
" Paham mom" Jawab Mark dan Rachel.
🌺🌺🌺🌺
Beruntung Chris dapat belajar dengan cepat, sehingga dia tidak membebankan tugas mengurus triple baby pada istri nya. Bahkan Chris sudah bisa menggantikan popok untuk triple baby.
"Sayang tolong pakaikan baju Tazki sayang" Teriak Kia saat sudah selesai memandikan putra pertama nya yang bernama Tazki.
Chris yang sedang mengajak bercanda baby Sazkia dan juga Kiano pun segera menghampiri istri nya.
"Ya sayang sebentar" Jawab Chris dengan berteriak juga.
"Sebentar ya sayang" Ucap Chris pada kedua anak nya.
Chris pun menghampiri Kia dan menggendong baby Tazki yang sedang di handuki, terlihat baby Tazki tidak menangis saat di mandikan dan seperti nya di antara triple baby hanya Tazki lah yang lebih banyak diam dari pada Kiano dan juga Sazkia yang lebih aktif.
"Muach.. anak dady sudah mandi ya sudah harum ya" Chris menciumi baby Tazki, tapi seperti nya baby Tazki tidak terlalu menyukai saat di cium.
"Sayang, putra kita seperti nya yang ini agak sedikit berbeda" Ucap Sean.
"Hmm dia memang seperti diri mu yang datar, tapi semoga sifat mesum nya tak menurun ke putra ku" Jawab Kia sambil menggendong baby Kiano.
"Hmm tapi kalau mesum nya pada istri nya tak apa sayang, begitu lebih baik sayang dari pada harus mesum pada ja**ng" Ucap Sean, Kia hanya menggelengkan kepala saja, melihat suami nya yang tak berubah dari dulu.
Sean menaruh baby Tazki di atas kasur bersampingan dengan baby Sazkia yang sedang memainkan mainan nya, Sean lalu mengambil keperluan baby Tazki seperti pempers, baju, minyak kayu putih dan lain-lain. Tapi saat Sean sudah selesai mengambil keperluan baby Tazki, Sean begitu shock saat putri nya sedang memukul wajah baby Tazki hingga dia menangis dengan sangat kencang.
"Astaga sayang apa yang kau lakukan, tak boleh seperti itu dong pada kakak mu. cup cup sayang sudah ya jangan menangis" Ucap Sean yang menenangkan baby Tazki.
"Kenapa baby Tazki sayang?" Tanya Kia yang sedang menggendong baby Kiano.
"Sazkia memukul wajah Tazki dengan mainan nya honey, aku pun juga terkejut saat melihat nya" Jelas Sean.
"Astaga sayang jangan seperti itu dong, kasihan kan kakak Tazki"
Sazkia malah tertawa saat di tegur oleh orang tua nya, dia seakan senang saat mengerjai kakak nya itu.
__ADS_1
"Lihat dia malah tertawa" Ucap Sean yang tak habis pikir dengan tingkah putri nya, masih kecil saja Sazkia sudah sangat jahil apa lagi kalau sudah besar.
"Yuk sayang kita mandi saja, biar kau tak jahil lagi" Ucap Kia.
"Oh ya sayang, nanti aku akan keluar sebentar bersama anggota black wolf, dan nanti aku akan membawa baby Tazki agar kau tak kerepotan" Izin Sean.
"Memang nya tak apa kalau kau membawa Tazki? Takut nya dia malah merepotkan mu sayang, lebih baik kau pergi saja sendiri lagi pula di sini masih ada bunda kok yang membantu ku" Kia merasa tak enak kalau putra nya nanti akan menyusahkan suami nya.
"Tak apa sayang, Tazki itu anak pintar dan sangat pendiam dia pasti tak akan rewel di sana jadi tolong siapkan keperluan baby Tazki ya"
"Baiklah nanti akan aku siapkan"
Kia dan Chris memang tak pakai jasa baby sitter, lebih tepat nya Kia yang tak ingin. Dia takut ketiga anak nya terjadi sesuatu lagi pula Kia juga ingin menyaksikan langsung pertumbuhan dari ketiga anak nya itu. Beruntung suami nya sangat mengerti dan bersedia membantu Kia mengurus ketiga anak nya.
🌺🌺🌺🌺
Chris sudah sampai di markas besar black wolf sambil menggendong baby Tazki dan menenteng tas yang berisi keperluan putra nya, Chris seperti tidak malu saat melakukan itu. Beruntung keadaan markas tidak seperti dulu yang sangat bau anyir darah dan sangat lembab.
Itu karena semua kelompok mafia tidak ada yang berani mengusik black wolf, itu sebab nya tak ada lagi korban ataupun darah yang membasahi area markas.
"Ya seperti yang kau lihat, aku hanya tak ingin istri ku lelah jadi yasudah ku bawa saja salah satu putra ku" Jawab Chris.
"Ini yang nama nya..." Ucap Nathan menggantung karena dia belum hafal nama bayi Chris.
"Tazki" Jawab Chris.
"Ku yakin saat dia besar dia akan menjadi seperti mu, itu terlihat dari aura wajah yang dia miliki sangat datar dan juga tatapan mata yang tajam" Ucap Mark.
Ada rasa senang di hati Chris saat ada satu keturunan nya yang begitu mendominasi diri nya, ya tapi ada sedikit keresahan di hati nya saat nanti sang putra nya tumbuh besar dan akan seperti diri nya yang menjadi cassanova. Tentu saja Chris tak membenarkan nya.
"Sini biar uncle yang menggendong mu" Ucap Nathan yang mendekati Tazki.
Chris pun menyerahkan Tazki pada Nathan, terlihat Tazki tak rewel sama sekali. Dia justru malah menampilkan wajah datar nya itu seolah dia tak suka sentuh selain orang tua nya.
"Wow kau tak usah berwajah seperti itu baby, kalau kau tak suka uncle gendong maka katakan saja" Ucap Nathan.
__ADS_1
Nathan pun menyerahkan lagi Tazki pada Chris, sebelum Tazki akan menan
"Ada apa kau mengumpulkan kami ke sini? Apa kau lupa kami baru saja menikah, kami masih ingin bermain jungkat jungkit" Kesal Nathan.
"Seperti nya ada yang sudah membobol gawang nih" Ledek Steven.
"Tentu lah, memang nya kalian belum?" Tanya Nathan yang terkesan meledek.
"Pasti juga karena kau memaksa Flow kan, tidak mungkin dia mau bercinta dengan mu sedangkan dia saja belum mencintai mu"Ledek Mark.
Nathan tertawa, memang benar kalau diri nya sedikit memaksa Flow untuk bercinta dengan nya. Tapi harus nya itu tak masalah dong kan memang sudah seharus nya Flow memberi hak nya pada Nathan.
"Mark dengar aku, yang aku lakukan jelas tak salah karena terkadang kita memang harus sedikit gila untuk memulai sesuatu. Dan aku yakin kegilaan ku semalam akan membuat Flow jatuh cinta pada ku" Jelas Nathan.
Mereka hanya menggelengkan kepala saja mendengar Nathan yang terlalu percaya diri.
"Jadi untuk apa kau mengumpulkan kami ke sini?" Tanya Stev.
"Aku ingin keluar dai Black Wolf, kalian tentu tau alasan aku keluar dari Black Wolf. Ini terlalu bahaya untuk keluarga kecil ku, lagi pula aku juga tak ingin anak ku mengikuti jejak ku sebagai seorang mafia dan seorang pem**nuh" Jelas Chris.
"Lalu siapa orang yang kau pilih untuk menjadi pengganti mu? Ya ku harap orang itu bukan aku, karena jujur saja aku masih belum cukup mampu untuk memimpin Black Wolf" Tanya Nathan.
"Ku harap orang itu juga bukan aku, aku hanya lah dokter tengil seperti yang kalian ucapkan"
Lalu pandangan Chris,Nathan dan juga Stev mengarah pada Mark. Mark yang merasa di tatap pun jadi bingung.
"Kenapa kalian melihat ku seperti itu?" Tanya Mark.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AKU YA
DAN JANGAN LUPA JUGA BERI HADIAH OKE
SALAM CINTA DARI OTHOR ABAL-ABAL 😘
__ADS_1
SARANGHEO ❤️