
"Kau yang gila, kenapa kau bertengkar hah? Apa kau sengaja membiarkan ku menjadi janda muda?" Teriak Rachel spontan.
🌺🌺🌺🌺
"Mak-sud ku itu bukan janda yang kalian pikirkan, janda yang ku maksud beda" Ucap gugup Rachel, namun tidak dengan Mark. Dia justru terkesan sangat santay dan menunggu jawaban apa yang akan keluar dari mulut istri kecil nya itu, Rachel padahal sudah memberi kode mata pada Mark agar membantu nya tapi alih-alih membantu Mark malah mengangkat bahu nya acuh.
"Lalu janda seperti apa yang kau maksud?" Tanya salah satu siswa di sana.
"Janda yang Rachel maksud adalah pengangguran di usia nya yang masih muda, kalian tau bukan kalau Rachel bisa sekolah di sini kaeena beasiswa, dan Rachel pun bekerja dengan pria tua ini pun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari nya" Sahut Diego.
"Ohh begitu, ya masuk di akal juga sih"
Beruntung semua siswa di sana percaya, sedangkan para guru? Ah ntah lah itu bisa di bicarakan nanti. Mark merasa tak senang saat mendengar Diego mengatakan seperti itu, dia tentu tau apa maksud Diego mengatakan itu.
"Sudah ya sekarang semua nya bubar, Rachel lebih baik kau obati kedua pria ini" Perintah Kepala sekolah.
"Baik pak"
Rachel menarik tangan Diego dan juga Mark menuju uks sekolah, dia benar-benar kesal dengan tingkah kedua pria ini, apa lagi tingkah Mark yang menurut nya sangat lah tak masuk akal. Coba saja kalian pikir untuk apa Mark kemari padahal pelajaran sekolah belum selesai?
"Aku dulu sayang aku kan suami mu" Ucap Mark.
"Mana bisa, harus nya Rachel mengobati ku dulu karena ini kan kau duluan yang mulai" Ucap Diego.
"Heyy dia itu istri ku, sudah seharus nya dia mengutamakan aku yang sebagai suami nya"
"Tapi kan luka ini di sebab kan oleh kau, istri mu itu harus mengobati si korban dulu baru si pelaku"
Mereka tak tau saja di balik pertengkaran mereka, Rachel sedang menahan emosi nya mati-matian, dia benar kesal bukan main dengan kedua pria ini.
"Loh kenapa wajah mu merah Hel? Apa kau sedang sakit?" Tanya Diego yang menyadari wajah Rachel mulai berubah.
"Sayang kau sakit pasti karena dia kan? Sudah ku duga seharus nya kau pergi dari sini, lihat lah gara kau istri ku jadi sakit begini" Oceh Mark.
"Kalian mau tau kenapa wajah ku berubah?" Tanya Rachel dengan aura yang sangt berbeda, kedua pria itu mengangguk.
"ITU SEMUA KARENA KALIAN BERTENGKAR TERUS, KALIAN BERTENGKAR UNTUK HAL YANG SANGAT TIDAK JELAS!" Teriak Rachel, emosi Rachel akhir nya meledak juga setelah di tahan mati-matian.
"Itu semua karena..." Ucap Mark tertahan.
"Tak usah main salah-salahan, di sini kalian ber dua salah tau tidak? Kau kenapa kau datang ke sekolah sampai masuk ke kelas ku padahal sudah jelas kalau aku belum pulang sekolah dan kau, kenapa kau ikut campur urusan ku? Ya ku tau kalau niat mu itu hanya ingin menolong ku, tapi kalau kau melihat wajah nya tolong jangan memancing emosi nya" Omel Rachel.
__ADS_1
"Tapi aku sama sekali tidak takut dengan nya hel, aku hanya..." Ucap Diego tertahan.
"Sudah lah bocah ingusan, jangan menjadi pembinor" Sahut Mark, dan pertengkaran pun terjadi lagi.
🌺🌺🌺🌺
Di sisi lain Sania di minta oleh momy Nathan untuk mengantarkan bekal makan siang untuk suami nya.
"Ada tuan Steven?" Tanya Sania pada resepsionis.
"Nona muda Smith ya?" Tanya resepsionis itu.
"Ah ya seperti nya begitu" Jawab Sania malu-malu, dia tidak terbiasa ada yang memanggil nya dengan sebutan nona muda Smith.
"Silahkan langsung masuk saja nona, tuan Steven pasti sudah menunggu" Ucap resepsionis.
"Ah terimakasih banyak"
Sania pun berjalan ke arah lift untuk umum menuju lantai paling atas, yang mana itu adalah ruang kerja suami nya.
"Loh nona muda sudah datang? Tuan sedang tidak ada di dalam nona, nona bisa menunggu di sini" Ucap asisten Steven
"Benarkah? Oh ya sudah aku hanya akan menaruh makanan ini saja kok di dalam ruangan nya, setelah itu aku akan pulang" Jawab Sania.
Dengan cepat dia membuka pintu itu dan alangkah terkejut nya saat melihat ada wanita yang duduk di bawah Steven sambil seperti mengemut sahabat kecil Steven.
"Astaga maaf kan aku" Ucap Sania langsung menutup pintu.
"Sania? Sania heyy tunggu" Teriak Steven sambil mengejar Sania.
"Ya ada apa?" Tanya Sania.
"Ini tidak seperti yang ku lihat, tadi ada air yang tumpah mengenai celana ku dan dia hanya membantu membersihkan nya saja, hey kau cepat jelaskan pada istri ku" Perintah Steven.
"Tuan apa yang harus saya jelaskan? Walaupun seandai nya saya bercinta dengan anda bukan kah itu adalah hal biasa? Sedangkan dulu yang menghangatkan ranjang anda adalah saya bukan istri anda saat ini" Jelas suster itu, yang seolah mengatakan kalau dia lah yang lebih dulu merasakan hebat nya Steven di atas ranjang.
"Sudah lah Stev, kau tak perlu menjelaskan nya, aku baik-baik saja kok dan oh ya aku hanya mengantarkan bekal makan siang ini untu mu karena mom mengatakan kalau kau jarang makan siang" Jelas Sania.
"Kalau begitu temani aku makan siang, aku tak bisa makan siang sendirian" Ajak Stev.
"Hmm maaf sekali Stev aku tak bisa, aku ada janji dengan Kia hari ini, oh ya kau bisa menggantikan aku kan nona untuk menemani Suami ku makan siang?" Sania menekankan kata suami ku pada suster itu.
__ADS_1
"Tapi kan hanya sebentar, toh tidak akan lama juga, aku sudah mempunyai istri tapi kenapa bukan istri ku saja yang menemani ku makan, kenapa harus wanita lain?" Ntah kenapa rasa nya Steven sangat panik saat melihat perubahan wajah Sania yang terkesan dingin dan penuh intimidasi.
"Aku akan kembali ke sini untuk menyuapi mu lain kali, tapi tidak sekarang untuk saat ini kau di temani suster ini dulu ya" Setelah itu Sania pergi tanpa mendengarkan teriakan suami nya.
"Sini tuan saya akan menemani anda makan siang" Ajak suster itu.
"Apa kau lupa status mu sebagai apa hah? Ku hanya partner ranjang ku saja, itu pun dulu saat aku belum menikah dan saat ini aku sudah menikah dan aku tidak membutuhkan jasa mu lagi, jadi berhenti kah menemui ku atau kau ingin keluar saja dari rumah sakit ini?" Ancam Steven.
"Baik tuan, saya mengerti" Jawab suster itu dengan pandangan nunduk ke bawah.
Steven pun masuk lagi ke dalam ruangan nya sambil menenteng kotak makan yang di pegang nya.
"Aduh perasaan ku jadi tidak enak, apa aku susul saja ya Sania?" Gumam Steven.
"Begitu lebih baik tuan, mumpung belum jauh nona muda" Jawab asisten Nathan yang mendengar gumaman Steven
"Aku titip kotak makan ini, dan ingat lah jangan di makan kalau sampai aku melihat ada sebutir nasi yang kurang aku akan memotong gaji mu 70%, mengerti?" Ancam Steven.
glukk...
"Mengerti Tuan"
Steven pun berlari menuju lift untuk mengejar istri nya, dia sampai menabrak banyak pengunjung rumah sakit.
"Ketemu, eh tapi tunggu dia siapa?" Gumam Stev, saat melihat Sania sedang mengobrol dengan seorang pria yang cukup tampan menurut Stev tapi tentu lebih tampan diri nya di banding pria itu.
"Hay sayang" Sapa Steven sambil memeluk pinggang ramping milik istri nya.
"Oh itu sudah ada Nathan, kau sudah selesai rapat nya Stev?" Tanya Nick.
"Kalau aku belum selesai kenapa memang nya?"
"Aku akan mengantar kan nya ke rumah Kia, sekalian ingin menjenguk triple baby" Jawab Nick santay.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
WADUH REAKSI NATHAN AKAN SEPERTI APA YA GUYS? 🤔
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AKU YA
DAN JANGAN LUPA JUGA BERI HADIAH OKE
__ADS_1
SALAM CINTA DARI OTHOR ABAL-ABAL 😘
SARANGHEO ❤️