
"Bisa beri aku waktu?" tanya Mark.
🌺🌺🌺🌺
"Tentu, tapi ku harap tidak terlalu lama, sebelum akhirnya aku lelah menunggu dan lebih memilih mencari kebahagiaan ku sendiri," jawab Rachel.
"Tapi Hel ...," ucap Mark tertahan.
"Oh ya kak, lebih baik kita langsung pulang saja yuk, aku ingin memasak saja," ucap Rachel.
"Hmm baiklah," jawab Mark.
Pandangan Rachel ke arah luar jendela, sungguh dia tidak ingin meneteskan air mata nya di depan Mark, dia tak mau di anggap lemah oleh suami nya sendiri. Dia harus menjadi wanita kuat agar Mark bisa melihat dirinya, dan merasa kalau dialah yang memang terbaik untuk Mark.
🌺🌺🌺🌺
Di sisi lain Steven dan Sania sudah sampai di Swiss, pria bernama Lee terus mengikuti Steven dan Sania, hmm mungkin lebih tepat nya Sania.
"Ada apa? Kenapa kau selalu mengikuti kami?" tanya Steven dengan wajah datar.
"Aku tidak mengikuti mu tuan, tapi aku mengikuti nona cantik ini. hay nona apa aku boleh meminta nomor ponsel mu?" tanya Lee.
"Dia bukan wanita lajang asal kau tahu, dia itu sudah memiliki kekasih dan bahkan sudah bertunangan," ucap Steven kesal.
"Oh ya? Apa buktinya?" tantang Lee.
Steven lalu mengangkat tangan Sania dan menunjukkan jari manis yang terpampang cincin berlian yang sangat indah.
"Lihat lah, jadi berhenti mengikuti ku atau pun adik ku," ucap Steven.
"Tuan walaupun adik anda sudah bertunangan bukan berarti adik anda akan menikah, bisa saja mungkin calon suami nya tiba-tiba kecelakaan lalu meninggal. Atau malah berselingkuh, kan baru tunangan belum menikah," jelas Lee.
Mata Sania dan Steven membola seketika saat mendengarkan ucapan Lee, sungguh Sania juga tidak mengerti kenapa pria itu bisa sangat menyukai dirinya.
"Tapi, selama saya sudah bertunangan wajib hukum nya untuk saya setia sampai tua nanti terhadap pasangan saya tuan, dan saat ini saya menolak dengan tegas. Saya ingin anda berhenti mengikuti saya, apa tuan mengerti?" ucap Sania dengan tegas.
Jujur saja Sania melakukan itu bukan untuk menghargai perasaan Steven, tapi Sania melakukan itu karena memang dirinya tidak menyukai pria itu, dan sebenarnya pula dia sangat benci di paksa, seperti pernikahan yang sedang mereka jalankan ini. Kalau bukan karena kebebasan yang di janjikan oleh Steven, enggan rasanya Sania untuk menerima ajakan dari Steven.
Sania lalu menarik tangan Steven hingga keluar bandara, saat itu perasaan Steven tidak karuan, dia merasa senang saat Sania menolak pria dengan tegas.
__ADS_1
"Terimakasih ya," ucap Steven.
"Untuk apa?" tanya Sania.
"Kau sudah menolak pria itu dengan tegas, tak ku sangka istri ku ini sepertinya sangat menghargai perasaan suami nya ini," goda Steven.
"Apa yang kau katakan? Aku melakukan itu karena aku memang tidak suka di paksa, kalau aku bilang tidak maka tidak, seperti pernikahan kita ini. Kalau bukan janji dan ancaman mu, mungkin aku tidak akan sudi menikah dengan dokter mesum seperti mu," jelas Sania.
"What? Jadi kau melakukan itu bukan untuk menghargai perasaan ku?" tanya Steven.
"Benar," jawab Sania cuek.
"Apakah itu sopir kita?" tanya Sania.
"Ah ya itu benar," jawab Steven.
🌺🌺🌺🌺
"Ternyata benar, mereka menikah bukan karena saling mencintai," ucap Mommy Steven.
"Benar nyonya, bahkan tuan Steven sepertinya memberikan sebuah janji dan ancaman pada nona Sania," jawab Lee.
"Saya kurang tahu nyonya, tapi saya akan terus mencari tahu nyonya,"
"Bagus, terus awasi dan selidiki di antara mereka," perintah Mommy Steven.
Panggilan pun berakhir, dan ya, ternyata Lee bukan lah pria yang benar-benar menyukai Sania. Bahkan pertemuan ini di lakukan sengaja oleh Mommy Steven, bukan tanpa alasan Mommy Steven melakukan ini, pasalnya Mommy Steven mendapatkan laporan dari Chris.
Pada Saat itu Chris mengungkapkan kecurigaan nya terhadap hubungan Sania dan juga Steven, Chris akhirnya meminta bantuan kepada Mommy Steven untuk mencari tahu, awalnya Mommy Steven tentu saja tidak percaya, karena Sania dan Steven begitu romantis saat di hadapan nya.
"Lihat lah Dad kelakuan putra mu, maksud nya apa coba dia mempermainkan pernikahan dan juga Sania? Pakai mengancam Sania pula," kesal Mommy Steve.
"Sabar lah Mom, kita harus selidiki lebih dulu sampai ini benar-benar jelas," ucap Daddy Steven.
"Ini semua gara-gara Daddy, sudah Mommy bilang jangan terlalu memaksa Steven untuk menikah, kalau sudah begini yang jadi korban siapa coba kalau bukan Sania?"
"Ya, ya darling Daddy minta maaf ya, Daddy hanya mau Steven itu berubah. Kau tahu sendiri bukan kalau Steven itu sangat liar. Daddy berharap dengan Steven menikah, Steven bisa seperti Chris. Tapi ternyata dugaan Daddy salah," jelas Daddy Steven.
🌺🌺🌺🌺
__ADS_1
Se sampainya Sania dan Steven di hotel, Steven merasa cukup terkejut saat melihat kondisi kamar yang menurut nya sangat kecil, tidak ada sofa atau kursi lain nya. Bahkan kasur nya saja sangat pas untuk satu orang saja.
"Apa-apan ini, kenapa kondisi kamar nya sangat kecil?" ucap Steven.
"Kamar nya tidak terlalu kecil Stev, ini masih cukup luas kok, tapi aku hanya bingung dengan kasur nya yang hanya bisa di tiduri satu orang saja. Tidak ada sofa atau karpet yang bisa di jadikan sebagai alas untuk tidur," jawab Sania.
"Apa-apan sih Mommy ini, maksud nya apa coba melakukan semua ini? Mana tadi naik pesawat umum, bertemu pria gila, dan sekarang malah memberikan kamar yang sangat kecil," kesal Steven.
"Sudah lah Stev tak usah berlebihan, kita masih bisa memesan satu kamar lain kan," jawab Sania.
"Ckk kau ini ternyata benar-benar bodoh ya, " ucap Steven.
"Yaakkk!!! maksud mu apa mengatakan aku bodoh hah?! Aku itu hanya menyarankan saja," teriak Sania.
"Apa kau lupa kemana pun aku pergi, ohh tidak maksud ku, kemana pun kita pergi, pasti akan dalam pengawasan Mommy. Lalu kau ingin Mommy dan Daddy mengetahui pernikahan kita? Iya begitu?" ucap Steven.
Sania terdiam, sepertinya yang di katakan Steven ada benar nya juga, pasti lah ada bodyguard bayangan dari keluarga Steven.
"Lalu kita harus melakukan apa? Apa kita harus memesan kamar lain yang jauh lebih besar kasur nya?" tanya Sania.
Steven tidak menjawab, dia malah meraih ponsel nya dan berniat menghubungi Mommy nya, dia ingin sekali mengomel sama Mommy nya itu.
"Halo Mom, maksud Mommy apa sih melakukan ini semua? Yang pertama Mommy memberikan tiket pesawat untuk umum di saat kita mempunyai jet pribadi dan pesawat pribadi dan yang kedua, Mommy menyediakan kamar yang sangat kecil dan bahkan ukuran kasur nya juga sangat kecil," omel Steven.
"Apa sudah mengomel nya?" tanya Mommy Steven.
"Hmm"
"Yang pertama, Mommy memang sengaja memesankan tiket pesawat yang kelas biasa untuk mu, karena Mommy ingin kau lebih melindungi Sania dari segala macam bahaya, dan yang kedua karena Mommy ingin kau semakin bermesraan pada Sania. Kau tahu tidak kalau semakin kita berada di ruangan yang tidak terlalu luas, maka akan menambah kan kesan romantis, dan Mommy mau itu terjadi pada kalian berdua," elak Mommy Steven.
Steven dan Sania hanya bisa terdiam mendengar alasan Mommy yang kedua, sungguh rasa nya sangat lah tidak masuk akal.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AKU YA
DAN JANGAN LUPA JUGA BERI HADIAH OKE
SALAM CINTA DARI OTHOR ABAL-ABAL 😘
__ADS_1
SARANGHEO ❤️