
"Sstt... sekarang tidur lah di ranjang ini, aku berani sumpah kalau aku tidak akan pernah menyentuh mu kalau bukan kau sendiri yang mengizinkan nya"
πΊπΊπΊπΊ
Sania akhir nya merebahkan tubuh nya di samping Steven, jarak mereka cukup jauh dan di batasi hanya dengan guling saja. Posisi tidur mereka juga saling membelakangi satu sama lain.
Sedangkan di sisi lain Chris dan Kia sedang menidurkan triple baby, baby Tazki dan baby Kiano sudah lelap tidur, tinggal baby Sazkia saja lah yang belum tidur juga.
"Sayang lihat lah, baby Sazkia belum tidur juga padahal aku sudah menggendong nya dari tadi" Sean kesal dengan anak perempuan nya itu yang belum tidur juga, padahal Sean sudah menggendong baby Sazkia dan bahkan di nyanyikan lagu untuk anak-anak, tapi baby Sazkia malah tidak mau tertidur.
Kia pun menghampiri suami nya yang sudah pasrah dengan putri mereka itu, "Sayang kok belum tidur juga sih? Kasihan kan dady mau istirahat," Tapi justru baby Sazkia malah tertawa kesenangan, ntah karena apa?
"Lihat lah, bukan kah dia sedang mengejek ku?" tanya Sean, yang merasa gemas sekaligus kesal dengan tingkah putri nya itu.
"Sini berikan pada ku,"ucap Kia.
Sean pun memberikan baby Sazkia ke istri nya, Kia memberikan asi ekslusif langsung dari pabrik nya, dengan semangat baby Sazkia menyedot asi nya itu dan melihat ke arah dady nya itu.
Glukkk...
"Sayang kan ada pompaan asi, kenapa tidak pakai itu saja?" tanya Sean.
Tahu kah kalian, nafas Sean saat ini sudah membara karena melihat gundukan favorit nya itu. Dan Sean paham betul kalau putri nya sedang menjahili diri nya.
"Masih bayi saja kau sudah membuat dady mu ini dongkol, bagaimana kalau sudah besar,"batin Sean.
"Memang nya kenapa? Mungkin baby Sazkia lebih nyaman seperti ini" jawab Kia, rupanya Kia tidak menyadari kalau suami nya sedang menahan birahi nya itu.
"Yasudah, aku keluar dulu," ucap Sean, dari pada nanti diri nya tak bisa mengontrol diri, lebih baik Sean keluar lebih dulu.
Di luar kamar, Chris melihat Nathan yang sedang gelisah dan berada di depan kamar tamu. Chris pun menghampiri Nathan.
"Kau kenapa?" tanya Chris.
"Flow marah pada ku, Chris" jawab Nathan.
__ADS_1
"Ada apa? Kenapa dia marah?" tanya Chris, penasaran.
"Ini hanya salah paham saja Chris, tadi saat aku di kamar mandi dia mengangkat telpon dan ternyata itu salah satu partner ranjang ku dulu. Aku tidak tau apa yang dia katakan sampai akhir nya Flow mengusir ku dari kamar," jelas Nathan.
Tiba-tiba dari kamar sebelah muncul lah Mark dengan keadaan yang cukup kacau, wajah nya terlihat sangat menahan gairah yang tidak tersampaikan.
"Kau kenapa Mark?"tanya Chris.
"Tamu bulanan Rachel datang saat aku ingin membobol gawang, seperti nya aku memang tidak di izinkan membobol gawang Rachel sebelum dia lulus sekolah," jawab Mark dengan lesu.
klekk..
Dari lantai bawah terdengar ada seseorang yang membuka pintu, ketiga pria itu menatap dari lantai atas dan ternyata itu adalah Robert.
"Seperti nya dia memiliki nasib yang sama dengan kita," ucap Nathan.
"Apa Dayana mengusir mu dari kamar?" tanya Mark.
Robert melihat ke atas, namun dia tak menjawab, melainkan hanya menganggukkan kepala nya saja, Robert pergi ke ruang tengah untuk tidur di sana mungkin.
"Ayo kita susul," ajak Chris.
"Kalian sendiri apa sama seperti ku?" tanya Robert.
"Pengusiran nya hampir sama, hanya saja permasalahan nya yang berbeda," jawab Chris.
"Aku tidak mengerti dengan ibu hamil, kadang-kadang dia bersikap manis sampai aku ingin memakan nya, tapi kadang-kadang dia berubah menjadi siluman yang cukup menakutkan. Kalian bayangkan saja di saat aku sudah ingin memakan nya, tapi dia malah mendorong ku dan mengatakan kalau tubuh ku ini sangat bau, hingga dia menyuruh ku untuk keluar dari kamar," jelas Robert.
"Tunggu, apa Steven tidak keluar dari kamar?" tanya Nathan.
"Seperti nya malam ini dia bernasib baik," jawab Mark.
"Tidak bisa dong, sekali nya menderita semua nya harus menderita," sahut Nathan.
Nathan pun pergi ke kamar yang di pakai Steven dan juga Sania, Nathan juga menggedor pintu kamar itu seperti orang sedang menagih hutang.
__ADS_1
"Kau itu bisa pelan-pelan tidak sih? Kalau pintu ini rusak bagaimana?" pekik Chris.
"Ckk.. kau itu pelit sekali Chris, memang nya kau akan jatuh miskin hanya dengan aku merusak pintu ini? Kan tidak," jawab Nathan.
kleekk...
Steven pun keluar dari kamar nya dengan wajah yang terlihat sedang tidur, "Kalian itu ada apa sih? Kenapa menggedor kamar ku?"
Tanpa banyak bicara, Nathan langsung menarik tangan Steven, hingga Steven terjungkal kebelakang saking kaget dan belum siap nya.
"Heyyy kenapa kau menarik tangan ku?" pekik Steven.
"Kitaa harus tidur di sini," ucap Nathan.
"What? Tidur di sini? Untuk apa kita tidur di sini sedangkan kita sudah di pinjamkan kamar?" tanya Steven.
Chris pun menjelaskan pada Steven, mulai dari nasib diri nya, Nathan, Mark dan juga Robert. Tapi bukan nya merasa kasihan, Steven malah tertawa dengan sangat kencang.
"Hahaha... astaga malang sekali para ke empat pria tampan ini," ucap Steven, dengan nada meledek.
Kesal karena di ledek oleh Steven, para ke empat lelaki bernasib malang itu akhir nya mengangkat tubuh Steven sampai keluar gazebo.
"Heyy turunkan heyyy," teriak Steven.
"Malam ini kau tidur di gazebo saja ya Stev, aku tidak mengizinkan mu tidur di dalam oke?" ucap Chris.
"Heyy kalian itu jahat sekali sih, turun kan aku heyyy," pekik Steven.
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
KASIHAN BANGET YA GUYS NASIB EMPAT PRIA TAMPAN ITU, EH LEBIH KASIHAN NYA LAGI SI STEVEN π. YANG HARUS IKUT MENJADI KORBAN JUGA.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AKU YA
DAN JANGAN LUPA JUGA BERI HADIAH OKE
__ADS_1
SALAM CINTA DARI OTHOR ABAL-ABAL π
SARANGHEO β€οΈ