
"Kenapa kalian melihat ku seperti itu?" Tanya Mark.
🌺🌺🌺🌺
"Ku rasa hanya kau yang cocok menjadi ketua Black Wolf" Sahut Chris.
"Ckk apa-apan kalian, tidak aku tidak mau" Tolak Mark secara langsung.
"Mark di antara aku dan Nathan hanya kau saja yang bisa kami andalkan" Jawab Stev.
"Benar, lagi pula kau itu kaya raya dan juga sangat tampan. Bahkan kau juga sangat baik hati dan tidak sombong" Rayu Nathan.
"Di saat seperti ini kalian malah memuji ku bak seorang dewa, sungguh menjengkelkan" Kesal Mark.
Bagaimana tak kesal, di saat diri nya ingin bersenang-senang dengan istri kecil nya, dia malah harus di sibukkan dengan mengurus Black Wolf.
"Ya nama nya juga penjilat, ya seperti ini lah" Jawab santay Nathan.
"Lagi pula kenapa tidak di bubarkan saja sih?" Tanya Mark ketus.
"Enak saja, Black Wolf itu sudah mempunyai kekuasaan yang sangat luas, banyak para mafia yang takluk dengan kehebatan kita. Lalu dengan mudah nya kita bubarkan begitu saja?" Sahut Steven, yang tak terima kalau Black Wolf harus bubar.
"Yang di katakan Stev ada benar nya juga, tapi kita tak mungkin selamanya mempertahankan Black Wolf Stev. Kita sudah menikah dan akan mempunyai anak, akan sangat berbahaya kalau kita masih mempertahankan Black Wolf" Jelas Chris.
Chris tentu saja tak ingin terjadi sesuatu di masa depan, kalau dia masih mempertahankan Black Wolf. Walaupun penghasilan terbesar diri nya berada di Black Wolf.
"Ya sudah lah Mark, kau terima saja kau itu sudah sangat cocok kok untuk menjadi ketua kami" Sahut Nathan.
"Akan aku pikirkan nanti" Mark langsung pergi begitu saja, tiba-tiba diri nya sangat ingin pulang ke rumah.
"Yasudah kalau begitu aku juga pulang deh, kasihan Sania sendiri di rumah sendiri karena orang tua ku sedang pergi ke luar negri" Pamit Stev.
🌺🌺🌺🌺
Di rumah Stev tak melihat keberadaan Sania, dia mencari di kamar dan juga di dapur tapi hasil nya Sania tidak di manapun.
__ADS_1
"Apa kau melihat Sania?" Tanya Stev pada salah satu maid.
"Loh bukan nya nona Sania sudah meminta izin pada tuan muda untuk pergi ke supermarket untuk membeli keperluan dapur" Jelas Maid.
"Sial"
Stev lupa kalau Sania tadi sudah meminta izin pada nya, sebenarnya tadi Sania meminta tolong pada nya untuk mengantarkan nya ke supermarket tapi Stev menolak dengan alasan sibuk. Dengan cepat Stev langsung menyusul Sania ke supermarket, tapi baru saja ingin memasuki mobil Stev malah melihat Sania sedang tertawa dengan sangat hangat kepada pria asing.
"Ekhhmm"
"Eh Stev, kau sudah pulang?" Tanya Sania.
"Ya seperti yang kau lihat" Pandangan Stev tak lepas dari pria asing yang mengantarkan Sania.
"Oh ya kenalkan ini Nickholas, kau tau Stev ternyata dia mengenal Kia loh. Tadi aku tak sengaja bertemu dengan nya supermarket saat tadi dia lupa membawa dompet jadi aku membayarkan belanjaan nya" Jelas Sania dengan sangat senang.
"Ohh kau presdir dari perusahaan Erapasific bukan? Yang mencintai Kia tapi Kia memilih Chris" Ucap Stev yang membahas masa lalu Nickholas.
"Benar tuan Stev, tapi saya sudah ikhlas melepaskan Kia dan terbukti dia sangat bahagia hidup bersama Chris" Nick terlihat tak masalah saat Stev membahas masa lalu nya, karena ya memang Nick sudah melupakan cintai nya untuk Kia.
"Hmm yuk masuk dulu yuk, waktu makan siang hampir tiba" Ajak Sania.
"tentu saja bo-"
"Tidak, ehm maksud ku sebentar lagi kami akan pergi ke suatu tempat" Jawab Stev dengan bohong.
"Pergi? Kemana Stev?" Tanya Sania dengan polos, karena memang Stev tak mengatakan apapun pada diri nya.
"Ya, kita akan pergi mengunjungi Chris dan Kia, tadi Chris mengajak ku untuk makan siang bersama mereka" Elak Stev.
"Ohh begitu, yasudah tak apa San. Masih ada lain waktu kok, kalau begitu aku pamit pulang dulu ya" Pamit Nick.
Setelah kepergian Nick, Stev masuk begitu saja tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, Sania pun tak ambil pusing.
"Seperti nya kau sangat menyukai nya" Ucap ketus Stev.
__ADS_1
"Tentu Stev, siapa yang tak menyukai nya selain tampan dia sangat ramah sekali" Ucap Sania yang tak menyadari kekesalan Stev.
"Tapi aku melarang mu untuk berdekatan dengan nya, maksud ku kau itu adalah istri ku dan semua orang mengetahui nya aku hanya tak ingin kau merusak nama baik keluarga ku" Jelas Stev.
"Tentu, aku tau batasan ku Stev kau tenang saja lagi pun Nick belum tentu menyukai ku yang hanya gadis miskin ini. Aku cukup menyimpan nama nya di dalam hati ku" Jawab Sania.
Ntah kenapa mendengar jawaban Sania membuat jantung Stev sakit, rasa nya seperti ada ribuan panah yang menusuk ke jantung nya, benar-benar sangat sakit.
"Tidak, tidak mungkin aku jatuh cinta pada nya secepat ini" Batin Stev.
Stev memegang jantung nya sambil melamun, Sania yang melihat rekasi Stev jadi khawatir.
"Stev kau kenapa? Apa kau memiliki penyakit jantung? Kalau begitu ayo kita ke rumah sakit" Ajak Sania panik.
"Ekhmm tak usah dan aku tak punya riwayat jantung, sebaik nya kau cepat lah masak karena aku sudah lapar sekali" Elak Stev.
"Benar kau tak apa? Apa tak perlu ke dokter?" Tanya Sania.
"Aku seorang dokter San, dan aku jauh lebih mengetahui tubuh ku dari pada dokter lain" Jawab Stev dengan nada galak.
"Ckk galak sekali, menyesal aku perhatian pada mu"Gumam Sania.
"Apa? Kau bilang apa?" Tanya Stev yang mendengar gumaman Sania.
"Ah tidak kok, yasudah kalau begitu aku masak dulu ya" Dengan cepat Sania berlari ke arah dapur untuk memasak.
Steven yang melihat Sania berlari dan ketakutan ntah kenapa dia malah tersenyum, tapi saat mengingat saat Sania tertawa dengan sangat ceria nya di depan Nick membuat Stev merasa sangat kesal.
"Kenapa dengan orang lain dia bisa tertawa lepas seperti itu, sedang kan pada ku? Jangan kan tertawa tersenyum saja rasa nya dia tak pernah, padahal jelas lebih tampan aku dari pada dia" Kesal Steven.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AKU YA
DAN JANGAN LUPA JUGA BERI HADIAH OKE
__ADS_1
SALAM CINTA DARI OTHOR ABAL-ABAL 😘
SARANGHEO ❤️