
"Memang benar, tapi aku tidak mau. Terlalu bosan untuk sendiri," jawab Lee.
πΊπΊπΊπΊ
Setelah selesai sarapan Sania dan Steven memilih untuk pergi ke kamar, mereka tidak berniat melakukan aktivitas apapun atau bahkan hanya sekedar jalan-jalan. Steven sebelumnya sudah berbasa-basi untuk mengajak Sania jalan-jalan, tapi Sania menolaknya dan lebih memilih tidur di atas kasur empuk nya.
"Kau yakin tidak mau jalan-jalan atau sekedar berbelanja?" tanya Steven.
"Lebih baik kau membawa orang tua ku menemui ku, itu yang jauh lebih aku inginkan dari pada jalan-jalan, seperti janji mu," bisik Sania.
Karena mereka sedang berada di dalam lift, dan di dalam lift itu bukan hanya ada mereka berdua saja, tetap juga ada Lee. Walaupun Sania berbicara dengan sangat pelan, tapi nyatanya dia masih bisa mendengar apa yang di katakan oleh Sania.
"Apa itu yang di janjikan tuan muda pada Sania?" batin Lee.
"Nona cantik kenapa hanya dia saja yang kau bisikkan, kenapa aku tidak?" ucap Lee, agar tidak terlalu curiga.
"Kau itu pengangguran ya? Kenapa gaya bicara mu seperti pria yang tidak memiliki pekerjaan?" sindir Steven.
"Tadinya saya punya pekerjaan, tapi semenjak kenal nona cantik ini, fokus saya hanya mengejarnya saja," goda Lee.
"Sudahlah, tak ada gunanya kita meladeni orang gila seperti dia," ledek Sania.
"Nona ayolah minimal beritahu namamu, kalau kau memang sudah mempunyai calon suami tak apa, kita kan bisa menjadi teman, dan kalau kau sudah mulai bosan pada suamimu, kau bisa menghubungi ku untuk menemani mu nona," goda Lee.
Lee ingin melihat reaksi Steven akan seperti apa, apakah Steven akan memukulnya? Atau hanya mengomel saja.
Bughh...
__ADS_1
Bungghhh....
"Bajingan, kau menyuruh adik ku untuk berselingkuh dari pasangan nya? Pergi kau dari sini sekarang, sebelum aku akan memb*nuh mu," ancam Steven.
Ya, Steven memukul wajah tampan Lee dengan brutal, tapi Lee sama sekali tidak balas pukulan itu, karena yang sedang dia hadapi saat ini adalah putra dari majikannya, sedangkan Steven benar-benar sudah kehabisan kesabaran melihat tingkah Lee yang terus-terusan menggoda istrinya di hadapan dia.
"Steven sudahlah, kau benar-benar akan membu*nuhnya, Tuan sebaiknya anda segera pergi dari hotel ini, ku rasa di sekitar sini masih banyak kok hotel-hotel yang kalah bagus dan mewah nya," Sania berusaha memisahkan Steven dengan Lee, Sania sangat tidak tega melihat wajah Lee yang sudah sangat hancur.
"Kenapa kau membelanya? Apa kau berencana selingkuh dengan nya hah? Dasar wanita murahan!" bentak Steven.
Plakk...
Sania menampar pipi Steven, dia tentu saja tidak terima di bilang wanita murahan, dan dia juga tidak sedang membela Lee. Dia hanya kasihan pada Lee yang sebentar lagi akan tewas, Sania tidak mau melihat Steven yang berakhir di penjara, tapi kenapa justru pemikiran Steven sangatlah berbeda dengan nya?
"Jaga mulut mu ya, aku bukan lah wanita murahan. Iya memang benar aku menikah dengan mu karena uang dan kebebasan, tapi aku tak pernah berpikir untuk selingkuh dari mu di saat kontrak kita belum selesai, aku tidak sehina itu Stev," ucap Sania.
"Ini semua karena mu, karena mu istri ku jadi marah pada ku dan bahkan menampar ku, lihat saja kalau sampai rumah tangga kami hancur, aku akan mencari mu dan akan membu*uh mu, camkan itu," ancam Steven.
Steven lalu ikut menyusul Sania ke kamarnya, sesampainya di kamar, Steven melihat kalau Sania sedang mengemasi barang-barangnya. Pikiran Steven bertanya-tanya apa kah Sania akan pergi dari Swiss?
"Kau mau kemana Sania?" tanya Steven.
"Aku ingin pulang, dan maaf Tuan saya tidak bisa melanjutkan pernikahan kontrak ini, saya lebih baik menjadi budak di mansion Kia dari pada harus terus-terusan berbohong pada orang tua anda," jelas Sania.
Nada bicaranya menjadi formal, pandangan matanya juga menunduk layaknya pelayan. Membuat hati Steven sakit, ada perasaan tidak terima saat Sania berubah drastis seperti ini, ada perasaan tidak terima saat Sania berniat berpisah dengan nya.
"Tidak, ini tidak boleh terjadi, aku tidak boleh berpisah dengan Sania, ya tidak boleh," batin Steven.
__ADS_1
"Ckk kau mau pergi begitu? Kau mengakhiri kontrak nya begitu? Ohh atau kau memang sudah tidak menyayangi orang tua mu? Apa kau lupa, kalau kau mengakhiri kontrak ini, maka bayaran nya adalah ibu mu dan kakak laki-laki mu. Kalau memang itu mau mu ya tak apa, aku sudah menemukan titik terang keberadaan keluarga mu, nanti tinggal aku lenyapkan saja mereka berdua," ancam Steven.
Sania langsung memandang mata Steven, mata berwarna biru laut itu. Sungguh Sania tidak menyangka kalau Steven bisa sekejam ini, mungkin dia lupa kalau Steven adalah seorang mafia yang berkedok menjadi seorang Dokter.
"Kenapa diam? Silahkan pergi, aku tidak melarang mu untuk pergi, pergi lah sejauh mungkin," Tercetak jelas senyum devil Steven yang sangat mengerikan, bahkan sepertinya Sania jauh lebih takut pada Steven dari pada dengan iblis.
"Sungguh sikap mu bukan lah seperti manusia, tapi lebih tepat nya lucifer. Bahkan kau jauh lebih mengerikan dari pada lucifer," ucap Sania.
"Terserah apa kata mu nona," jawab Steven dengan senyum devilnya.
Cklek!
Steven membuka kan pintu untuk Sania, "Silahkan pergi, aku sama sekali tidak akan mencegah mu," ucap Steven.
"Aku yakin sekali, dia tidak akan pergi dari sini," batin Steven.
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
HAY GUYS GIMANA EPISODE KALI INI? SERU GK? MUDAH-MUDAHAN SERU YA π
OH YA AKU MAU NANYA NIH, KALAU AKU BIKIN SEASON DUA TENTANG PERCINTAAN ANAK-ANAK PARA MAFIA INI KALIAN BAKALAN MAU BACA GK GUYS? COBA TOLONG KOMEN DI BAWAH YA.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AKU YA
DAN JANGAN LUPA JUGA BERI HADIAH OKE
SALAM CINTA DARI OTHOR ABAL-ABAL π
__ADS_1
SARANGHEO β€οΈ