sania terlihat bingung saat menjelaskan.
"Hanya apa hmm? Hanya khawatir karena sudah mencintai ku? Iya begitu?" goda Steven.
"Astaga, seperti nya tingkat kenarsisan mu sudah parah sekali, kau harus segera ke psikolog agar tidak menjadi orang gila," ledek Sania.
Sania lalu pergi meninggalkan Steven yang masih tersenyum, Sania langsung mengambil makanan untuk Steven, mungkin memang sudah menjadi kebiasaan bagi Sania untuk selalu melayani kebutuhan Steven.
"Ini kau makan lah," ucap Sania.
"Ini untuk ku? Lalu untuk mu mana?" tanya Steven yang sedang terduduk.
__ADS_1
"Ini baru ingin mengambil nya lagi," Sania langsung pergi meninggalkan Steven.
"Bahkan di sini pun dia tetap melayani ku, entah itu bisa di sebut perhatian sebagai istri atau hanya menjalankan tugas kontrak nya," lirih Steven.
Tak lama kemudian Lee datang dan langsung duduk di antara Steven dan juga Sania.
"Apakah kau kini menjadi seorang penguntit tuan?" tanya Steven.
"Tidak, sama sekali tidak, ini semua real karena tidak sengaja tuan," jawab Lee.
Steven pun hanya diam saja, dia sama sekali tidak berniat menyahuti ocehan Lee.
"Aku tahu kalau kau bukan kakak nya tuan, itu sangat terlihat jelas dari cara kau menatap dan menjaga nya," lanjut Lee.
"Ckk, sok tahu," jawab Steven.
"Terserah kau ingin mengaku atau tidak, aku tidak perduli sama sekali, tapi aku hanya ingin mengatakan sesuatu pada mu. Segera lah akui hati mu kalau kau sudah menyukai nya, sebelum dia di rebut pria lain," ucap Lee.
Tak lama kemudian Steven terdiam dan di susul kedatangan Sania, Sania hanya bisa menghebuskan nafas kasar nya saat melihat Lee.
"Hay nona cantik," sapa Lee.
"Ku rasa masih banyak sekali meja dan kursi di sini, lebih baik kau pindah," usir Sania.
"Memang benar, tapi aku tidak mau. Terlalu bosan untuk sendiri," jawab Lee.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AKU YA
DAN JANGAN LUPA JUGA BERI HADIAH OKE
SALAM CINTA DARI OTHOR ABAL-ABAL 😘
SARANGHEO ❤️
__ADS_1