
"Astaga ada apa dengan dirinya?" batin Nathan heran
πΊπΊπΊπΊ
Keesokan harinya Steven dan juga Sania sudah bersiap untuk pergi ke swis, pergi pergi besok harinya juga, awalnya Sania tentu saja terkejut, dia kira perginya satu minggu kemudian. Tapi siapa sangka kalau mereka berdua akan langsung pergi saat pagi sudah tiba.
"Stev apa tidak bisa di undur? Maksud ku kita akan tetap pergi ke sana, tapi lebih baik kita ajak Flow dan juga Rachel, bukankah mereka juga berbulan madu? Lebih seru kalau kita pergi bersama," jelas Sania.
Steven paham betul kenapa Sania berbicara seperti itu, Sania pasti saat ini sedang menghindarinya, tapi itu bukan masalah besar untuk Steven. Dirinya yakin kalau dia bisa menaklukan istrinya, terlebih dia juga mempunyai janji pada Sania untuk mendatangkan orangtua Sania.
"Hmm lebih baik kau coba bicarakan saja pada mommy, kalau aku yang bicara, nanti mommy akan memarahi ku lagi," ucap Steven.
"Kalau itu mana ku berani," lirih Sania.
"Kau saja tidak berani, apa lagi aku? Kau tau sendiri bukan, kalau mommy bilang tidak, maka jawaban nya akan tetap tidak," jawab Steven.
"Tapi kau jangan melakukan yang tidak-tidak ya, kita itu hanya berlibur, bukan bulan madu," ucap Sania.
"Selama ini bukan nya kau menikmati? Bahkan kau sampai mende**h, lalu kenapa sekarang kau mengancam ku?" tanya Steven.
Wajah Sania sudah memerah, dia begitu malu saat ternyata Steven menyadari suara laknat yang keluar dari mulutnya.
"Aisshh kenapa dia harus malu-malu segala sih? Kan sahabat ku jadi menegak," batin Steven.
Sahabat kecil Steven di bawah sana sudah memberontak agar di keluarkan dari jeruji kain yang begitu menyesakkan, membuat kepala Steven seketika pening menghadapi amukan dari sahabat kecil.
"Kau kenapa Stev?" tanya Sania.
"Jangan memdekat, sshhh tidak hmm aku ke toilet dulu," Steven langsung pergi ke toilet untuk menenangkan sahabat kecil nya yang sudah memberontak.
"Ada apa dengan nya? Apa aku berbuat salah?" heran Sania.
πΊπΊπΊπΊ
Saat ini Sania dan Steven berada di pesawat, Mommy Stev sengaja memesankan pesawat umum bukan pesawat pribadi ataupun helikoper pribadi. Bukan tanpa alasan Mommy Stev melakukan itu, dirinya mempunyai rencana yang cukup besar, apakah itu? Kita lihat ini.
"Kau tunggu di sini ya, aku ingin ke toilet sebentar," ucap Steven, Sania hanya mengangguk saja.
Tak lama kemudian ada seorang pria tinggi dan cukup tampan, pria itu duduk di pojok sebelah Sania, pria itu juga sepertinya keturunan korea kalau di lihat dari wajahnya, pada saat itu Sania berusaha mengacuhkan nya.
"Kau sungguh cantik nona," bisik pria itu.
Sania yang sedang terpejam langsung membuka mata nya saat ada pria yang membisikkan nya, Sania menaikkan sebelah alis mata nya, sungguh dia tidak tahu siapa pria asing itu.
__ADS_1
"Ah ya terima kasih," jawab Sania singkat.
Tak lama kemudian Steven datang, dia cukup terlihat bingung saat ada seorang pria yang duduk di pojok samping istrinya.
"Dia siapa sayang?" tanya Steven sambil menekan kata sayang.
"Dia juga sama lah seperti kita, penumpang yang akan berangkat ke swis," jawab Sania.
"Astaga kenapa mommy harus menyiapkan pesawat yang biasa sih? Untuk apa coba pesawat pribadi kita kalau ujung-ujung nya kita harus naik kendaraan umum," kesal Steven.
"Bisa tidak sih tak usah mengeluh, ini juga tidak buruk kok," jawab Sania.
Para pramugari pun memberi makan siang kepada para penumpang, Steven tidak ingin memakan makanan yang di berikan kepada layanan pesawat itu, menurut nya makanan itu sangat lah tidak sehat.
"Tuan kenapa anda tidak makan?" tanya pria asing yang duduk di samping Sania.
"Bukan urusan mu," jawab Steven.
"Ohh baiklah, ohh ya nona kenalkan nama saya Lee," ucap pria asing itu.
"Sania,"
"Apa pria yang di samping mu itu paman mu Sania?" tanya Lee.
"Bukan kenalkan aku itu sua-, " ucap Steven tertahan.
"Kakak, ya dia kakak laki-laki ku," jawab Sania.
Sania memberi pelototan tajam pada Steven, Steven pun mengerti arti pelototan itu, Steven hanya cemberut saat Sania memperkenalkan dirinya sebagai kakak bukan suami. Entah kenapa hati nya tidak terima saat di perkenalkan sebagai kakak.
"Ohh begitu, maaf ya ku kira dia paman mu,"
"Tak apa" jawab Sania.
"Ohh ya apa kalian akan pergi ke swis? Untuk apa kalian pergi ke swis?" tanya Lee.
"Hanya untuk berlibur, kau sendiri?" tanya Sania.
"Tadi nya aku ingin mencari cinta ku, tapi ku rasa saat ini aku tak perlu mencari cinta ku," jawab Lee.
"Loh kenapa? Cinta itu harus di perjuangkan," ucap Sania.
"Karena cinta ku sudah di depan mata ku nona, dia sangat cantik dan manis," goda Lee.
__ADS_1
"Apa kau bilang? Berani nya kau menggoda is- maksud ku adik ku, kau pikir kau siapa sia**n," maki Steven.
Steven tentu saja tidak terima kalau istri nya di goda pria asing, apa lagi pria itu secara terang-terangan menggoda istrinya.
"Tuan, masalahnya dimana? Adik mu belum mempunyai kekasih bukan? Bukan kah wajar kalau aku pria lajang mendekati wanita lajang?" tanya Lee.
Keadaan di pesawat berubah menjadi ricuh karena Steven, Sania ikut menenangkan Steven.
"Stev, sudah lah tak usah di pikirkan, dia hanya bercanda," ucap Sania
"Benar tuan, adik anda itu sangat lah cantik, jadi sangat wajar kalau ada seorang pria lajang mendekati adik anda," jawab penumpang lain.
"Diam kalian semua!! Aku tetap tidak terima adik ku di goda seperti itu, lebih baik kau pindah tempat duduk mu sebelum aku menghajar wajah mu," ancam Steven.
Alih-alih pindah, Lee malah duduk dengan santay dan tidak berniat untuk pindah, " Tidak mau ah tuan, ini kan tempat duduk ku, untuk apa aku pindah?" Lee seakan meledek Steven.
"Pindah aku bilang!!!" teriak Steven.
"Stev sudah lah, jangan membuat keributan, aku juga tidak menanggapi nya kok," ucap Sania.
"Ada apa ini tuan? Kenapa anda membuat kegaduhan?" tanya seorang pilot.
"Aku ingin kau memindahkan pria itu, pria itu mengganggu adik ku," ucap Steven.
"Aku tidak mau, aku tidak melakukan hal-hal yang melecehkan adik mu, aku hanya memberi nya godaan sedikit saja, dan itu wajar, dia nya saja yang terlalu berlebihan," jawab Lee.
"Kaauuu!!!"
"Bagaimana kalau kita saja yang pindah? Ku rasa di belakang sana ada kursi yang masih kosong," ucap Sania.
Steven tidak menjawab, dia hanya menarik tangan Sania untuk duduk di kursi belakang.
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
STEVEN MULAI POSESIF BUNG!! π
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AKU YA
DAN JANGAN LUPA JUGA BERI HADIAH OKE
SALAM CINTA DARI OTHOR ABAL-ABAL π
SARANGHEO β€οΈ
__ADS_1